Pj Sekdaprov Hadiri RDP Penetapan Timsel KPID Sumut
Pemprov Sumut Tingkatkan Pengawasan Perusahaan
Bupati Tapanuli Utara Resmikan SPPG Muara Mandiri, Perkuat Gizi dan Ekonomi Lokal
Kinerja Realisasi Investasi Sumut Solid, Kejar Target Rp100 Triliun
Motivasi Siswa SMKN 1 Portibi, Wagub Surya: Anak Kampung Punya Peluang Jadi Pemimpin Indonesia
Perkuat Digitalisasi Daerah, Pemko Medan Ikuti Inisiasi KATALIS P2DD 2026
Zakiyuddin Harahap Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Siklon Senyar
Patroli Skala Besar Malam Hari, Brimob Sumut Dukung Pengamanan Belawan
Aksi Simpatik Polwan di Medan, Jaga Demo Tanpa Tameng hingga Pungut Sampah
Gubsu Bobby Tegaskan Akan Lanjutkan Perbaikan Jalan di Paluta, Termasuk Sipiongot
Video Bisa Dikorek Pakai Jari, Konstruksi Pembangunan Jalan Desa Banjar Toba di Dairi Diduga Asal Ja
Random Video
- Ini Video Detik-detik Jambret Yang Tewaskan Pelajar di Labuhanbatu
- Walikota Ikut Tertawa Gegara Kisah Nyata Tim Medis Terkait Nama Si Lingga
- Pelaku Pembunuhan Dua Anak Ada 17 Adegan Pra Rekonstruksi di Sekolah Global Prima
- Orangtua calon peserta anak didik SMA 1 Kisaran Menduga ada kecurangan penerimaan siswa melalui Zona
- Kapal Feri Danau toba
RADARMEDAN.COM, DAIRI - Kasus korupsi dalam pengelolaan dana desa karena adanya peluang dan niat. Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN dan dialokasikan untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat masih sarat penyimpangan oleh oknum Pemerintah Desa.
Akibat minimnya sosialisasi, belum semua masyarakat mengetahui status dana desa. Dana desa pada hakekatnya adalah dana masyarakat, dimana aparat daerah dan aparat desa diberi tugas untuk mengelolanya dengan baik. Hal itu pernah diungkapkan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) Anwar Sanusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Di Desa Banjar Toba, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Proyek Pengaspalan Jalan yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2019 terletak di dusun 3 diduga tidak sesuai dengan RAB, pasalnya lapisan jalan sudah banyak terkelupas disetiap ruas jalan dan sudah ditumbuhi rumput, padahal baru selesai dibangun.
Atas info dari masyarakat, wartawan turun ke lokasi pembangunan jalan, Senin 27 Januari 2020.Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya (S) sebagai pengguna manfaat angkat bicara terkait pembangunan jalan desa dengan panjang 450 m2 dan Lebar 3 m2 tersebut.
"Dikerjakan saat hujan dan musim penghujan, pengaspalan jalan desa yang memakan biaya Rp.233.273.050, dan bahan material seperti batu banyak yang dikurangi, sehingga konstruksinya cepat rusak," ungkapnya dengan kesal.
Ketika wartawan mencoba konfirmasi hari itu juga, kepada Kepala Desa Dan TPK (Tim pelaksana kegiatan) Namun yang dituju tidak berada dikantor.
Dari kunjungan bersama warga, seperti terlihat pada tautan video, setelah terkelupas lapisan atas, lapisan konstruksi sangat rapuh bahkan bisa dikorek dengan jari. (LIHAT VIDEONYA : https://youtu.be/yCZyFF7mEMQ)
Masyarakt berharap agar ahli kontruksi dan pihak-pihak terkait untuk ikut memeriksa dan mengawasi proyek pengerjaan Dana Desa (DD) di Desa Banjar Toba, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara tersebut. (HM/RM-DAIRI)/PE
