Warga Geruduk Kantor Polisi di Labuhanbatu Desak Tangkap Bandar Narkoba
Oleh : Radar Medan | 21 Mar 2025, 21:56:48 WIB | 👁 2406 Lihat Hukum dan Kriminal
Keterangan Gambar : Ratusan warga menggeruduk kantor Polsek Panai Hilir, Polres Labuhanbatu. Massa meminta agar Polsek Panai Hilir menangkap bandar narkoba jenis sabu-sabu yang disebut-sebut bernama Iwan alias Balwan warga Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (21/3/2025).
RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Ratusan warga menggeruduk kantor Polsek Panai Hilir, Polres Labuhanbatu. Massa meminta agar Polsek Panai Hilir menangkap bandar narkoba jenis sabu-sabu yang disebut-sebut bernama Iwan alias Balwan warga Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (21/3/2025).
Di halaman Mapolsek Panai Hilir, sejumlah massa tersulut amarah pasca penggerebekan yang terjadi pada Kamis (20/3/2025), terhadap dua warga yang dinilai penuh kejanggalan.
Massa mendesak Polisi untuk melepas dua warga bernama Ilham dan Ihza yang diduga pelaku narkotika. Yang ditangkap diduga tanpa miliki barang bukti.
Menurut salah seorang warga yang ikut dalam aksi, Ilham dan Ihza disebut sebagai tumbal bandar narkoba.
"Mereka (Ilham dan Ihza) itu tumbal bang," papar warga.
Sebelumnya, kedua warga Kecamatan Panai Tengah itu digeledah personil Polsek Panai Hilir di seputaran Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Mesjid Annur Sei Berombang.
Waktu digeledah, personil Polsek Panai Hilir tidak menemukan barang bukti terhadap keduanya.
Namun, selang beberapa jam usai penggerebekan, oleh petugas, barang bukti ditemukan di seputaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) . Hal itu yang menimbulkan amarah warga.
"Kurang lebih selama dua jam melakukan pencarian barang bukti, mereka tidak menemukan barang buktinya. Akan tetapi, tiba-tiba saja Polisi menemukan barang bukti di TKP. Kami heran dari mana barang bukti itu," ungkap warga lain yang enggan namanya ditulis.
Akibatnya, situasi massa semakin ramai dan tegang lantaran menilai barang bukti yang ditemukan petugas bukanlah milik Ilham dan Ihza
"BB (barang bukti) tempel itu bang," sebut warga.
Kata warga, barang bukti tersebut diduga didatangkan melalui tangan seorang pria inisial Ris. Menurut saksi mata di TKP penggerebekan, Ris terciduk menjatuhkan bungkusan kecil.
Diketahui, sosok Ris adalah anak buah yang juga merupakan keponakan terduga bandar narkoba bernama BL. Ia disebut-sebut kerap melakukan transaksi sabu di kawasan penduduk Panai Hilir.
Sejumlah saksi melihat barang bukti yang ditemukan Polisi bukan milik Ilham dan Ihza melainkan milik Ris. Tujuannya agar Ilham dan Ihza dapat diboyong ke Mapolsek Panai Hilir.
Masih kata warga, saat barang bukti ditemukan, Polisi perintahkan keduanya untuk pegang barang bukti. Namun, Ilham dan Ihza menolak, sambil menyebut barang tersebut bukan miliknya.
Dengan melakukan perlawanan, kedua pria tersebut diboyong paksa ke Mapolsek Panai Hilir menggunakan mobil patroli.
Kapolsek Panai Hilir, AKP Rustam E Silaban saat dikonfirmasi hingga berita ini dikirim ke redaksi belum bersedia memberikan tanggapan. (BS)/pe
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .