Oleh : Radar Medan | 30 Jul 2026, 15:45:22 WIB | 👁 102 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu yang sosoknya sempat viral di media sosial (medsos), dilabrak bawahan karena kerap melakukan pungutan-pungutan yang tidak jelas peruntukannya (pungli) kembali bikin 'ulah'.
Kali ini, Kapus yang akrab disapa Apin diduga hendak mencoba menakut-nakuti para pegawai medis di Puskesmas Tanjung Haloban dengan membawa seorang pria yang mengaku anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) asal Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel) serta calon suami Apin, hingga sempat membuat kegaduhan di Puskesmas Tanjung Haloban, Rabu (29/7/2026).
Aksi pria yang mengaku personel Polri itu kini viral dan ramai jadi perbincangan masyarakat karena ulahnya mengganggu petugas tenaga kesehatan (nakes) saat menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
Kasi Propam Polres Labusel, AKP Darmaga Tarigan meminta untuk berkordinasi dengan Kanit Paminal, saat dikonfirmasi terkait aksi pria yang mengaku oknum Polri asal Polres Labusel.
"Kordinasi dengan Kanit Paminal," pintanya, Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, Kanit Paminal Polres Labusel, Ipda T Situmorang mengatakan sosok pria viral yang merupakan personel Polres Labusel tersebut saat ini sedang dalam proses pemeriksaan.
"Lagi dimintai keterangan," katanya.
Menurut salah seorang Nakes yang ditemui di sana, awalnya pria tersebut datang bersama Kapus Apin, dengan mengendarai minibus jenis Innova warna silver.
Melihat gerak-geriknya tampak mencurigakan, seorang petugas kesehatan mencoba memberikan pelayanan, bertanya maksudnya kedatangannya.
Menjawab pertanyaan petugas, oknum polisi berpakaian preman itu mengaku calon suami Kapus, dan mencoba mengeluarkan kalimat untuk tidak mengganggu Kapus Apin. Hingga membuat seluruh staf naik pitam dan memicu kegaduhan.
"Jangan ada yang ganggu dia ya," terang salah seorang Nakes menirukan perkataan oknum.
Di gedung Puskesmas lantai 2, pria yang berulang-ulang mengaku oknum polisi itu beradu argumen dengan seluruh nakes. Hingga salah seorang nakes memintanya keluar meninggalkan Puskesmas, agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.
"Tolong tinggalkan tempat ini pak, biar kami bisa kerja," pinta wanita berkerudung pink.
Merasa tidak nyaman, salah seorang petugas Puskesmas menghubungi keluarganya, dan pegawai lainnya mencoba menghubungi wartawan untuk datang ke puskesmas.
Saat ditemui wartawan di lokasi, oknum yang mengaku personel Polri asal Polres Labusel tersebut tidak bersedia memberikan identitasnya.
"Mentang-mentang wartawan suka-suka mu tanya namaku, ini negara hukum, aku polisi dari Polres Labusel," hardiknya.
Terpisah, Kapolres Labusel AKBP Rosef Efendi, saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan. (BS)/pe
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .