TPST USU Resmi Diluncurkan, Bobby Nasution Harap Jadi Model Penanganan Sampah Mikro di Sumut
Oleh : Radar Medan | 07 Mei 2025, 12:23:23 WIB | 👁 887 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meresmikan pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) milik Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (6/5/2025).
RADARMEDAN.COM - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meresmikan pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) milik Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (6/5/2025). Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi permasalahan sampah, khususnya di tingkat lokal.
TPST USU merupakan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mengusung konsep daur ulang dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomis. Menurut Bobby, pendekatan mikro seperti ini dapat melengkapi sistem pengelolaan makro yang telah berjalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Berbeda dengan TPA yang bekerja di skala besar, TPST ini memulai dari level rumah tangga. Pendekatan seperti ini menurut saya sangat tepat, apalagi hasilnya bisa dimanfaatkan secara ekonomi," ujar Bobby usai meninjau langsung operasional TPST di Jalan Tri Darma, Pintu IV Kampus USU.
Fasilitas yang dikelola oleh Fakultas Teknik USU ini memiliki enam area operasional utama, yakni:
Area pemilahan dan pencacahan sampah,
Proses pirolisis dan insinerasi,
Pengomposan,
Budidaya maggot,
Produksi pelet maggot,
Peternakan ikan dan unggas yang memanfaatkan pelet sebagai pakan.
Keseluruhan sistem ini saling terintegrasi. Hasil dari pirolisis dapat menjadi sumber energi, sementara proses pengomposan dibantu oleh larva maggot yang kemudian diolah menjadi pelet bernutrisi tinggi untuk pakan ternak.
Lebih lanjut, Bobby menekankan pentingnya dukungan infrastruktur untuk pemilahan sampah dari sumbernya, khususnya di rumah tangga. “Kalau kita mendorong masyarakat untuk memilah sampah, maka kewajiban kita adalah menyiapkan sistem pendukungnya. Mulai dari sarana pemilahan, pengangkutan khusus, hingga edukasi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Untuk saat ini, TPST USU masih melayani kawasan terbatas di lingkungan kampus. Namun Rektor USU, Prof. Muryanto Amin, optimistis model ini bisa diterapkan di berbagai wilayah lain.
"Skala TPST ini memang kecil, tapi sangat cocok untuk diterapkan di desa atau kelurahan. Jika setiap wilayah mengadopsi sistem serupa, saya yakin persoalan sampah di Sumut bisa diatasi lebih cepat," ungkap Muryanto.
Produk utama dari TPST, terutama pelet maggot, memiliki nilai jual dan manfaat ekonomi yang cukup menjanjikan.
Turut hadir dalam peresmian ini Sultan Deli, Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah, yang juga terlibat dalam pengembangan TPST USU. Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut Yuliani Siregar, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan BUMN dan BUMD Sumut, serta tim pengembang dari Fakultas Teknik USU. (HM/PE)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .