Apakah Kebersihan di Singapura Bagian dari Otoritarianisme Lunak?
Norma sosial dan aturan yang ketat secara perlahan membantu membumikan budaya higienisme

Oleh : Syaiful W Harahap | 25 Jun 2026, 05:36:19 WIB | 👁 557 Lihat
Gaya Hidup
Apakah Kebersihan di Singapura Bagian dari Otoritarianisme Lunak?

Keterangan Gambar : Kawasan historis Kampong Glam di Singapura. (Foto: dw.com/id - Roberto Moiola/Cavan Images/IMAGO)


RADARMEDAN.com - Salah satu keberhasilan Singapura paling mencolok adalah kebersihan kota. Kampanye berkala, norma sosial dan aturan yang ketat secara perlahan membantu membumikan budaya higienisme yang mengakar kuat. Kersten Knipp melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 16 Juni 2026).

Tidak ada yang bisa menuduh Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA - National Environment Agency) berpangku tangan sepanjang 2025. Dalam laporan terbarunya, lembaga itu menyebut telah menindak lebih dari 13.600 pelanggaran lingkungan. Di sejumlah titik rawan, NEA menggelar sekitar 300 operasi pengawasan khusus—lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2024. Selain itu, lebih dari 700 perintah kerja sosial dijatuhkan kepada pelanggar, sementara sekitar 350 kasus melibatkan warga yang membuang sampah dari gedung-gedung bertingkat.

Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu kota terbersih di dunia. Namun perang melawan sampah dan kekumuhan tak pernah benar-benar usai. Hal ini terlihat jelas pada tahun lalu, ketika pemerintah menetapkan 2024 sebagai "Tahun Kebersihan Publik”. Sorotan utama diarahkan pada toilet umum yang kerap mendapat penilaian buruk dalam berbagai survei.

Sebuah komisi khusus kemudian mengajukan sepuluh rekomendasi, mulai dari perbaikan desain, profesionalisasi layanan kebersihan, hingga peningkatan pengawasan dan partisipasi warga. Pemerintah pun mengalokasikan dana bantuan hingga 10 juta dolar Singapura untuk renovasi dan pembersihan menyeluruh fasilitas sanitasi.

"Keep Singapore Clean”

Kenapa kebersihan menjadi prioritas tinggi di Singapura? Jawabannya berkaitan dengan sejarah negara-kota itu. Menurut ilmuwan politik Marco Bünte dari Universitas Erlangen–Nürnberg, Jerman, kebersihan merupakan salah satu ciri paling menonjol Singapura. Dibandingkan banyak kota lain di Asia Tenggara, administrasi publik, transportasi, layanan kesehatan, dan sistem pendidikannya berjalan dengan efisien. Negara, kata Bünte, "sangat efektif dalam menjaga ketertiban umum."

Akar dari kondisi tersebut berkaitan erat dengan perjalanan sejarah Singapura. Setelah meraih kemerdekaan pada 1965, pemerintahan di bawah Lee Kuan Yew memiliki gambaran jelas tentang wajah negara yang ingin dibangun: bersih, efisien, dan berdaya saing tinggi. Kampanye Keep Singapore Clean yang diluncurkan pada 1968 menjadi manifestasi dari visi itu. Tujuannya bukan sekadar membersihkan kota, melainkan juga membentuk perilaku masyarakat.

Sampah dan modernisasi

Namun, menurut Andreas Klein, Kepala Kantor Yayasan Konrad Adenauer di Singapura, terlalu sederhana jika keberhasilan Singapura menjaga kebersihan hanya dipandang sebagai hasil kendali negara. Pemerintah memang menetapkan kerangka yang tegas, tetapi banyak warga kini menganggap perilaku hidup bersih sebagai sesuatu yang wajar dan menjadi bagian dari keseharian.

Dokumentasi historis Dewan Perpustakaan Nasional Singapura menggambarkan Keep Singapore Clean sebagai bagian dari proyek modernisasi yang lebih luas. Bersamaan dengan kampanye kebersihan, pemerintah memperluas jaringan sanitasi, memperketat regulasi kesehatan, dan memerangi berbagai penyakit. Kebersihan dipandang sebagai prasyarat bagi kesehatan masyarakat, kemajuan ekonomi, sekaligus kebanggaan nasional.

Sejak awal, pemerintah melibatkan sekolah, perusahaan, media, dan organisasi masyarakat dalam kampanye tersebut. Selain edukasi dan tekanan sosial, hukuman juga menjadi instrumen penting. Salah satu contoh paling terkenal hingga kini adalah larangan mengunyah dan menjual permen karet.

Pendidikan dan hukuman

Seberapa jauh intervensi negara menjangkau kehidupan sehari-hari terlihat dari kisah Hawker Centre alias pusat jajanan kaki lima yang kini menjadi salah satu daya tarik Singapura. Berawal dari lapak kaki lima yang nyaris tanpa regulasi, kondisi higienitas Hawker Centre berubah drastis melalui relokasi, penerapan standar kebersihan, dan inspeksi rutin. Menurut Klein, langkah itu tidak hanya meningkatkan kebersihan, tetapi juga memperbaiki kesehatan masyarakat secara signifikan.

Bagi Bünte, pendekatan tersebut mencerminkan karakter khas sistem politik Singapura. Tujuannya bukan semata membersihkan ruang publik, melainkan juga mendidik warga agar berperilaku sesuai standar yang diinginkan negara. Pelanggaran dikenai sanksi yang tidak ringan. Logika serupa, kata dia, diterapkan pula dalam bidang lain, seperti pemberantasan korupsi. Model ini terbukti efektif, meski bukan tanpa sisi problematis. Bünte menyebutnya sebagai bentuk "otoritarianisme* lunak.”

Otoritarianisme Lunak

Istilah itu juga dikenal dalam literatur akademik. Dalam kajian Governing as Gardening, ilmuwan politik Kamaludeen Mohamed Nasir dan Bryan Turner menyebut Singapura sebagai contoh klasik soft authoritarianism. Legitimasi sistem tersebut tidak terutama bertumpu pada kompetisi politik, melainkan pada keberhasilan ekonomi, keamanan, dan stabilitas.

Studi lain dari Nanyang Technological University sampai pada kesimpulan serupa. Selama puluhan tahun, negara berupaya menanamkan perilaku yang dianggap ideal melalui poster, komik, dan berbagai kampanye publik. Humor digunakan sebagai alat untuk menyampaikan norma sosial sekaligus, secara halus, menyamarkan kekuasaan negara dengan membangun persetujuan masyarakat.

Warga menikmati manfaatnya

Meski demikian, Klein mengingatkan bahwa kebersihan Singapura tak bisa semata-mata dijelaskan oleh kontrol negara. Julukan Fine City—yang merujuk pada banyaknya denda atas berbagai pelanggaran—dinilai terlalu menyederhanakan persoalan. Banyak warga menghargai manfaat langsung dari lingkungan yang bersih, terlebih di kawasan tropis, di mana kebersihan berkaitan erat dengan kesehatan.

Peran negara tetap terlihat hingga hari ini. Program terbaru untuk meningkatkan kualitas toilet umum memadukan bantuan dana, pelatihan, standar mutu, partisipasi warga, dan pengawasan. Pada 2024 saja, sekitar 1.300 tindakan penegakan aturan dijatuhkan kepada pengelola yang melanggar standar kebersihan. Sementara itu, NEA terus mengandalkan pengawasan, denda, dan kerja sosial bagi pelanggar berulang.

Karena itu, kebersihan Singapura bukan semata hasil represi negara, tetapi juga bukan sekadar buah dari kesadaran warga. Ia lahir dari perpaduan antara pembangunan infrastruktur, pembentukan norma sosial, dan kapasitas negara dalam menegakkan aturan. Atau seperti dirumuskan Andreas Klein: kebersihan Singapura merupakan hasil interaksi berbagai faktor—regulasi pemerintah, pendidikan, norma sosial, kesehatan publik, serta rasa tanggung jawab yang kuat terhadap kepentingan bersama. (Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman/Diadaptasi oleh Rizki Nugraha/Editor: Yuniman Farid)/dw.com.id. [*]

* otoritarianisme - sistem pemerintahan yang secara politik kekuasaan dipegang oleh satu pemimpin atau kelompok kecil


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas