Edukasi Warga, Ini Pesan Tegas Zakiyuddin Harahap di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026

Oleh : Radar Medan | 26 Apr 2026, 18:14:59 WIB | 👁 567 Lihat
Berita Kota
Edukasi Warga, Ini Pesan Tegas Zakiyuddin Harahap di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (26/4/2026).


RADARMEDAN.COM - Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (26/4/2026). Dalam amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa Medan harus belajar serius dari dua tahun banjir berturut-turut dan menjadikan kesiapsiagaan sebagai gerakan nyata, bukan sekadar seremonial.

Apel HKB yang dihadiri Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, Pimpinan Perangkat Daerah, Kadis Damkarmat, Wandro Malau, Kepala DLH Melvi Marlabayana, Kabag Tapem Rudi, dan Camat se- Kota Medan ini diikuti stakeholder dan berbagai unsur diantaranya Personel TNI dan Polri, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan, Anggota Kwarcab Pramuka Kota Medan, Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Relawan dari STIKes Mitra Husada serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Disampaikan Zakiyuddin, banjir besar yang melanda pada November 2025 merupakan peristiwa terparah yang ia saksikan sepanjang hidupnya. Meski 2024 tidak separah itu, pola kejadian di bulan yang sama menjadi peringatan keras bahwa potensi serupa bisa terulang pada November 2026.

“Kita harus betul-betul merenungkan kenapa ini terjadi. Dari tiga provinsi yang terdampak, hanya kota besar di Sumatera Utara, yakni Medan, yang terendam. Artinya ada yang salah pada sistem aliran sungai kita,” kata Zakiyuddin.

Menurut Zakiyuddin, Medan yang dikelilingi sungai justru menghadapi persoalan aliran yang terputus, drainase tersumbat, serta parit yang tak berfungsi. Dirinya menduga persoalan tak hanya berada di dalam kota, tetapi juga di wilayah hulu yang memengaruhi aliran air menuju Medan.

Dalam apel tersebut, Zakiyuddin memberi penekanan khusus pada peran Kepala Lingkungan (Kepling). Ia meminta seluruh Kepling wajib terlibat aktif dalam edukasi kebencanaan karena merekalah yang paling memahami kondisi riil lingkungan masing-masing.

"Masih banyak parit kita tersumbat. Bagaimana air mau mengalir ke sungai kalau paritnya saja tidak beres. Kepling inilah yang paling tahu kondisi itu,” jelas Zakiyuddin.

Kemudian  Zakiyuddin juga menyoroti minimnya pemahaman warga saat banjir besar terjadi. Banyak warga yang tidak percaya air akan naik sedemikian tinggi karena belum pernah mengalami sebelumnya, sehingga proses evakuasi menjadi sulit.

Karena itu, ia mendorong adanya sistem peringatan dini sederhana yang dipahami warga, seperti kentongan atau sirene. Seperti pada HKB 2026 ini, tepat pukul 10.00 WIB, dilakukan pemukulan kentongan sebagai simbol kesiapsiagaan, dan ia meminta setiap Kepling memiliki alat tersebut sebagai penanda bahaya di lingkungan masing-masing.

Pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Zakiyuddin juga menyinggung persoalan klasik yang memperparah banjir dimana kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan parit. Zakiyuddin mengakui masih kerap menyaksikan langsung warga membuang sampah dalam jumlah besar ke aliran air. Selain itu, ia menyoroti keberadaan bangunan liar di bantaran sungai dan parit, bahkan hingga menutup jalan inspeksi.

“Jangankan sungai, jalan inspeksi saja sudah tertutup rumah. Tidak mungkin mereka tidak membuang sampah ke sungai,” ujar Zakiyuddin sembari menyampaikan kondisi sungai, gorong-gorong, dan parit yang kotor  sebagai fakta yang bisa dilihat langsung di lapangan, dan harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah.

Di akhir amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa HKB tidak boleh berhenti pada kegiatan apel semata. Ia berharap momentum ini menjadi awal pembenahan serius dan edukasi masif kepada masyarakat agar banjir tidak menjadi kejadian tahunan yang diterima sebagai hal biasa.

"Peringatan HKB bukan berarti mengharapkan terjadinya musibah, melainkan sebagai pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja tanpa diduga. Saya menghimbau kepada masyarakat kiranya untuk menjaga kebersihan, minimal jangan membuang sampah di parit atau di sungai. Itu saja sudah sangat membantu untuk menghadapi bencana ke depan," ucap Zakiyuddin.

 Zakiyuddin kembali menginstruksikan agar para Kepala Lingkungan (Kepling) terlibat aktif dalam menyebarkan informasi mitigasi, bekerjasama dengan BPBD yang gencar mengedukasi hingga ke tingkat lingkungan terkait bencana maupun peringatan dini.

"Kita berharap kentongan-kentongan ini ada di setiap lingkungan. Begitu ada bencana, kita bisa (beritahu) melalui corong suara di masjid-masjid, bisa juga melalui kentongan. Dengan begitu, masyarakat tahu bahwasanya bencana akan datang," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema "Siap Untuk Selamat" dengan subtema "Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana". 

Berbeda dengan apel seremonial biasa, HKB 2026 diisi dengan aksi nyata berupa gotong royong pembersihan Sungai Deli. tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran kolektif dan kewaspadaan dini masyarakat.(hm)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas