Kapolres Sergai Lantik Wakapolres hingga 5 Kasat Baru, Ini Daftarnya
Wali Kota Medan Dorong Kemudahan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMKM
Terima Audiensi Pujaketarub Sumut, Rico Waas: Pentingnya Jaga Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Dukung Spirit Run 5K, Rico Waas Ajak Mahasiswa PKL di Pemko Medan
Momentum HKG PKK ke-54, Kahiyang Ayu Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Bobby Nasution Ajak Gekrafs Sumut Perkuat Kolaborasi, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Diskominfo Sumut Gandeng LPS Perkuat Literasi Keuangan, Tekan Pinjol dan Judol
Menteri Haji dan Umrah Lantik Pj Sekdaprov Sumut Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Grebek Sarang Narkoba di Klambir V, 3 Orang Diamankan
Polda Sumut Kawal Penyampaian Aspirasi di Kantor Gubernur Aman dan Kondusif
Michelle Ziudith Disambut Histeris di Medan, Bocorkan Kisah Film Jangan Panggil Mama Kafir
Random Video
- Vidio Banjir di Desa Bandar Durian Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara (Jumat, 24 Juli 2020)
- Air Terjun Sipiso-piso Ditutup OTK, Kadis Pariwisata Karo Berang
- Orangtua calon peserta anak didik SMA 1 Kisaran Menduga ada kecurangan penerimaan siswa melalui Zona
- Tabrakan Beruntun di jalan juanda polonia Medan
- Pelaku Pembunuhan Dua Anak Ada 17 Adegan Pra Rekonstruksi di Sekolah Global Prima
RADARMEDAN.COM – Kehadiran Michelle Ziudith di Plaza Medan Fair, Rabu (1/10/2025), disambut antusias ratusan penggemar usai penayangan film terbarunya "Jangan Panggil Mama Kafir".Film
Suasana histeris bercampur tangis bahagia mewarnai pertemuan tersebut. Banyak penggemar yang datang dari Belawan hingga Marelan hanya untuk bisa bertemu langsung dengan pemeran utama film garapan Maxima Pictures itu.
Ayu, warga Marelan yang merangkai buket bunga untuk Michelle juga terisak karena tidak sempat selfi dengan Michelle Judith.
"Iya bang, belum sempat foto sama kakak, udah buatkan buket bunga khusus untuknya, kami datang jauh dari Marelan," ucap Ayu sedih.
Dalam wawancara dengan Radarmedan.com di bioskop Cinepolis Medan Fair Plaza, Michelle mengungkapkan tujuan kunjungannya.
“Kami melakukan kunjungan teater fisik untuk teman-teman yang kebetulan mendapat tiket spesial screening awal film ini. Alhamdulillah, responnya sangat positif. Selain penuh di dalam studio (full house), banyak juga penonton yang menunggu di luar karena tidak kebagian tiket. Hal ini wajar karena tiket kali ini memang terbatas, hanya dibuka untuk satu studio saja mengingat ini merupakan special screening,” katanya.
Michelle juga menambahkan bahwa antusiasme penonton membuat banyak yang berharap ada pemutaran tambahan.
“Namun karena jadwal tayang yang sudah dekat, kami tidak bisa menambah pemutaran. Setelah dari Plaza Medan Fair, film ini juga akan berlanjut ke sejumlah daerah lainnya,” ujarnya.
Sebelum tiba di Medan, rombongan krew film sudah menyaksikan pemutaran film layar lebar tersebut di Solo dan beberapa kota di Jawa. Selanjutnya perjalanan akan berlanjut ke Bandung, Bogor, dan Makassar.
Soal kesan selama pembuatan film, Michelle menyebut cerita "Jangan Panggil Mama Kafir" diangkat dari kisah nyata hubungan beda agama.Referensi Geografis
“Film ini sarat konflik dan sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita. Prosesnya penuh tantangan, terutama karena ada peran penting seorang anak kecil. Judulnya diambil dari ungkapan si anak terhadap ibunya, sebagai bentuk perlindungan saat ia merasa sang ibu mengalami diskriminasi,” jelasnya.
Ditanya alasan Medan dipilih sebagai kota kunjungan, Michelle mengaku antusiasme warga sangat luar biasa.
“Sejak trailer resmi dirilis, banyak sekali pesan masuk dan DM dari penonton yang ingin menonton lebih dulu. Hal ini sangat membahagiakan bagi kami sebagai pembuat film, apalagi Medan dikenal punya semangat besar mendukung film Indonesia,” tuturnya.Film
Michelle pun menitipkan pesan khusus untuk warga Medan.
“Menurut saya, film ini bisa menjadi pilihan menarik untuk dinikmati bersama keluarga, teman, maupun pasangan. Terutama bagi yang sedang menjalani hubungan dengan perbedaan keyakinan, film ini diharapkan bisa menghibur sekaligus memberi inspirasi,” pungkasnya.(hm)
