Bertekad Pulang Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Hadapi Ancam Hukuman Mati
Hasina menghadapi vonis hukuman mati di Bangladesh terkait tindakan represif

Oleh : Syaiful W Harahap | 07 Agu 2026, 10:28:38 WIB | 👁 160 Lihat
Internasional
Bertekad Pulang Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Hadapi Ancam Hukuman Mati

Keterangan Gambar : Sheikh Hasina melarikan diri ke India pada Agustus 2024 setelah aksi protes melengserkan jabatannya sebagai PM Bangladesh. (Foto: dw.com/id - Mohammad Ponir Hossain/REUTERS)


RADARMEDAN.com – Berbicara kepada para pendukungnya, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengatakan rasa takut tidak menghalangi “tanggung jawab kepada rakyat.” Seerat Chabba melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 6/8/2026).

Setelah lengser dari jabatannya pada Agustus 2024, Mantan Perdana Menteri (PM) Bangladesh, Sheikh Hasina, mengatakan pada Rabu (5/8/2026) bahwa ia berencana kembali ke Bangladesh dari pengasingannya di India pada bulan Desember. Ia menghadapi vonis hukuman mati di Bangladesh terkait tindakan represif yang menewaskan banyak orang terhadap para demonstran pada tahun 2024.

Hasina mengatakan hal tersebut dalam sebuah acara media di New Delhiyang diselenggarakan oleh Foreign Correspondents' Club of South Asia. Acara tersebut menandai peringatan dua tahun pemberontakan yang memaksanya mundur dari jabatannya. Ini adalah kali pertama ia berbicara kepada awak media sejak melarikan diri dari negaranya. Awalnya ia diperkirakan akan tampil melalui cuplikan video, namun ia hanya menyampaikan pesan audio dari balik layar kosong.

Belum jelas mengapa mantan PM Bangladesh itu memilih untuk tidak memperlihatkan wajahnya, mengingat para pemimpin Partai Liga Awami beserta putra Hasina ikut berbicara dan tampil di depan kamera.

Sheikh Hasina menyampaikan pidato daring yang hanya disertai audio. (Foto: dw.com/id  - Anushree Fadnavis/REUTERS)

Apa yang disampaikan mantan PM tersebut?

"Saya akan kembali pada rakyat saya,” kata Hasina. Ia menambahkan akan mengumumkan tanggal pasti dan rincian kepulangannya nanti. "Saya tahu mereka mungkin akan memenjarakan saya atau mungkin membunuh saya, apa pun bisa terjadi, tetapi tetap saja saya harus kembali,” katanya. "Rasa takut tidak dapat menghalangi tanggung jawab kepada rakyat.”

Hasina melarikan diri ke India pada tahun 2024 setelah protes yang dipimpin mahasiswa memaksanya mengakhiri masa jabatannya sebagai perdana menteri setelah memimpin negara dalam dua periode kepemimpinan selama 20 tahun.

Pada tahun 2025, pengadilan di Bangladesh memvonisnya secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa di ruang sidang) atas kejahatan terhadap kemanusiaan karena turut berperan dalam tindakan represif yang disertai kekerasan terhadap protes yang dipimpin mahasiswa pada tahun 2024. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa hampir 1.400 orang tewas dalam aksi protes itu.

Hasina pun dijatuhi hukuman mati, namun ia membantah tuduhan tersebut dan menyebut kasus ini bermotif politik.

Apa pengaruhnya terhadap hubungan Bangladesh – India?

Hubungan Bangladesh dan India sempat bersitegang setelah Hasina melarikan diri ke sana. Dhaka telah berulang kali meminta ekstradisi Hasina, sementara India menyatakan telah menerima permintaan tersebut dan sedang meninjaunya.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengkritik acara yang digelar pada hari Rabu tersebut, menyebutnya sebagai penghinaan terhadap kedaulatan negara. Kementerian tersebut menyatakan bahwa membiarkan Hasina berbicara secara terbuka kepada pers merupakan hal yang "sangat menyakitkan” dan karenanya Bangladesh "sangat marah.”

Pemerintahan di bawah pimpinan Perdana Menteri Tarique Rahman juga telah memperingatkan media lokal sehari sebelumnya agar tidak mempublikasikan pernyataan Hasina, dengan mengutip perintah pengadilan tahun 2024 yang melarang penyiaran atau publikasi pernyataan-pernyataannya mantan PM tersebut. Akibatnya, tidak ada media di Bangladesh yang meliput acara tersebut, namun peristiwa itu tersebar luas di media sosial.

PM Rahman adalah putra mantan PM Khaleda Zia dan pesaing politik Hasina. Ia menduduki jabatan tersebut setelah memenangkan pemilu Februari 2026 dalam pemilu yang diawasi oleh pemerintah sementara negara tersebut. Partai Liga Awami milik Hasina dilarang ikut serta dalam pemilu tersebut.

Hasina menyebut pelarangan tersebut bermotif politik

Dalam pidatonya, Hasina juga mendesak pemerintah untuk mencabut larangan terhadap partainya serta membebaskan tahanan politik. Alasannya: apa yang awalnya merupakan protes terkait kuota pekerjaan di sektor publik telah berubah menjadi upaya terkoordinasi untuk menggulingkan pemerintahannya dan melemahkan konstitusi.

Dia juga mengklaim bahwa perekonomian Bangladesh telah memburuk sejak dia meninggalkan jabatannya dengan pertumbuhan yang melambat, investasi yang melemah, dan lebih dari 20 juta orang tidak memiliki pekerjaan.

Saat Hasina berbicara kepada media, para demonstran di Dhaka membakar patung boneka yang menyerupai dirinya. Tanggal 5 Agustus menandai dua tahun sejak Hasina melarikan diri ke India dengan helikopter setelah pemerintahannya lengser.

Pada tanggal yang sama, Bangladesh meresmikan sebuah museum baru yang didedikasikan untuk aksi pemberontakan 2024. Museum Peringatan Pemberontakan Massal Juli tersebut berlokasi di dalam bekas kediaman resmi Hasina di Dhaka.

Museum ini menampilkan rekaman audio dan video, barang-barang pribadi milik para korban, serta kliping surat kabar dari masa itu, bersama dengan bahan-bahan yang mendokumentasikan dugaan pelanggaran hak asasi manusia selama masa pemerintahan Hasina. Muhammad Yunus sebagai kepala pemerintahan sementara Bangladesh dan juga pemenang Hadiah Nobel Perdamaian meresmikan museum tersebut bersama PM Rahman.

Bangladesh dan India baru-baru ini menunjukkan minat untuk memperbaiki hubungan bilateralnya. Namun, Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyatakan bahwa dengan mengizinkan Hasina berbicara kepada pers telah mencederai hubungan kedua negara. (Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris/Diadaptasi oleh Sorta Caroline/Editor: Ayu Purwaningsih)/dw.com/id. [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas