Diduga Konflik Chapel POUK USU: Dalih Renovasi Demi Gulingkan Pendeta yang Sah Jemaat POUK USU Tolak Gusur: Kami Setia Pada Pdt. Gloria yang Berbakti 20 Tahun
Oleh : Radar Medan | 08 Jun 2026, 10:33:20 WIB | 👁 2379 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Jemaat POUK menolak tunduk. Mereka berkumpul di dalam ruang ibadah melakukandeklarasi
RADARMEDAN.COM – Gempuran birokrasi tingkat tinggi tidak menyurutkan langkah jemaat Gereja Oikoumene (POUK) Chapel Universitas Sumatera Utara (USU).
Tekanan dari rektorat kampus dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sumatera Utara (PGIW-SU) justru direspons dengan perlawanan yang makin solid.
Perlawanan para majelis, pelayan, dan jemaat atas rencana pengosongan paksa ini makin panas pasca terbitnya dua pucuk surat pada tanggal yang sama.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Infrastruktur, dan Bisnis USU, Muhammad Anggia Muchtar, secara berkala melayangkan Surat Peringatan Ketiga untuk segera mengosongkan gedung.
Surat Ketua PGIW-SU, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, yang mengeluarkan surat resmi berlogo PGI (Nomor 101/B/PGIW-SU/VI/2026) diduga memanaskan situasi. Surat itu secara mengejutkan menyatakan bahwa pimpinan gereja, Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div, bukanlah Pendeta Tenaga Utusan Gereja (TUG) PGIW-SU, sekaligus melarangnya menggunakan atribut persekutuan tersebut.
Keputusan dari dua institusi besar ini disayangkan banyak pihak karena alih-alih meredam situasi, langkah tersebut justru memicu pertikaian sesama umat beragama.
Kekompakan manuver ini langsung menuai kecaman keras. Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumut, Dedy Mauritz Simanjuntak, menilai tindakan berulang dari rektorat sangat berbahaya.
"Mengirim surat pengosongan gedung gereja secara paksa hingga tiga kali, ini sama saja memantik amarah dan perpecahan sesama umat beragama Kristen. Mohon kepada Rektorat USU lebih bijak dan beradab. Jangan berlindung dengan berjubahkan nama besar USU," tegas Dedy kepada wartawan, Minggu 7/06/2026.
Narasi penataan dan renovasi gedung yang didengungkan rektorat dinilai banyak pihak hanyalah tameng untuk mendepak Pdt. Gloria dari kursi kepemimpinan gereja.
Ia menambahkan fakta di lapangan menunjukkan kualitas dan kuantitas fisik bangunan Chapel USU masih sangat kokoh, utuh, dan jauh dari kata tidak layak.
Wacana renovasi ini diduga kuat menjadi dalih memuluskan perebutan kursi kepemimpinan oleh oknum elit pengurus Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) baru yang pembentukannya disinyalir tidak sesuai dengan mekanisme AD/ART.
Kekisruhan ini sejatinya memiliki akar sejarah yang panjang. Pada tahun 1986, Rektor USU kala itu, Prof. Dr. AP. Parlindungan, S.H., resmi mengeluarkan SK penetapan lahan seluas 750 meter persegi bagi PIWK Kampus USU dengan status hak pakai untuk aktivitas kerohanian. Namun diketahui seluruh biaya pembangunan Chapel POUK merupakan biaya jemaat sendiri.
Jemaat menyebut konflik murni bermula dari mandeknya regenerasi kepengurusan majelis yang mayoritas diisi para profesor pendiri yang telah lanjut usia.
Niat untuk meregenerasi pengurus harian justru berujung penolakan oleh majelis lama. Situasi meruncing ketika kelompok majelis baru yang mengaku pengurus PIWK secara sepihak membawa masalah ini ke ranah rektorat, yang berujung pada tindakan intimidatif dan tak manusiawi seperti penutupan paksa gedung gereja menggunakan seng, penggembokan, dan pemasangan spanduk pelarangan ibadah.
Menghadapi rentetan tindakan diskriminatif yang mencoba merongrong pelayanan pendeta yang sudah mengabdi selama 20 tahun tersebut, Majelis dan Jemaat POUK menolak tunduk. Mereka berkumpul di dalam ruang ibadah dan menyatukan suara melalui sebuah deklarasi resmi yang menggema kuat dalam satu kesatuan tekad.
Dalam pernyataan sikap tersebut, jemaat secara lantang menyuarakan komitmen utamanya untuk tetap mendukung penuh Pdt. Gloria I. Balle sebagai Tenaga Utusan Gereja di POUK Chapel USU. Selanjutnya, mereka menegaskan kembali status historis bahwa POUK Chapel USU merupakan gereja murni di bawah binaan PGI Wilayah Sumatera Utara.
Berikut kutipan deklarasi mereka yang dikutip media ini dari video :
Kami dari Jemaat Pouk Chapel USU Gereja Oikoumene menyatakan:
1. Tetap Mendukung ibu Pendeta Gloria I Balle, S.Th., M.Div sebagai Tenaga Utusan Gereja di Pouk Chapel USU Gereja Oikoumene.
2. POUK Chapel USU Gereja Oikoumene merupakan Gereja dibawah binaan PGI Wilayah Sumatera Utara.
3. Kami tetap beribadah di POUK Chapel USU Gereja Oikoumene, Jalan Dr. Sumarsono No 66, Medan.
Dikonfirmasi terpisah Ketua PGIW-SU, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menjelaskan bahwa keputusan pencabutan dukungan pada awal Juni itu diambil melalui Rapat MPH demi mencari solusi terbaik, menyusul ketidakhadiran Pdt. Gloria setelah beberapa kali diundang.
Pdt. Victor menambahkan bahwa PGI-SU tidak menerbitkan SK, karena Pdt Gloria tidak pernah menerima SK dari PGIW SU dan Pdt Gloria Balle tidak diperkenankan menggunakan logo PGI karena beliau tidak ada hubungan dengan PGIW SU lagi. Victor juga menyebut jemaat dapat beribadah di ruangan sementara yang disediakan kampus USU.
Saat ditanya apakah Ketua PGI SU mengetahui sejarah pembangunan gedung, Pdt. Tinambunan menyebut kurang mengetahui sejarahnya, hanya mengetahui lahan tersebut milik USU.
Dikonfirmasi ulang ketidak hadirannya pada rapat undangan PGI-SU, Pendeta Gloria I Balle menyampaikan PGI SU tidak mengakomodir permohonan majelis.
"Sudah seyogianya hasil rapat yang kami berikan ke PGI - SU agar pengurus yang telah terpilih dalam rapat dilantik, sudah dua kali kami berikan surat, tapi tidak ditindaklanjuti, malah mengabaikan, urusan kami tidak itu saja jadi kami fokus pada pelayanan," ucap Pdt Gloria.(HM)
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .