Diduga Perekrutan Karyawan PKWT di PTPN IV MEP telah Dikondisikan
Oleh : Radar Medan | 08 Jun 2026, 22:52:27 WIB | 👁 66 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Proses seleksi perekrutan karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Meranti Paham (MEP) di Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu diterpa isu miring, Senin 8/6/2026. Publik menyoroti munculnya dugaan ada pengkondisian atau 'main mata' dalam penentuan kelulusan.
Pasalnya, sejumlah Buruh Harian Lepas (BHL) yang telah mengabdi selama bertahun-tahun mengaku tidak lolos dalam proses seleksi, sementara beberapa BHL yang baru bekerja dalam hitungan bulan justru masuk ke tahap selanjutnya, diangkat menjadi PKWT.
"Saya sudah lebih dari lima tahun jadi BHL, setiap ada perekrutan selalu gagal. Sementara yang lain masih sembilan bulan bisa lulus," kesal salah seorang BHL yang tidak bersedia namanya ditulis.
Pria yang kesehariannya sebagai pemanen sawit itu menduga ada intervensi dan campur tangan orang dalam dalam proses seleksi, sebab tahapan tes yang dia jalani selalu terhenti pada tahap tes wawancara.
"Mungkin karena saya tidak punya siapa-siapa di sini, kalau BHL yang lain kan, ada keluarganya yang sudah jadi mandor kebun, atau staf perusahaan," ucapnya dengan nada sedih.
Menanggapi isu itu, Manajer PTPN IV Regional II Meranti Paham (MEP), Andrian Mufti saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026) mengatakan untuk seleksi penerimaan karyawan itu dikelola oleh lembaga independen yakni Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) dari kota Medan, Sumatera Utara.
Prosesnya pun harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari tes lapangan, tes psikologi tertulis dan tes wawancara psikologi, yang semuanya dilakukan oleh pihak lembaga independen tersebut.
"Jadi kami pihak kebun tidak bisa mengintervensi atau mencampuri penilaiannya," kata Andrian.
Terkait dengan karyawan yang usia kerja masih hitungan bulan dinyatakan lulus, sementara karyawan lain yang mengabdi diatas 5 tahun tidak lulus, Andrian menyampaikan, ada beberapa faktor yang menjadikan karyawan itu gagal.
Sebab katanya, semua karyawan yang berpengalaman dalam bidang panen berhak untuk ikut mendaftarkan diri.
"Mau dia tiga bulan, lima bulan, atau satu tahun semua bisa ikut," katanya.
"Mungkin pada saat dia tes lapangan grogi atau kurang menguasai, sehingga terseleksi. Sementara karyawan yang baru empat bulan atau enam bulan mungkin menguasai pada saat pelaksanaan tes, jadi kita tidak bisa menghindari penilaian-penilaian pada saat tes lapangan, tes tertulis dan tes wawancara," tutupnya. (BS)
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .