Penerimaan PKWT Tak Transparan, Ratusan Warga Desa Ambalutu Geruduk Kantor PTPN III Ambalutu
Oleh : Radar Medan | 15 Jul 2020, 18:51:07 WIB | 👁 1706 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, Asahan - Ratusan masyarakat desa Ambalutu, kecamatan Buntu Pane, kabupaten Asahan geruduk kantor PTPN III Ambalutu, Rabu (15/07/2020).
Kedatangan masyarakat tersebut bertujuan meluapkan rasa kecewa atas ketidakterbukaan pihak management PTPN III Ambalutu terhadap masyarakat terkait penerimaan Pekerja Kontrak Waktu Terbatas (PKWT).
Pantauan wartawan, bukan hanya masyarakat desa Ambalutu saja yang meramaikan kawasan kantor PTPN III tersebut. Kepala Desa, dan perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, Ketua LPM beserta anggota, Kepala Dusun hingga Bilal Mayit dan penggali kubur pun ikut serta melakukan aksi.
"Menurut kami cara penerimaan seleksi PKWT ini tidak sesuai. Sudah jelas terdapat calon PKWT yang sudah memenuhi prosedur pendaftaran dan memiliki skill yang diatas rata-rata malah gak lulus. Sementara kami nilai terdapat beberapa calon PKWT yang lulus memiliki skill dibawah rata-rata," ungkap salah satu pendemo.
Di dalam selebaran pengumuman calon PKWT lulus yang tertempel di pos Security PTPN III Ambalutu terdapat 23 orang yang lulus dari 52 orang pendaftar. Kemudian dari Desa Ambalutu hanya 4 orang yang diterima sebagai PKWT.
"PKWT yang dicari oleh perusahaan ini sebagai pemanen sawit yang seharusnya juga memiliki skill memanen yang baik. Sementara warga kami yang memiliki kemampuan memanennya sangat baik kami rekomendasikan langsung tetapi malah tidak ada yang lulus," jelas Kepala Desa Ambalutu, Heri Kusniadi.
Dijelaskan Heri bahwa sebelumnya pihak management berjanji kepada masyarakat yang notabenenya diamanahkan Pemerintah Desa untuk merekomendasikan masyarakat Desa Ambalutu sebagai PKWT sebanyak 6 orang dengan syarat memiliki kemampuan baik dalam bidang memanen sawit dan dengan keadaan ekonomi yang kurang mampu.
"Dari amanah itu, kami ada lima orang yang terdiri dari saya sendiri sebagai Kepala Desa, Sekdes, Ketua BPD, Ketua LPM dan perwakilan Kepala Dusun untuk merekrut siapa enam orang yang pantas untuk direkomendasikan PKWT di PTPN III Ambalutu. Enam warga kami ini menurut kami sangat memenuhi syarat, bahkan siap untuk aduh skill memanen," kata Kades Ambalutu.
Kemudian, kata Kades Ambalutu, 6 warganya itu tidak ada satupun yang lulus uji seleksi. Namun ada 4 orang warga Ambalutu lulus seleksi yang tidak termasuk rekomendasi dari Pemerintah Desa Ambalutu.
"Minggu malam tertanggal 12 Juli 2020 pengumuman yang lulus dibeberkan melalui selebaran yang ditempelkan di Pos Scurity. Dari itu, masyarakat kami mulai ribut gak terima. Kemudian saya ambil tindakan untuk menemui manager dan Askep di rumahnya. Namun tidak ada yang mau nemui kami hingga personil Polsek Prapat Janji turun dan meminta kami agar keesokan harinya saja diselesaikan dengan baik," jelas Heri.
Keesokan harinya, Senin (13/07/ 2020 ) Kepala Desa dan masyarakat Desa Ambalutu menunggu panggilan dan niat baik perusahaan hingga sore hari. Namun tungguan tersebut tidak ada dari management perusahaan sehingga memutuskan di hari Selasa (14/07/2020) untuk melakukan unjuk rasa.
"Hari ini adalah unjuk rasa yang kedua, semalam (Selasa) kita sudah ada juga melakukan kegiatan yang sama," urai Heri.
Dari pihak management, Asisten Tata Usaha (ATU) yang juga merangkap sebagai Asisten Personalia Kebun (APK) bernama Maria Ulfa keluar untuk menemui para pendemo.
Dalam penjelasan, Maria Ulfa mengaku tidak mengikuti proses penerimaan PKWT yang digelar oleh PTPN III Ambalutu.
"Saya tidak mengikuti proses ini dan saya tidak mengetahui siapa saja yang lulus dan juga siapa saya yang tidak lulus," pungkasnya. ( Hs )/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .