Anggap Pemkab Lamban, Masyrakat dan Perantau Bangun Jalan Sitolubah Simalungun Secara Swadaya
Oleh : Radar Medan | 06 Nov 2020, 08:11:21 WIB | 👁 3008 Lihat Sekitar Kita
RADARMEDAN.COM, SIMALUNGUN - Ditengah pandemi Covid-19,tentu banyak pihak yang mengalami kesulitan ekonomi, terlebih lagi di wilayah pedesaan terpencil yang jauh dari perkotaan. Namun disaat itupula beberapa warga masyarakat justru peduli dengan pembangunan dimana mereka dulunya menetap.
Seperti di Magori Banhun Soyolu Bah Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Diwilayah yang memiliki jumlah penduduk 207 Kepala Keluarga (KK) , 896 Jiwa, dengan penghasilan bertani kopi, cabe, pisang, sayur sayuran, jeruk, dan lainnya tersebut hingga saat ini belum pernah tersentuh pembangunan jalan.
Desa yang memiliki 4 Dusun yaitu Dusun Lumban Turnip, Tolong Bosar, Bahinsir dan Lumban Sitio,tersebut perlu mendapat perhatian pembangunan infrastruktur dari Pemerintah.
"Jalan berstatus Jalan Kecamatan yang menghubungkan Desa Simantin Pane dengan Desa Simpang Sigodang, melintasi Nagori atau Desa Bangun Sitolu Bah hingga saat ini sepanjang 3 KM masih belum tersentuh pembangunan," ungkap R Sinaga, kepada awak media.
Dirinya menyampaikan bahwa masyarakat melalui perangkat desa pernah membuat proposal kepada Pemkab Simalungun.
" Kita pernah ajukan proposal namun belum juga terealisasi, sehingga anak rantau dan masyarakat Bangun Sitolubah, membangun Jalan Kabupaten secara swadaya," jelasnya.
Disebutkannya bahwa masyarakat hingga saat ini merindukan pembangunan jalan guna kelancaran transportasi.
"Dikarenakan belum ada juga pembangunan dari Pemkab maka warga masyarakat iuran dengan anak rantau secara swadaya berupaya membangun dengan budaya gotongroyong melaksanakan pengecoran terutama di titik jalan yang paling parah," jelasnya seraya menambahkan hingga saat ini masih berlangsung dan sudah mencapai 200 Meter.
Meski begitu, masyarakat masih berharap uluran tangan dan perhatian Pemerintah guna memperlancar transportasi warga untuk membawa hasil bumi dan bahan makanan dari kota serta anak sekolah.
"Semoga dengan kehadiran Pemerintah membangun jalan di desa kami dapat memberi kesejahteraan kepada warga Nagori Bangun Sitolu Bah, "ucapnya.
Sebagaimana diketahui sejak Indonesia Merdeka, insfrastruktur jalan di Desa Bangun Sitolubah, Kecamatan Panei, Simalungun, belum pernah mendapat sentuhan dari pemerintah. Sementara, selama puluhan tahun kondisi jalan didaerah tersebut mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi situasi ekonomi dan sosial masyarakat disana.
"Mengingat kondisi itu, akhirnya anak rantau dan masyarakat membangun komitmen untuk melakukan pembangunan. Pengumpulan dana telah dimulai sejak bulan Februari tahun 2020 lalu. Hingga kini, dana yang terkumpul berkisar Rp 100 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk belanja bahan dan sewa alat bangunan, 'terang Rismel Parulian Sinaga, selaku fasilitator penggerak kegiatan itu saat diwawancarai wartawan dilokasi pembangunan.
"Anak rantau kami sangat prihatin dengan kondisi jalan ini. Sejak Indonesia merdeka, belum pernah ada pembangunan," ungkap Rismel.
Rismel menjelaskan, ada 4 kilometer kondisi jalan yang mengalami rusak berat. Dengan adanya swadaya anak rantau dan masyarakat, saat ini sedang berlangsung pembangunan rabat beton sepanjang 250 meter. Direncanakan, pembangunan secara swadaya akan dilaksanakan secara berkesinambungan.
"Dana yang terkumpul diperuntukkan belanja bahan dan sewa alat bangunan. Sementara yang mengerjakan, masyarakat Bangun Sitolubah bergotong-royong," jelasnya.
Meskipun pandemi Covid-19 sedang melanda Negara Indonesia dan dunia, tidak menyurutkan semangat dan komitmen anak rantau dan masyarakat disana. Berkat kepedulian dan rasa tanggungjawab terhadap tanah kelahiran menjadi modal kuat dalam merealisasikan program itu.
"Masih 250 meter yang dibangun. Sementara jalan rusak berkisar 4000 meter. Masyarakat masih sangat membutuhkan perhatian dari pihak-pihak terkait," tukasnya.
Program tersebut merupakan hal yang sangat menarik. Setiap perencanaan dan pelaksanaan dibutuhkan orang orang yang mampu mengeksekusi dengan baik. Apalagi prosesnya akan panjang dan berkesinambungan. Oleh karenanya, mereka telah membentuk kepanitiaan. Kepanitian yang terbentuk antara lain ; ada Ketua Umum Bomen Situmorang, Wakil Ketua Ramlan Situngkir, Sekretaris Ermanus Sijabat dan Bendahara Erlinson Sihaloho. (Rio-RM)/PE
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .