Ini Nama 15 Pejabat Eselon II Dilantik, Bupati Deli Serdang Tekankan Kinerja Nyata
70 Siswa Kurang Mampu Terima Dana Pendidikan dari Pemkab Labuhanbatu
Pondasi Berlubang, Pipa Menggantung: Jejak Masalah Proyek Air Bersih Rp.440 Juta di Bintuju Tapsel
Polres Labuhanbatu Bakar Gubuk Liar Diduga Sarang Narkoba di Labura
Pj Sekdaprov Sumut Ingin APCS Jadi Ajang Promosi Budaya, Pariwisata, dan UMKM
Sepanjang 2025, Gubernur Bobby Nasution Benahi 44,9 Km Jalan Provinsi Sumut
Tancap Gas Sejak Awal Tahun, Rico Waas Targetkan Pembangunan Medan Melejit Lewat Optimalisasi PBB
Polsek Kualuh Hilir Ungkap Peredaran Sabu di Desa Kelapa Sebatang
Ditlantas Polda Sumut Fasilitasi Ambulans dan Pengawalan Korban Laka Kereta Api di Tebing Tinggi
Gagalkan Transaksi Sabu di Kos-Kosan, Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Amankan Seorang Pemuda
Bertemu dengan Dubes RRT, Gubernur Sumut Bobby Nasution Perdalam Kerja Sama Pertanian
Berita Foto Populer
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menerima kunjungan kehormatan Duta Besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia di Anjungan Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro 30, Kota Medan, Kamis (19/6).
MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution membahas kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), bersama Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong. Sektor pertanian menjadi pembahasan utama selain sektor pariwisata, juga infrastruktur dan pendidikan.
Sumut merupakan provinsi yang memberikan kontribusi besar di sektor pertanian nasional. Produksi terbesar yaitu padi, luas lahannya pada tahun 2024 menurut BPS sekitar 419,09 ribu Ha dan jagung 213,55 Ha. Sementara itu, untuk sayur dan buah yang terbesar antara lain cabai merah keriting sekitar 16.436 Ha, jamur tiram 16.515 dan jamur merang 10.950 m2.
“Pertanian salah satu sektor besar di Sumut, kami tahu RRT banyak melakukan riset dan perkembangan teknologi pertanian, kami harap kita bisa memperkuat kerja sama pada bidang tersebut untuk memperkuat produksi pertanian kami,” kata Bobby Nasution kepada Wang Lutong di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (19/6).
Permasalahan yang banyak terjadi pada pertanian Sumut saat ini, menurut Bobby, adalah riset bibit, tanah yang produktivitasnya menurun, teknologi pertanian dan infrastruktur. Dia pun berharap RRT bisa membantu Sumut menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.
“Kami berharap kita bisa bersama-sama mengembangkan pertanian di Sumut, karena kami tahu, riset dan perkembangan teknologi pertanian di RRT perkembangannya sangat pesat,” kata Bobby.
Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan, ada beberapa kerja sama yang telah terjalin antara Sumut dan RRT di sektor pertanian. Misalnya, dalam pengembangan benih padi, tanaman herbal dan tanaman sayur-mayur dan buah-buahan.
“Saya rasa kerja sama kita terkait pertanian cukup kuat dan akan kita dorong agar lebih baik lagi, misalnya kita bersama-sama sedang mengembangkan benih padi yang bisa panen 4 kali dalam setahun, kita juga banyak bekerja sama soal herbal di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) dan pengembangan bibit lainnya, kita harap RRT dan Sumut maju bersama di sektor pertanian,” kata Wang Lutong.
Terkait pariwisata, Wang Lutong menambahkan, RRT dan Sumut perlu mendorong kerja sama di bidang infrastruktur. Infrastruktur menurutnya hal yang cukup krusial di sektor pariwisata.
“Kita perlu membahas infrastruktur lebih dalam lagi agar wisatawan nyaman datang ke objek wisata yang dituju,” kata Wang Lutong.
Hadir pada pertemuan ini, Wakil Gubernur Sumut Surya, Kepala Bagian Politik Kedubes RRT di Indonesia Zhu Yarong, serta jajaran Kedutaan Besar RRT. Hadir juga Konsul RRT di Medan Zhang Min, beserta jajarannya dan OPD terkait Pemprov. (HM/pe)

.jpg)








_jpg.jpg)


.jpg)

