Program Tebus Ijazah Pemko Medan Bantu 168 Siswa Lanjutkan Pendidikan
Oleh : Radar Medan | 24 Jul 2025, 11:11:32 WIB | 👁 633 Lihat Pendidikan
Keterangan Gambar : Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menebus 168 ijazah dari target 400 siswa. Rinciannya, 37 ijazah SD dan 131 ijazah SMP yang tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan, Juni 2025 hingga Kamis (24/7/2025)
RADARMEDAN.COM - Slogan Medan untuk Semua bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melalui berbagai program. Salah satunya adalah Program Tebus Ijazah yang mencerminkan semangat menghadirkan akses pendidikan untuk semua. Program ini menjadi langkah nyata Pemko Medan dalam menekan angka putus sekolah, khususnya di jenjang SD dan SMP.
Sejak diluncurkan pada Juni 2025 hingga Kamis (24/7/2025), Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menebus 168 ijazah dari target 400 siswa. Rinciannya, 37 ijazah SD dan 131 ijazah SMP yang tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan berhasil ditebus.
“Program ini merupakan bentuk perhatian Bapak Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas terhadap anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan atau mencari kerja karena ijazahnya tertahan. Ini bagian dari upaya mendorong akses pendidikan yang lebih adil,” ujar Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Prayogi, S.Pd., M.Pd.
Program ini difokuskan pada siswa lulusan sekolah swasta yang ijazahnya tertahan karena belum mampu melunasi biaya pendidikan. Sekolah negeri tidak termasuk dalam program karena tidak mengenakan pungutan biaya.
Menurut Prayogi, pendataan awal menunjukkan ada lebih dari 4.000 lulusan SD dan SMP di Kota Medan yang belum mengambil ijazah, sebagian bahkan tertahan sejak 2008 hingga 2024. Namun, karena keterbatasan anggaran, Pemko Medan hanya menargetkan bantuan untuk 400 siswa pada 2025, dengan nominal maksimal Rp2,5 juta per orang.
Data calon penerima bantuan diverifikasi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Dinas Sosial Kota Medan. Dari hasil verifikasi, sekitar 300 hingga 400 siswa dinyatakan memenuhi syarat. Namun, siswa dengan tunggakan di atas Rp2,5 juta tidak masuk prioritas pada tahun ini.
“Kami prioritaskan mereka yang terdata di DTSEN dan nilai tunggakannya tidak lebih dari Rp2,5 juta, sesuai pagu anggaran,” jelas Prayogi.
Sejauh ini, program terus berjalan, tetapi tidak tanpa hambatan. Salah satu kendala utama adalah ketidakhadiran orang tua saat diundang untuk pengambilan ijazah. Padahal, kehadiran orang tua diperlukan demi transparansi penyaluran bantuan.
“Jika orang tua tidak hadir, maka pihak sekolah dapat menyerahkan ijazah langsung ke rumah siswa dengan ketentuan ada dokumentasi dan tanda tangan berita acara,” ujar Prayogi.
Prayogi menegaskan, Program Tebus Ijazah ditargetkan selesai pada Agustus 2025. Sebagian besar penerima bantuan berasal dari Medan bagian utara dan kawasan padat penduduk.
“Ini bukan hanya soal administrasi, tapi upaya mengurangi angka putus sekolah dan memastikan anak-anak kita bisa melangkah lebih jauh,” tutup Prayogi.(hm/PE)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .