Oleh : Radar Medan | 29 Okt 2024, 11:09:00 WIB | 👁 828 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Disaksikan Pjs Bupati Labuhanbatu Faisal Arif Nasution, debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu pilkada serentak 2024 yang digelar di aula ballroom Suzuya Hotel Rantauprapat Senin 28/10/2024
RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU- Disaksikan Pjs Bupati Labuhanbatu Faisal Arif Nasution, debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu pilkada serentak 2024 yang digelar di aula ballroom Suzuya Hotel Rantauprapat Senin 28/10/2024, di ikuti oleh seluruh kandidat nomor urut 1, 2 dan 3.
Debat dimulai dari Calon Nomor Urut 01 Faizal Amri Siregar-Raja Fanny Fatahillah (FAZA) dilanjutkan Paslon 02 Maya Hasmita-Jamri (MARI). Dan terakhir Paslon 03 Hendri Syahputra Daulay-Ellya Rosa Siregar (HERO).
Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu, Zafar Sidik Pohan mengatakan kegiatan ini digelar berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 terkait dengan Pilkada serentak pemilihan Bupati/Wakil Bupati dan Gubernur/Wakil Gubernur yang diselenggarakan serentak pada tahun 2024.
Kemudian Pasal 10 huruf b mengatakan KPU wajib menyampaikan dan menginformasikan seluruh informasi terkait penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024.
"Atas dasar itu pula berdasarkan PKPU Nomor 13 tentang pelaksanaan kampanye yang mengatur tentang pasal 19 poin 1 menyatakan bahwa pelaksanaan difasilitasi oleh penyelenggara pemilu KPU dalam hal ini Kabupaten Labuhanbatu," sebut Zafar Siddik.
Dikatakannya, tujuan debat publik ini yaitu sebagai salah satu cara penyebarluasan profil visi misi dan program kerja calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu. Selain dari pada itu, debat publik ini juga bertujuan untuk menyampaikan dan menyebarluaskan pertimbangan kepada masyarakat agar dapat menentukan pilihan politiknya.
Kemudian adapun tujuan lainya dari debat ini sesuai dengan KPT 1363 adalah untuk menggali serta mengolaborasi setiap tema yang diangkat dalam debat terbuka antar Pasangan calon.
Diketahui pada debat tersebut bertindak sebagai panelis yaitu Agus Suriadi, Frien Jones Iven H Tambunan, Saiful Bahri. Perumus materi Novilda Elizabet Mustamu Dosen tetap Fakultas Sains ULB, Zulkarnaen Nasution, dan dipandu dua moderator Hendra Kurnia Pulungan dan Febrina Permata.
Debat dibagi menjadi enam segmen, pada segmen pertama masing-masing calon memaparkan visi misi selama 180 detik.
Sekmen kedua, para calon menyampaikan visi misi secara mendalam dengan memilih dan menjawab satu pertanyaan dari tim panelis selama 60 detik lalu ditanggapi calon lainnya dengan durasi 60 detik. Berlanjut ke segmen ketiga dengan pola yang sama.
Segmen keempat, calon Bupati akan saling tanya jawab dengan laga argumen dan adu solusi dengan waktu bertanya 30 detik dan waktu menjawab 60 detik.
Pada segmen kelima, masing-masing calon akan saling bertanya dengan waktu bertanya 30 detik dan waktu menjawab 60 detik.
Dan segmen terakhir masing-masing calon memberikan pernyataan penutup dan komitmennya jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu. (BS)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .