APEKSI Sampaikan 10 Rekomendasi Strategis kepada Presiden Dorong Penguatan Fiskal hingga Kota Berkelanjutan
Oleh : Radar Medan | 03 Jul 2026, 09:04:56 WIB | 👁 734 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Eri Cahyadi dalam konferensi pers usai penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026).
RADARMEDAN,COM - Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan menyampaikan 10 rekomendasi strategis kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI Tahun 2026 di Kota Medan. Rekomendasi tersebut berisi berbagai usulan untuk memperkuat kapasitas pemerintah kota, mulai dari reformasi hubungan keuangan pusat dan daerah, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga penguatan ekonomi lokal dan kota berkelanjutan.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan seluruh rekomendasi itu akan disampaikan langsung kepada Presiden beserta sejumlah menteri terkait sebagai bentuk dukungan pemerintah kota terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN).
"APEKSI mendukung penuh Program Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden. Melalui rekomendasi ini kami juga menyampaikan berbagai kondisi riil dan tantangan yang dihadapi pemerintah kota agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif," ujar Eri Cahyadi dalam konferensi pers usai penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026).
Didampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan jajaran pengurus APEKSI, Eri menjelaskan rekomendasi pertama menitikberatkan pada penguatan kapasitas fiskal daerah melalui reformasi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. APEKSI berharap adanya kejelasan pemanfaatan dana transfer ke daerah, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), serta perluasan ruang fiskal agar pemerintah kota memiliki keleluasaan dalam menjalankan program pembangunan.
APEKSI juga menyoroti kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Menurut Eri, apabila seluruh beban gaji P3K dibebankan kepada APBD, maka belanja pegawai di sejumlah daerah berpotensi melampaui batas ideal 30 persen sehingga mengurangi anggaran pembangunan.
"Kami mengusulkan agar kompensasi gaji P3K dapat didukung melalui APBN sehingga pemerintah kota tetap memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik," katanya.
Dalam bidang infrastruktur, APEKSI mendorong percepatan pembangunan konektivitas antarwilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Pemerintah kota juga meminta agar pembangunan infrastruktur dasar diprioritaskan pada wilayah yang masih membutuhkan konektivitas.
APEKSI turut mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui integrasi data perlindungan sosial serta sinkronisasi sistem perizinan nasional dengan tata ruang daerah agar investasi dapat berjalan tanpa menimbulkan konflik di lapangan.
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Menurut Eri, pengelolaan sampah merupakan tantangan besar bagi kota-kota di Indonesia. Karena itu, APEKSI mendukung pengembangan program pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) serta berbagai inovasi pengelolaan limbah yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.
Di sektor ekonomi, APEKSI mengusulkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis lebih banyak melibatkan UMKM lokal dan kantin sekolah sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Selain itu, APEKSI juga mengusulkan penyesuaian kebijakan tata ruang yang mempertimbangkan karakteristik wilayah perkotaan, penguatan kerja sama antar daerah, pendampingan hukum bagi pemerintah kota, hingga pelibatan generasi muda melalui program Youth City Changers (YCC). Menurut Eri, berbagai gagasan dari anak muda diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan dokumen pembangunan jangka menengah maupun jangka panjang di setiap daerah.
Sementara itu, Rico Waas menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang telah mengawal pemberitaan Rakernas XVIII APEKSI sejak hari pertama hingga penutupan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, jajaran Pemerintah Kota Medan, pengurus APEKSI, aparat keamanan, relawan, serta seluruh pekerja di sektor transportasi, perhotelan, konsumsi, dan kebersihan yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Rakernas.
Rico Waas berharap seluruh hasil pembahasan dan rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kota-kota di Indonesia.
"Semoga setiap kota membawa pulang pengalaman, inovasi, dan inspirasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. Dengan kolaborasi yang kuat antarkota, kita dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaulat," pungkasnya.
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .