Wali Kota Pematangsiantar Pelajari Strategi Pengendalian Inflasi ke Yogyakarta

Oleh : Radar Medan | 09 Des 2025, 17:35:42 WIB | 👁 585 Lihat
Pematangsiantar
Wali Kota Pematangsiantar Pelajari Strategi Pengendalian Inflasi ke Yogyakarta

Keterangan Gambar : Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Selasa (09/12/2025).


RADARMEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Selasa (09/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Wesly bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau langsung Program Kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo, kawasan Malioboro.

Kunker ini bertujuan mempelajari strategi Kota Yogyakarta dalam pengendalian inflasi. Diketahui, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta menjadi salah satu TPID Berprestasi Tahun 2025 untuk wilayah Pulau Jawa.

Dalam paparannya, Wesly menyampaikan bahwa inflasi Kota Pematangsiantar hingga November 2025 tercatat mencapai 4,08 persen, yang termasuk angka cukup tinggi. Bahkan pada September 2025, Kota Pematangsiantar masuk dalam daftar 10 kota dengan inflasi tertinggi di Indonesia.

Kelompok pengeluaran yang paling sering mendorong inflasi antara lain makanan, minuman, dan tembakau, terutama komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

“Menanggapi tingginya inflasi tersebut, TPID Kota Pematangsiantar bergerak cepat menyikapinya,” kata Wesly.

Beberapa strategi yang telah dilakukan melalui pendekatan 4K, yaitu:

  • menggelar pasar murah secara rutin;
  • melaksanakan Gerakan Pangan Murah;
  • menggelar operasi pasar;
  • melakukan pemberantasan barang kena cukai ilegal;
  • memantau harga kebutuhan pokok;
  • melakukan monitoring ketersediaan stok;
  • serta memperkuat Toko Pengendalian dan Pantau Inflasi (Toppis) yang kini berjumlah 11 titik di pasar tradisional.

Selain itu, TPID Kota Pematangsiantar memiliki Kios Pangan, satu-satunya kios pangan di Sumatera Utara yang berfungsi menstabilkan harga di wilayah pinggiran yang jauh dari pusat pasar.

“TPID saat ini fokus meningkatkan produksi domestik, seperti contract farming penanaman cabai merah bersama kelompok tani, mendukung program Pekarangan Pangan Lestari, dan melakukan perbaikan saluran irigasi tersier pertanian,” jelasnya.

TPID Kota Pematangsiantar juga memperkuat kerja sama antar daerah, salah satunya dengan Kabupaten Batubara sebagai sentra produksi cabai merah di Sumut. Selain itu, TPID secara konsisten melaksanakan rapat teknis bulanan, High Level Meeting (HLM) triwulanan, dan koordinasi dengan Kemendagri melalui zoom meeting.

Strategi lain yang dinilai menjadi pembeda ialah pelaksanaan pasar murah, gerakan pangan murah, dan operasi pasar yang bekerja sama dengan Koperasi Konsumen Rezeki Halal Barokah menggunakan skema hibah, sehingga kegiatan bisa dilakukan secara masif di berbagai kecamatan.

“Setelah beberapa strategi tersebut, TPID mulai melihat angin segar. Pada Oktober terjadi deflasi sebesar 0,31 persen dan November deflasi 0,11 persen. Semoga ini berlanjut hingga Desember,” harapnya.

Meski demikian, Wesly menegaskan masih banyak pekerjaan rumah mengingat inflasi di Pematangsiantar tetap tergolong tinggi. Karena itu, pihaknya ingin belajar langsung dari TPID Kota Yogyakarta yang masuk nominasi TPID Award 2025 untuk wilayah Jawa–Bali.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan SE MM, menyambut hangat kedatangan rombongan Pematangsiantar. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Wawan menjelaskan, menjelang akhir tahun, permintaan komoditas di Yogyakarta meningkat signifikan karena statusnya sebagai kota acuan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan destinasi wisata nasional. Karena itu, pemantauan harga menjadi sangat penting.

Tujuan pemantauan tersebut antara lain memastikan keterjangkauan harga, menjamin pasokan dari hulu ke hilir, serta memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam pengendalian inflasi.

Ia juga menjelaskan peran strategis Pasar Beringharjo dan Gudang Indomarco Prismatama sebagai barometer harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut.

“Kami juga punya inovasi Warung Mrantasi (Masyarakat dan Pedagang Tanggap Inflasi). Kami mengajak pedagang memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga pengendalian inflasi,” terang Wawan.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Wawan meminta para pedagang tetap berjualan seperti biasa, tidak menaikkan harga secara tidak wajar, dan tidak menimbun bahan pokok.

Wawan kemudian mengajak Wesly dan rombongan meninjau Gudang Indomarco Yogyakarta untuk melihat langsung stok barang. Kunjungan ditutup dengan pertukaran cenderamata.

Turut mendampingi Wali Kota Wesly Silalahi, antara lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Zainal Siahaan SE MM., Plt Kepala BPKD, Alwi Adrian Lumbangaol S.STP., M.Si., Kabag Perekonomian dan SDA, Sari Dewi Rizkiyani Damanik S.STP., M.SP., Kabag Prokopim, Fadlan Syarkawi S.STP. (Jait)/pe


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas