Rabat Beton Dana Desa 2025 di Huta III Simangonai Dipantau Warga Secara Aktif
Oleh : Radar Medan | 22 Jul 2025, 19:46:04 WIB | 👁 808 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Dokumentasi Proyek rabat beton di Huta III Simangonai, Nagori Jawa Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Selasa (24/06/2025)
RADARMEDAN.COM, SIMALUNGUN - Warga Huta III Simangonai, Nagori Jawa Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun memberikan tanggapan positif atas pengerjaan dua proyek rabat beton yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025.
Program pengucuran Dana Desa yang merupakan kebijakan strategis pemerintah sejak era Presiden Joko Widodo dan dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto, terus menjadi sorotan masyarakat desa. Warga pun diminta berperan aktif dalam pengawasan agar penggunaan anggaran tepat sasaran.
Terkait proyek rabat beton dengan pagu masing-masing sebesar Rp163.562.000 dan Rp182.792.000, salah seorang warga bermarga Marbun (48) menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan. Ia menilai pengerjaan proyek dilakukan dengan baik.
"Saya pribadi bang, dari yang saya lihat, dua proyek ini memang benar dikerjakan dengan baik, dari proses campuran material beton bahkan penggunaan plastik sebagai landasan tempat beton itu diletakkan, sudah menyeluruh dibuat," ujar Marbun kepada wartawan pada Selasa (22/07/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Menanggapi pemberitaan sejumlah media online yang menyebut pengerjaan proyek tersebut bermasalah, Marbun menilai informasi itu tidak sesuai fakta.
"Sayalah sebagai warga Huta III, tak mungkin kami membiarkan tim TPK mengerjakan asal-asalan. Ini kampung kami yang sedang dibangun. Pastinya kami akan protes kalau pekerjaannya asal jadi," tegasnya.
Pernyataan senada juga disampaikan Hasibuan (64), warga lain dari Huta III. Ia mengaku menyaksikan langsung pengerjaan proyek dan menilai kualitasnya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Yang dua proyek ini kusaksikan sudah cukup baik dikerjakan. Kalau ada kurang-kurang sedikit, ya kita maklumilah bang. Kan tidak ada pekerjaan yang sempurna di dunia ini!" ujarnya.
Hasibuan menambahkan, proses pengerjaan rabat beton tersebut memang dipantau langsung oleh warga sekitar, termasuk dirinya.
"Saya sering turun melihat ke lokasi bang, untuk mengecek proses pencampuran pasir, batu kerikil, semen, dan air. Memang pas perbandingan campurannya. Kebetulan proyek rabat beton itu pas di depan rumah saya, jadi saya punya banyak waktu untuk memantau bahkan mengawasi kedua proyek itu," ungkapnya.
Pangulu Nagori Jawa Baru, Novita Firdaus Simanjuntak, saat dikonfirmasi mengenai proyek di Huta III, membenarkan bahwa dua proyek tersebut merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang dimulai oleh kepala desa sebelumnya.
"Proyek ini bang, kita kerjakan untuk meneruskan proyek yang sudah dikerjakan oleh pangulu sebelumnya, dan kita kerjakan sesuai dengan RAB," jelas Novita melalui pesan WhatsApp.(Tn)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .