Breaking News
Australia Tetapkan Upah Pekerja Ojol Rp 395 Ribu per Jam, Bagaimana dengan Indonesia?
PSG Juara UEFA Super Cup 2026 Menang Tipis Atas Aston Villa di Final
Perjuangkan Tambahan TKD Terdampak Bencana, Bobby Nasution Minta Kepastian Acuan Anggaran 2027
Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Rico Waas Minta Perangkat Daerah Terapkan ASB Secara Konsisten
Wakil Wali Kota Medan Terima Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
Dinas Kominfo Medan Optimalkan Media Sosial, Ubah Narasi lewat Publikasi Pembangunan
Finalisasi HUT ke-81 RI, Wabup Toba Tekankan Keseragaman
Terpilih Secara Aklamasi, Makmur Sinaga Ketua PPTSB Kabupaten Labuhanbatu Periode 2026-2030
RDP di DPR RI, Kombes Calvijn Ungkap Kasus Kematian WLG dengan Scientific Crime Investigation
Gubernur Bobby Nasution Ingin Olahraga Sumut Jadi Industri Berdaya Saing
Warga Natuna Minta WNI dari Wuhan, China Dikarantina Ditengah Laut dalam KRI
Random Video
- Kapolda Ungkap Dalang Kerusuhan di Madina
- Warung Mie Aceh di jalan suka mulia terbakar
- Pelaku Pembunuhan Dua Anak Ada 17 Adegan Pra Rekonstruksi di Sekolah Global Prima
- Video Bisa Dikorek Pakai Jari, Konstruksi Pembangunan Jalan Desa Banjar Toba di Dairi Diduga Asal Ja
- Tabrakan Beruntun di jalan juanda polonia Medan
RADARMEDAN.COM, NATUNA - Warga Natuna menyampaikan sedikitnya enam tuntutan kepada pemerintah pusat terkait karantina WNI dari China di Natuna.
Tuntutan tersebut antara lain, meminta pemerintah pusat memindahkan WNI dari Wuhan ke kapal perang atau KRI dan dikarantina di pantai/tengah-tengah laut.
Menuntut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkantor di daerah setempat selama masa observasi/karantina WNI dari Wuhan, China, sebagai bentuk jaminan kesehatan dan keamanan bagi masyarakat Natuna.
“Kemudian pemerintah pusat maupun daerah membuat posko layanan kesehatan daurat dan cepat, serta mendatangkan tenaga psikiater untuk masyarakat Natuna,” kata Tokoh Pemuda Natuna, Haryadi, Minggu (2/2/2020).
Tulis Komentar dengan Facebook
