Delapan Kali Ajukan Perbaikan, Di Era Rico Waas Nurhayani Akhirnya Punya Rumah Layak Huni

Oleh : Radar Medan | 06 Okt 2026, 09:21:40 WIB | 👁 134 Lihat
Berita Kota
Delapan Kali Ajukan Perbaikan, Di Era Rico Waas Nurhayani Akhirnya Punya Rumah Layak Huni

Keterangan Gambar : Rasa haru sekaligus syukur terpancar dari wajah Nurhayani ketika melihat rumah yang telah ditempatinya selama puluhan tahun itu selesai dibedah melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemko Medan.


RADARMEDAN.COM - Selama delapan tahun, Nurhayani Siregar tak berhenti mengajukan permohonan agar rumahnya yang hampir rubuh mendapat bantuan perbaikan. Penantian panjang itu akhirnya berbuah lega. Di masa kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, rumahnya di Jalan Air Bersih, Gang Amal Bakti No. 5, kini berubah menjadi hunian permanen dan layak huni.

Rasa haru sekaligus syukur terpancar dari wajah Nurhayani ketika melihat rumah yang telah ditempatinya selama puluhan tahun itu selesai dibedah melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemko Medan.

Rumah tersebut sebelumnya didominasi material papan yang hampir rubuh. Kondisinya jauh dari kata layak, terlebih rumah itu telah menjadi tempat tinggal Nurhayani dan keluarganya selama 34 tahun.

Kini, suasananya berbeda. Rumah yang sebelumnya serba kayu telah berubah menjadi bangunan permanen.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak buat Bapak Wali Kota Medan, Pak Rico Waas. Dengan program bedah rumah Pemko Medan ini, rumah kami sudah terbangun. Yang tadinya papan semua, sudah mau rubuh, sekarang sudah permanen," ujar Nurhayani saat ditemui ketika Wali Kota Medan Rico Waas meninjau rumahnya, Senin (5/10/26).

Kehadiran Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Nurhayani dan keluarga.

Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar membangun kembali rumah. Setelah bertahun-tahun hidup dalam kondisi rumah yang kurang layak, kini ia memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk keluarganya.

Nurhayani mengaku perjuangan mendapatkan bantuan tersebut bukanlah perkara singkat. Selama delapan tahun, ia berulang kali mengajukan permohonan agar rumahnya dapat diperbaiki.

"Sudah delapan tahun kami mengajukan ini. Perjuangan kami untuk mengajukan ini sudah delapan tahun," ungkap Nurhayani didampingi anaknya Sri Herawati Pulungan.

Penantian itu akhirnya terjawab dimasa Wali Kota Medan Rico Waas setelah Pemko Medan merealisasikan program bedah rumah tersebut. Proses pembangunannya sendiri berlangsung sekitar satu bulan.

"Sudah sebulan," kata Nurhayani ketika ditanya mengenai lama pengerjaan rumahnya.

Selain bersyukur atas rumah yang kini jauh lebih layak, Nurhayani yang telah menetap di lokasi tersebut selama 34 tahun juga menyampaikan harapan lain kepada Pemko Medan. Ia berharap dapat memperoleh perhatian melalui program bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), sebab saat ini dirinya terdata di Desil 6.

Harapan itu telah disampaikannya langsung saat bertemu Rico Waas. Ia berharap permohonannya dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah kecamatan dan kelurahan.

"Ya itulah, saya minta mudah-mudahan permintaan saya sama Pak Wali Kota ditanggapi. Tadi Pak Wali Kota sudah minta koordinasi sama Pak Camat dan Pak Lurah juga, nanti katanya Desil diturunkan," ujarnya.

Di tengah rasa syukur itu, Nurhayani juga berharap program bedah rumah Pemko Medan dapat terus berlanjut. Menurutnya, masih banyak warga kurang mampu yang membutuhkan tempat tinggal layak.

"Mudah-mudahan program ini berjalan terus buat warga-warga yang kurang mampu seperti kami, terbantu juga," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan pembangunan rumah warga melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bukan sekadar mengganti atap, dinding atau lantai. Rumah yang diserahkan kepada warga harus benar-benar selesai dan dapat langsung memberikan rasa nyaman bagi penghuninya.

Karena itu, saat melihat pengerjaan program  rehabilitasi RTLH yang sudah memasuki tahap akhir, Rico Waas masih menemukan sejumlah bagian yang perlu diselesaikan, antara lain saluran air dan pengecatan.

“Ini masih ada beberapa yang perlu diatensikan, termasuk saluran air yang masih belum selesai, cat-cat yang juga masih belum kering. Itu perlu diatensikan supaya bisa segera, mungkin seminggu lagi sudah selesai,” ujar Rico.

Menurut Rico Waas, warga penerima bantuan tidak hanya membutuhkan bangunan baru, tetapi juga rumah yang benar-benar siap dihuni.

“Kalau bisa begitu serah terima, memang sudah rumah layak huni yang sudah bersih, sudah bagus. Jangan disisakan puing-puing. Begitu hanya dikasih rumah, sudah, ditinggal. Tidak. Jadi memang bagian dari pelayanan itu adalah sampai selesai betul, harus bersih,” tegas Rico Waas


Rico Waas mengatakan, perhatian terhadap rumah tidak layak huni merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga meminta kader Posyandu ikut berperan aktif menemukan keluarga yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak.

"Saya juga pesankan kepada kader Posyandu untuk bisa mencari ataupun mendapatkan informasi di mana rumah-rumah yang tidak layak huni itu bisa direkomendasi untuk dibenahi,” ujar Rico Waas.

Peninjauan rumah Nurhayani juga membawa Rico Waas pada persoalan lain: ketepatan data penerima bantuan sosial.

Di lokasi, Rico Waas menemukan kondisi keluarga yang dinilai perlu mendapat perhatian, namun dalam data tercatat berada pada kategori Desil 6.

Temuan tersebut langsung mendapat perhatian Rico. Ia meminta pihak kecamatan melakukan verifikasi ulang agar kondisi faktual keluarga benar-benar sesuai dengan data yang digunakan dalam penyaluran bantuan.(HM)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas