Prananda Makan Bareng Bobby: Bagian dari Konsolidasi Elite Politik Nasional di 2026
Oleh : Radar Medan | 29 Apr 2026, 14:05:26 WIB | 👁 57 Lihat Politik
Keterangan Gambar : Pertemuan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dengan Anggota DPR RI Fraksi NasDem Prananda Surya Paloh, Rabu (29/4/2026).
RADARMEDAN.COM - Pertemuan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dengan Anggota DPR RI Fraksi NasDem Prananda Surya Paloh menjadi perhatian publik setelah narasi dukungan politik dari Partai NasDem mencuat ke ruang media.
“Pertemuan yang dikemas dalam agenda makan malam tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari dinamika konsolidasi elite politik nasional di 2026, “ kata Pengamat Komunikasi dari UIN Sumatera Utara Medan, Dr. Fakhrur Rozi, M.I.Kom, Rabu (29/4/2026).
Peminat kajian komunikasi digital ini melihat narasi yang dibangun di media massa khususnya dalam unggahan dua tokoh itu di media sosial. Terlihat strategi komunikasi politik yang sedikit berbeda antara Bobby Nasution dan Prananda Surya Paloh.
Prananda melalui akun Instagram pribadinya menekankan aspek kelembagaan dan sinergi politik. Dalam unggahannya, ia menyampaikan terima kasih kepada Bobby Nasution atas jamuan hangat dan kebersamaan dalam silaturahmi tersebut.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi yang konstruktif, serta mempererat sinergi antara Partai NasDem dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” demikian narasi yang ditulis dalam unggahan tersebut.
Narasi serupa turut diunggah akun resmi Partai NasDem, @official_nasdem. Kehadiran akun resmi partai dalam distribusi pesan itu menunjukkan bahwa pertemuan tersebut tidak semata diposisikan sebagai agenda personal, melainkan memiliki nilai komunikasi politik kelembagaan.
“Penggunaan istilah seperti sinergi, komunikasi konstruktif, dan penyebutan langsung Partai NasDem serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan itu. Bahasa yang digunakan Prananda sangat institusional. Ini bukan sekadar unggahan silaturahmi personal, tetapi pesan politik bahwa hubungan NasDem dengan Bobby dan Pemprov Sumut berada dalam tone positif,” ujarnya.
Akun instagram dari elite politik saat ini bekerja sebagai ruang sinyal-sinyal politik. Pesan politik tidak selalu disampaikan lewat konferensi pers, tetapi melalui caption, visual, dan siapa yang ikut mengunggah.
Sementara, Bobby Nasution justru memilih pendekatan yang lebih personal dan cair. Dalam unggahannya, Bobby menulis, “Terimakasih sudah berkunjung, Abang Prananda Surya Paloh. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan terus berjalan baik.”
Dr. Rozi menilai pilihan diksi Bobby memperlihatkan strategi komunikasi yang lebih fleksibel secara politik. “Bobby tidak membawa narasi institusi atau koalisi politik secara eksplisit. Ia menggunakan pendekatan relasional dan kekeluargaan. Ini penting untuk menjaga ruang komunikasi tetap terbuka tanpa terlihat terlalu politis,” ujarnya.
Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah absennya dokumentasi pertemuan tersebut di akun resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yakni @pemprovsumut dan @infosumut yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut.
“Kalau diunggah akun resmi pemerintah, maknanya bisa bergeser menjadi komunikasi institusional negara dengan partai politik. Dengan tidak diunggah, ruang tafsirnya tetap berada pada level hubungan personal dan komunikasi politik informal,” katanya.
Dr. Rozi menilai, dalam era politik digital saat ini, keputusan untuk mengunggah atau tidak mengunggah sebuah pertemuan sama pentingnya dengan isi pertemuan itu sendiri. “Politik hari ini bukan hanya soal apa yang dilakukan elite, tetapi bagaimana aktivitas itu dikurasi di media sosial. Instagram telah menjadi panggung baru komunikasi kekuasaan,” ujarnya.
Situasi Politik Nasional
Lebih jauh, Dr. Rozi menilai pertemuan itu dapat dibaca sebagai upaya membangun ruang komunikasi lintas poros politik. Pertemuan elite sering kali lebih penting daripada isi pertemuannya sendiri. “Artinya, publik membaca pesan politik dari siapa bertemu siapa,” ujarnya.
Menurut dia, pertemuan Bobby dan Prananda memperlihatkan adanya proses rekonsolidasi elite. Dia menilai Bobby Nasution saat ini dipersepsikan bukan semata sebagai kepala daerah, tetapi mulai masuk dalam radar politik nasional. Narasi dukungan dari Prananda kata Rozi, dapat diklaim sebagai bentuk endorsement atau legitimasi simbolik terhadap posisi politik Bobby di masa depan.
“Walaupun belum bicara kontestasi 2029 secara terbuka, elite biasanya mulai membangun positioning jauh lebih awal. Pertemuan seperti ini penting untuk membaca arah komunikasi dan kemungkinan konfigurasi politik ke depan,” katanya.(R)/FS/PE
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .