Perkuat Mitigasi, Pj Sekdaprov Sumut Ajak FPRB Petakan Potensi Bencana Berbasis Teknologi
Oleh : Radar Medan | 06 Mei 2026, 18:37:45 WIB | 👁 468 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima audiensi BPJS Kesehatan di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026).
RADARMEDAN.COM - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menyusun strategi mitigasi guna meminimalisir dampak bencana di wilayah Sumut yang memiliki kerentanan geografis cukup tinggi.
Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (6/5/2026).
Sulaiman Harahap menyampaikan apresiasi kepada para aktivis, akademisi, dan pengusaha yang tergabung dalam FPRB yang terus konsisten membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana. Ia menyebutkan, kondisi geografis Sumut yang didominasi tebing dan perbukitan di sisi jalan membuat wilayah ini sangat rawan terhadap berbagai jenis bencana.
"Masalah bencana ini ada yang bisa diprediksi dan ada yang tidak. Karena geografis kita sangat rentan, yang utama harus kita miliki adalah mitigasi untuk mengurangi risiko yang timbul," ujar Sulaiman.
Lebih lanjut, ia mendorong FPRB untuk merumuskan konsep jalur evakuasi yang efektif, baik untuk bencana di darat maupun di laut. Mengingat sejarah bencana di Sumut, mulai dari bencana hidrometeorologi hingga tsunami, pemetaan potensi bencana berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak.
"Saat ini kita perlu melakukan mitigasi dan pemetaan potensi bencana yang dapat diantisipasi dengan bantuan teknologi. Saya berharap forum ini dapat memikirkan bagaimana membentuk jalur mitigasi dan evakuasi yang tepat," tambahnya.
Sementara itu, Ketua FPRB Provinsi Sumut Bahdin Nur Tanjung menjelaskan bahwa forum yang dipimpinnya merupakan wadah koordinasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengusaha, relawan, hingga media massa. Hal ini sesuai dengan amanah Undang-Undang tentang Kebencanaan.
"Kami hadir sebagai pengurus sekaligus aktivis yang ditugaskan melakukan koordinasi penanggulangan bencana dari segala aspek. Sumut merupakan salah satu provinsi yang telah membentuk forum ini, dan saat ini kami memasuki periode kedua," jelas Bahdin.
Bahdin juga melaporkan bahwa FPRB telah turun langsung memberikan bantuan dan melakukan koordinasi pada sejumlah bencana yang terjadi di beberapa daerah, seperti Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Langkat.
Melalui audiensi ini, FPRB berharap mendapatkan arahan lebih lanjut dari Pemprov Sumut untuk menyusun konsep penanggulangan yang lebih komprehensif ke depan. "Kami siap melaksanakan yang terbaik demi keselamatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana di Sumatera Utara," pungkasnya.(fs)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .