Laga Antara Prancis vs Irak di Piala Dunia FIFA 2026 Ditunda Karena Cuaca Buruk di Philadelphia
Lionel Messi Pegang Rekor Baru Top Skor Piala Dunia FIFA Sepanjang Masa dengan 18 Gol
Terima Bupati Karo, Bobby Nasution Siapkan Dua Akses Jalan ke Wisata Air Panas
Wagub Surya Dukung Pembangunan 217 Tower Transmisi PLN Langkat-Medan
Ini Daftar Lengkap Pelantikan 18 Pejabat di Deli Serdang, Sekda Tekankan Amanah dan Profesionalisme
Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat
Inggris vs Ghana Matchday 2 Grup L Piala Dunia FIFA 2026 24 Juni 2026 Pukul 03.00 WIB
Cristiano Ronaldo Bawa Portugis vs Uzbekistan Piala Dunia FIFA 2026 di 24 Juni 2026 Pukul 00.00 WIB
Bupati Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Deli Serdang
Gubsu Bobby Minta AMPI Satukan OKP Sumut Selesaikan Permasalahan
Video Bisa Dikorek Pakai Jari, Konstruksi Pembangunan Jalan Desa Banjar Toba di Dairi Diduga Asal Ja
Random Video
- RS Mitra Sejati Bantah Tuduhan Malapraktik dan Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik
- Ini Kata Bupati Karo Saat Buka Siosar Festival
- Jalan Menuju Tanah Jawa Melintasi Kebun Sawit
- Walikota Ikut Tertawa Gegara Kisah Nyata Tim Medis Terkait Nama Si Lingga
- Pelaku Pembunuhan Dua Anak Ada 17 Adegan Pra Rekonstruksi di Sekolah Global Prima
RADARMEDAN.COM, DAIRI - Kasus korupsi dalam pengelolaan dana desa karena adanya peluang dan niat. Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN dan dialokasikan untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat masih sarat penyimpangan oleh oknum Pemerintah Desa.
Akibat minimnya sosialisasi, belum semua masyarakat mengetahui status dana desa. Dana desa pada hakekatnya adalah dana masyarakat, dimana aparat daerah dan aparat desa diberi tugas untuk mengelolanya dengan baik. Hal itu pernah diungkapkan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) Anwar Sanusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Di Desa Banjar Toba, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Proyek Pengaspalan Jalan yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2019 terletak di dusun 3 diduga tidak sesuai dengan RAB, pasalnya lapisan jalan sudah banyak terkelupas disetiap ruas jalan dan sudah ditumbuhi rumput, padahal baru selesai dibangun.
Atas info dari masyarakat, wartawan turun ke lokasi pembangunan jalan, Senin 27 Januari 2020.Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya (S) sebagai pengguna manfaat angkat bicara terkait pembangunan jalan desa dengan panjang 450 m2 dan Lebar 3 m2 tersebut.
"Dikerjakan saat hujan dan musim penghujan, pengaspalan jalan desa yang memakan biaya Rp.233.273.050, dan bahan material seperti batu banyak yang dikurangi, sehingga konstruksinya cepat rusak," ungkapnya dengan kesal.
Ketika wartawan mencoba konfirmasi hari itu juga, kepada Kepala Desa Dan TPK (Tim pelaksana kegiatan) Namun yang dituju tidak berada dikantor.
Dari kunjungan bersama warga, seperti terlihat pada tautan video, setelah terkelupas lapisan atas, lapisan konstruksi sangat rapuh bahkan bisa dikorek dengan jari. (LIHAT VIDEONYA : https://youtu.be/yCZyFF7mEMQ)
Masyarakt berharap agar ahli kontruksi dan pihak-pihak terkait untuk ikut memeriksa dan mengawasi proyek pengerjaan Dana Desa (DD) di Desa Banjar Toba, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara tersebut. (HM/RM-DAIRI)/PE
