Program Tebus Ijazah, Harapan Bagi Siswa Kurang Mampu Lanjutkan Pendidikan
Oleh : Radar Medan | 21 Jul 2025, 18:54:32 WIB | 👁 565 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat berbincang hangat dengan Dimas A Kurniawan Podcast di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (21/7/2025).
RADARMEDAN.COM - Program tebus ijazah menjadi harapan bagi para siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat berbincang hangat dengan Dimas A Kurniawan Podcast di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (21/7/2025).
Dalam perbincangan tersebut, Dimas selaku Founder Kurniawan Talks menanyakan terkait masalah keamanan di Kota Medan. Menanggapi pertanyaan tersebut, Rico Waas mengatakan tingkat keamanan yang berhubungan dengan tindak kriminalitas erat kaitanya dengan pendidikan. Maka dari itu Pemko Medan menjamin agar jangan ada anak-anak di kota Medan yang putus Sekolah, salah satunya lewat program tebus ijazah.
"Melalui program ini kita menebus ijazah siswa-siswa dari keluarga yang kurang mampu, agar mereka dapat melanjutkan pendidikanya,"kata Rico Waas.
Dengan pendidikan yang baik, Rico Waas berharap menjadi modal bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang baik pula setelah dewasa kelak.
Selain itu lanjut Rico Waas, Pemko Medan juga terus membuka peluang investasi bagi para investor, sehingga nantinya dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.
"Kita juga memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat agar mereka memiliki keterampilan,"lanjut Rico Waas.
Tidak hanya dari segi pekerjaan saja, masalah narkotika juga menjadi pemicu terjadinya tindak kriminalitas. Untuk itu bilang Rico Waas lagi, Pemko Medan terus bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk mengatasi permasalahan narkotika ini.
"Kita terus berkoordinasi dengan rekan-rekan dari TNI dan Polri untuk mengatasi masalah ini,"bilang Rico Waas.
Selain dari masalah keamanan, Dimas juga menanyakan tentang mekanisme penerapan parkir di kota Medan. Atas pertanyaan tersebut, Rico Waas menjelaskan mekanisme perparkiran saat ini sedang dikaji oleh Pemko Medan dengan melibatkan akademisi. Diharapkan nantinya didapat mekanisme sistem perparkiran yang tidak merugikan masyarakat.
"Sedang kami kaji mekanismenya, apakah konvensional, e-parking atau barcode. Termasuk tarif parkir dan standarisasi jukir. Yang jelas mekanisme yang diterapkan nantinya jangan sampai merugikan masyarakat,"jelas Rico Waas.
Tidak hanya membenahi masalah perparkiran saja, Rico Waas juga mendorong agar masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Selain untuk mengurangi parkir tepi jalan, penggunaan transportasi umum juga dapat mengurangi kemacetan.
"Kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum ini juga penting. Kami akan terus membenahi sistem transportasi umum yang semakin baik bagi masyarakat,"pungkasnya.(hm/PE)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .