Kekurangan Serat Bisa Bikin Perut Mudah Buncit dan Berat Badan Sulit Turun
Pola makan tidak diimbangi dengan konsumsi sayur, buah atau sumber serat lain

Oleh : Syaiful W Harahap | 05 Agu 2026, 06:47:42 WIB | 👁 297 Lihat
Gaya Hidup
Kekurangan Serat Bisa Bikin Perut Mudah Buncit dan Berat Badan Sulit Turun

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: RADARMEDAN.com/Dok/Ist)


RADARMEDAN.com - Menurunkan berat badan sering kali dianggap identik dengan mengurangi porsi makan atau menjalani diet ketat. Namun, tidak sedikit orang yang sudah berusaha membatasi kalori, tetapi berat badan tetap sulit dikendalikan dan lingkar perut terus bertambah. Salah satu penyebab yang kerap luput diperhatikan adalah kurangnya asupan serat harian.

Di tengah gaya hidup yang serba praktis, masyarakat semakin mudah memperoleh makanan tinggi kalori, gula, dan lemak hanya melalui aplikasi pesan-antar. Sayangnya, pola makan seperti ini sering kali tidak diimbangi dengan konsumsi sayur, buah, atau sumber serat lainnya. Akibatnya, bukan hanya kesehatan pencernaan yang terganggu, tetapi rasa kenyang juga menjadi lebih singkat sehingga keinginan untuk makan atau ngemil kembali muncul lebih cepat.

Menurut dr. Elizabeth Angelina, dokter medis Kalbe Consumer Health, kondisi ini semakin banyak dijumpai pada masyarakat modern. "Kesibukan sering kali membuat orang memilih makanan yang praktis dan mengenyangkan, tetapi belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, termasuk serat. Padahal, serat berperan penting dalam menjaga fungsi pencernaan sekaligus membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Ketika kebutuhan serat terpenuhi, keinginan untuk makan atau ngemil berlebihan dapat lebih terkontrol sehingga turut mendukung upaya menjaga berat badan yang sehat," jelas dr. Elizabeth.

Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus membantu mengatur pola makan. Konsumsi serat yang cukup dapat memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Dengan demikian, dorongan untuk mengonsumsi camilan atau makan berlebihan dapat berkurang, yang pada akhirnya membantu mengendalikan asupan kalori sebagai bagian dari pengelolaan berat badan.

Ilustrasi. (Foto: RADARMEDAN.com/Dok/Ist)

Sebaliknya, ketika kebutuhan serat tidak terpenuhi, rasa kenyang cenderung cepat hilang. Dalam jangka panjang, kebiasaan makan berlebihan akibat rasa lapar yang lebih sering muncul dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan, terutama bila tidak diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.

Melihat kebutuhan masyarakat akan cara praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, Femmy Fyber menghadirkan kombinasi Fiber dan Garcinia dalam satu minuman serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mendukung pengelolaan berat badan.

"Kami memahami bahwa banyak orang ingin tetap menikmati makanan favoritnya tanpa terus dibayangi rasa khawatir berat badan mudah naik atau perut terasa semakin buncit. Karena itu, Femmy Fyber diformulasikan dengan kombinasi Fiber dan Garcinia sebagai pendamping gaya hidup sehat yang praktis, membantu memenuhi kebutuhan serat harian sekaligus mendukung pengelolaan berat badan," ujar Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health.

Keunggulan Femmy Fyber tidak hanya terletak pada kandungan seratnya. Produk ini juga diperkaya dengan Garcinia atau asam gelugur yang mengandung Hydroxycitric Acid (HCA), senyawa alami yang telah banyak diteliti terkait potensinya dalam mendukung pengelolaan berat badan.

Penelitian yang dilakukan oleh IPB University juga menunjukkan bahwa HCA merupakan komponen utama pada Garcinia yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam mendukung pengelolaan berat badan dan gaya hidup sehat.

Kombinasi Fiber dan Garcinia menjadikan keduanya bekerja secara saling melengkapi. Serat membantu memenuhi kebutuhan serat harian, menjaga kesehatan pencernaan, dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara Garcinia melengkapi formulasi sebagai bahan alami yang telah banyak diteliti terkait potensinya dalam mendukung pengelolaan berat badan. Dalam bentuk minuman serat yang praktis, Femmy Fyber dapat menjadi pilihan yang mudah dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

"Menjaga tubuh tetap sehat dan berat badan tetap ideal tidak selalu harus dimulai dari perubahan yang besar. Kebiasaan sederhana seperti mencukupi kebutuhan serat setiap hari dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup yang lebih sehat. Kami berharap Femmy Fyber dapat menjadi teman sehari-hari bagi masyarakat yang ingin tetap aktif, menikmati makanan favoritnya dengan lebih bijak, serta merasa nyaman dan percaya diri dengan tubuhnya," tutup Andry. [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas