Mata Hari Si Penari Eksotis yang Jadi Mata-mata Ulung Mata Hari adalah legenda pada masanya
Oleh : Syaiful W Harahap | 11 Agu 2026, 17:50:51 WIB | 👁 220 Lihat Internasional
Keterangan Gambar : Kisah hidup Mata Hari telah beberapa kali diadaptasi ke layar lebar beberapa kali dan terus memikat banyak orang hingga saat ini. (Foto: dw.com/id-Darchivio/opale.photo/picture alliance)
RADARMEDAN.com – Mata Hari memukau kaum elite dengan kecantikan dan performanya. Dituduh menjadi mata-mata Perang Dunia I, ia pun dieksekusi regu tembak Prancis pada 1917. Suzanne Cords melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 11/6/2026).
Mata Hari adalah legenda pada masanya. Ketika ia muncul di panggung hiburan Paris pada tahun 1905, ia berhasil memikat hati kalangan elite.
"Ia menari dengan tudung dan korset bertatahkan permata, hampir tanpa balutan busana lainnya,” tulis media Paris. "Belum pernah ada orang yang berani tampil begitu terbuka dengan penuh gairah. Betapa indahnya gerakan-gerakan yang ia lakukan, berani sekaligus anggun secara bersamaan.”
Mata Hari telah meyakinkan penonton dan pers bahwa ia adalah seorang penari kuil yang eksotis, meski namun artis berambut gelap itu sebenarnya berasal dari Belanda.
Salah satu ciri khas zaman itu, Belle Epoque, adalah dengan meningkatnya ketertarikan masyarakat Paris akan budaya-budaya yang dianggap eksotis. Didorong oleh keputusasaan finansial, Mata Hari memanfaatkan ketertarikan masyarakat dengan berpura-pura jadi orang India.
Untuk membuat penampilannya lebih meyakinkan, ia pun membuat kisah hidupnya sendiri, menyebut dirinya sebagai putri Brahmana yang sangat dihormati. "Ibuku, penari Bayadere pertama di Kuil Ranganathaswamy, meninggal pada usia empat belas tahun, tepat pada hari kelahiranku. Setelah para pendeta kuil mengkremasi jenazahnya, mereka mengadopsi dan menamai aku Mata Hari, yang berarti ‘Mata Hari' (kata dalam bahasa Melayu berarti matahari),” jelasnya.
Mata Hari mengaku telah mempelajari tarian-tarian suci kuil sejak usia dini. Selama pertunjukan, satu per satu tudung penutup dilepaskannya. Kemudian, ia berkata, "Aku tidak pernah menari dengan baik. Satu-satunya alasan orang datang menontonku adalah karena aku berani tampil telanjang,” katanya.
Mata Hari membangun personanya sebagai Putri Brahmana yang elegan tapi juga sensual. (Foto: dw.com/id-Scherl/SZ Photo/picture alliance)
Putri seorang pembuat topi Belanda
Kalangan elite tak pernah bosan dengan Mata Hari, tanpa menyadari bahwa nama aslinya adalah Margaretha Geertruida Zelle dan ia berasal dari kota kecil Leeuwarden di Belanda.
Lahir pada 7 Agustus 1876, Mata Hari adalah putri seorang pembuat topi yang menjadi kaya raya karena sang ayah pintar berspekulasi di pasar saham. Ayahnya sering memanjakan putrinya dengan hadiah-hadiah mewah. Untuk ulang tahun keenamnya, sang ayah memberinya sebuah kereta yang ditarik dengan kambing.
Di usia 13 tahun, kehidupan mewah Mata Hari ‘jungkir balik'. Ayahnya bangkrut dan meninggalkan keluarganya. Dua tahun kemudian, ketika ibunya meninggal dunia, ia pun tinggal bersama kerabatnya.
Mata Hari bertemu suaminya lewat iklan surat kabar, "Seorang perwira dari Hindia Belanda (Indonesia) yang sekarang sedang pulang ke kampung halaman, mencari teman kencan seorang perempuan muda yang baik untuk dinikahi. Keuangan bukan masalah.”
Mata Hari dan perwira yang bernama John Rudolf MacLeod dengan cepat menjalin hubungan asmara. MacLeod juga adalah seorang bangsawan Belanda keturunan Skotlandia. Usia mereka terpaut 20 tahun. Pada tahun 1897, ia menemani suaminya ke Hindia Belanda, mereka sempat tinggal di Ambarawa dan Malang. Namun, impiannya akan kehidupan yang bahagia tak pernah terwujud.
Foto Margaretha Geertruida dengan suaminya, Cambell MacLeod. (Foto: dw.com/id-akg-images/picture alliance)
Pertengkaran yang sering terjadi, merenggangkan hubungan mereka. Kemudian, putra mereka yang berusia dua tahun meninggal secara tragis setelah keracunan. Ketika MacLeod kembali ke Eropa pada tahun 1902, pernikahan mereka kandas.
MacLeod meninggalkan Mata Hari, membawa serta putri mereka dan menolak membayar tunjangan hidup sang mantan istri, sehingga Mata Hari harus berjuang sendiri menghidupi dirinya.
Ia pun memulai kariernya di Paris sebagai model bagi para pelukis dan mencoba peruntungannya di dunia sirkus. Namun, karakter panggung eksotis Mata Hari-lah yang pada akhirnya membuatnya terkenal. Ia tampil di tempat-tempat bergengsi di seluruh Eropa, termasuk Wina dan Monte Carlo, serta menginap di hotel-hotel mewah.
Ia menari di pesta-pesta malam yang diselenggarakan oleh keluarga bankir Rothschild dan menghibur Pangeran Mahkota Wilhelm, putra Kaisar Jerman Wilhelm II. Kesuksesannya memberinya akses ke lingkaran sosial tertinggi, di mana ia menjalin hubungan dengan para diplomat dan perwira militer berpangkat tinggi yang rela membayar lebih untuk sekadar ditemani Mata Hari.
Foto Mata Hari di tahun 1906 yang begitu dicintai orang-orang di Paris. (Foto: dw.com/id-akg-images/picture alliance)
Terhimpit finansial membuatnya jadi agen rahasia
Popularitas Mata Hari mulai memudar seiring banyaknya penari muda yang mulai mengikuti jejaknya. Penonton di Paris yang haus sensasi pun beralih ke sensasi baru lainnya. Ketika Perang Dunia I meletus pada tahun 1914, Mata Hari tidak lagi dapat mempertahankan gaya hidup mewahnya.
Dia menerima tawaran dari konsul Jerman di Belanda untuk membantu melunasi utangnya dan dijanjikan uang yang lebih banyak jika berhasil mengumpulkan informasi intelijen dari tokoh-tokoh berpengaruh di pihak lawan dalam perang dunia tersebut. Bayaran awalnya adalah 20.000 franc, jumlah yang sangat besar pada masa itu. Mata Hari pun jadi Agen H 21.
Kemudian, dinas intelijen Prancis mendekatinya dan menawarkan uang yang lebih banyak, Mata Hari pun jadi agen ganda. Namun, dia salah perhitungan. Pihak Prancis merekrutnya agar dapat menangkapnya saat sedang memata-matai Jerman.
Pada saat yang sama, karena kecurigaan terhadap aktivitasnya spionasenya, badan intelijen Inggris juga memantau Mata Hari saat melakukan perjalanan keliling Eropa. Pada 13 Februari 1917, dia ditangkap.
Foto terakhir Mata Hari sebelum dieksekusi pada tahun 1917. (Foto: dw.com/id-akg-images/picture alliance)
Pada 15 Oktober 1917, di usia 41 tahun, Mata Hari dieksekusi karena tuduhan pengkhianatan berat di Château de Vincennes, dekat Paris. Para saksi mata melaporkan bahwa sang penari itu menghadapi regu tembak yang terdiri dari 12 orang dengan kepala tegak dan bahkan sempat melemparkan ciuman ke udara. Ia menolak memakai penutup mata dan malah mengucapkan kata-kata terakhirnya kepada komandan yang memberi perintah tembak: "Terima kasih, tuan!”
Status Mata Hari sebagai mata-mata diwarnai kontroversi. Menurut dokumen dari badan intelijen Inggris, yang dirahasiakan selama beberapa dekade, informasi yang Mata Hari bagikan kemungkinan besar tidak berpengaruh pada Perang Dunia I.
Tampaknya Mata Hari dijadikan sebagai kambing hitam pada saat antusiasme publik terhadap perang memudar dan pengadilan militer Prancis membutuhkan seseorang untuk disalahkan. Hingga akhir hayatnya sang penari itu membantah telah melakukan spionase.
Terlepas apakah ia benar-benar seorang mata-mata ulung atau tidak, keahliannya dalam membangun citra seorang penari eksotis nan misterius, tidaklah diragukan. (Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman/Diadaptasi oleh Sorta Caroline/Editor: Yuniman Farid)/dw.com/id. [*]
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .