Rakernas XVIII APEKSI Diproyeksikan Putar Ekonomi Kota Medan hingga Rp72,3 Miliar
Oleh : Radar Medan | 30 Jun 2026, 22:52:02 WIB | 👁 305 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat konferensi pers Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memproyeksikan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 mampu mendorong perputaran ekonomi di Kota Medan hingga sekitar Rp72,3 miliar. Selain menjadi ajang konsolidasi pemerintah kota se-Indonesia, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi sektor perhotelan, pariwisata, UMKM, hingga pelaku usaha lokal.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat konferensi pers Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan, Selasa (30/6/2026). Turut mendampingi Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Eva Dwiana, Wakil Ketua Bidang Inklusi dan Hak Asasi Manusia Muhammad Tauhid Soleman, Wakil Ketua Bidang Akselerasi Kota Cerdas Respati Ardianto, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, serta insan pers.
Rico Waas menjelaskan, sekitar Rp17 miliar dari total proyeksi tersebut merupakan belanja langsung peserta dan panitia kepada pelaku usaha lokal.
"Rp17 miliar itu merupakan belanja langsung kepada pelaku usaha lokal. Sementara total proyeksi perputaran ekonomi yang telah dihitung Bappeda mencapai kurang lebih Rp72,3 miliar. Mudah-mudahan target ini dapat tercapai karena setiap kota membawa rombongan yang cukup banyak, ditambah berbagai aktivitas formal maupun informal selama pelaksanaan Rakernas," ujarnya.
Menurut Rico Waas, kontribusi terbesar terhadap perputaran ekonomi berasal dari sektor jasa penyelenggara kegiatan. Selanjutnya, sektor hotel dan akomodasi diproyeksikan menyumbang 37,30 persen, sedangkan sektor makanan, minuman, dan UMKM sebesar 11,27 persen. Untuk memperkuat dampak ekonomi tersebut, Pemko Medan melibatkan 294 pelaku UMKM yang tersebar di Mal Pelayanan Publik, Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, dan Lapangan Benteng.
Selain menggerakkan perekonomian, Rakernas APEKSI juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Kota Medan kepada para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
"Kami ingin menunjukkan apa yang dimiliki Kota Medan, mulai dari kebudayaan, kuliner, karakter masyarakat, hingga berbagai potensi kerja sama yang bisa dikembangkan bersama daerah lain," kata Rico Waas.
Ia menjelaskan, rangkaian Rakernas telah dimulai sejak 28 Juni melalui kegiatan Youth City Changers (YCC). Selanjutnya, pada 1 Juli yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-436 Kota Medan akan digelar upacara peringatan hari jadi, Mayors Forum, Mayors Talk, pembukaan Indonesia City Expo (ICE), serta sejumlah agenda lainnya.
Pada 2 Juli akan berlangsung kegiatan olahraga bersama, penanaman pohon, peresmian Tugu Kota Tangguh, sidang pleno Rakernas, hingga Colorful Medan Carnival yang diikuti delegasi dari 73 kota. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penutupan Indonesia City Expo pada 3 Juli dan Hiburan Rakyat pada 4 Juli.
Rico Waas mengatakan antusiasme mengikuti Rakernas sangat tinggi. Dari 98 kota anggota APEKSI, sebanyak 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu pejabat yang mewakili kepala daerah dipastikan hadir di Kota Medan.
Menurutnya, Rakernas APEKSI tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis melalui berbagai forum, seperti Forum Pangan, Forum Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, dan Forum Komunikasi Digital (Komdigi).
"Harapannya, Rakernas ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan komitmen dan aksi nyata. Kami mendorong seluruh rekomendasi dari forum-forum tersebut dapat ditindaklanjuti oleh APEKSI sehingga benar-benar memberi manfaat bagi daerah," ungkapnya.
Rico Waas berharap Kota Medan dapat menjadi tuan rumah yang baik sekaligus memberikan kesan positif bagi seluruh peserta Rakernas.
"Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, memberikan manfaat bagi peserta, sekaligus membawa dampak positif bagi perekonomian dan citra Kota Medan," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengatakan tingginya partisipasi kepala daerah dan perangkat daerah dalam Rakernas menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi antarkota di tengah tantangan fiskal. Menurutnya, Rakernas menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, merumuskan solusi bersama, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti demi kemajuan kota-kota di Indonesia.Beberapa penyempurnaan yang dilakukan antara lain memperbaiki alur antarkalimat, menyesuaikan EYD dan tanda baca, mengubah "memberi" menjadi "memberikan" pada konteks formal, menyempurnakan nama Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, menuliskan H. Zakiyuddin Harahap secara lengkap, serta memperjelas penyebutan Forum Komunikasi Digital (Komdigi) agar lebih mudah dipahami pembaca.(R/HM)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .