Wali Kota Medan Rico Waas Akan Ditabalkan Marga Ginting Suka Rico Waas : Penghargaan Tertinggi Dalam Hidup Saya
Oleh : Radar Medan | 18 Nov 2025, 09:20:33 WIB | 👁 670 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Rico Waas menerima audiensi dari panitia Penabalan Marga Karo, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (17/11/2025).
RADARMEDAN.COM - Dinilai memiliki hubungan historis dan batiniah yang panjang dengan masyarakat suku karo, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas akan ditabalkan marga Ginting Suka oleh pimpinan dan tokoh-tokoh adat Karo.
Hal tersebut terungkap saat Rico Waas menerima audiensi dari panitia Penabalan Marga Karo, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (17/11/2025).
Dalam audiensi tersebut, pewakilan dari pimpinan adat karo, Salman Ginting, menyampaikan rencana penabalan marga Ginting Suka kepada Wali Kota Medan, Rico Waas. Pemberian gelar adat ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi, sekaligus harapan agar Wali Kota Medan, Rico Waas dapat menjadi "bapak dari semua suku" di kota Medan.
"Marga yang akan diberikan adalah Ginting Suka, ini tidak terlepas dari hubungan panjang antara Kakek beliau yang bernama Jacob Waas yang ikut berjuang bersama dengan Jenderal Jamin Ginting selama perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia melawan Belanda," jelas Salman Ginting.
Penabalan marga yang rencananya akan diadakan pada 22 November 2025, di Rumah Dinas Wali Kota Medan itu tidak hanya diberikan kepada Wali kota Medan Rico Waas saja, melainkan juga akan diberikan kepada Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas.
"Pemberian marga itu harus diberikan sepasang,"ungkap Salman Ginting seraya menambahkan acara tersebut nantinya juga akan dihadiri perwakilan dari raja-raja adat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan, Rico Waas menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan adat karo dan menegaskan bahwa ini merupakan penghargaan tertinggi bagi dirinya.
"Bagi saya pribadi, pemberian sebuah marga adalah penghargaan tertinggi dalam hidup saya, sebab itu tidak mudah untuk dilakukan. Artinya saya akan masuk kedalam keluarga besar suku itu," kata Rico Waas.
Rico Waas juga menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan di kota Medan yang multikultural. Ia juga menekankan bahwa suku karo adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari kota Medan.
"Kota Medan adalah miniatur nyata dari Indonesia, sebab dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku. Kota Medan tidak mungkin bisa ada tanpa keberadaan suku yang lengkap seperti ini. Inilah yang harus kita banggakan dan menjadikannya medan untuk semua," sebut Rico Waas.
Rico Waas juga berharap, dengan penabalan marga ini akan menjadikan semangat bagi dirinya untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan juga kota Medan.
"Ini akan menjadi amanah dan tanggung jawab bagi saya, untuk meningkatkan kinerja berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan kota Medan," pungkasnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut, Rico Waas juga menerima penghargaan Guru Patimpus Award dan kain Beka Buluh.(hm/pe)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .