Dokter Minta APD Berujung Mutasi, Ini Penjelasan Kadis Kominfo Dairi

Oleh : Radar Medan | 17 Apr 2020, 12:13:13 WIB | 👁 1589 Lihat
Kesehatan
Dokter Minta APD Berujung Mutasi, Ini Penjelasan Kadis Kominfo Dairi

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Dairi Rahmat Syah Munthe


RADARMEDAN.COM, DAIRI- Menanggapi berkembangnya informasi yang tersiar di publik dan pemberitaan beberapa media online yang berasumsi adanya 'pelecehan' dan 'penghinaan' kepada petugas medis di RSUD Sidikalang, perlu disampaikan bahwa informasi itu tidak benar dan tidak terkonfirmasi. Hal ini disampaikan agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat dan menjaga kenyamanan para petugas medis khususnya di Kabupaten Dairi yang saat ini terus bekerja mengemban tugas pelayanan kesehatan dan kemanusiaan di tengah penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Dairi, Rahmat Syah Munthe menyampaikan, pihaknya sudah mengkonfirmasi langsung terkait isu yang beredar di masyarakat perihal di atas bahwa salah satu petugas yang melihat dan menyaksikan serta mengalami langsung kejadian itu. Pernyataan dari pihak management RSUD Sidikalang, Kepala Tata Usaha RSUD Sidikalang, Luber Sianturi menyampaikan tidak ada bentuk pelecehan atupun penghinaan sebagaimana yang diasumsikan oleh publik.

Dari kronologi peristiwa yang didapat berdasarkan keterangan dan pernyataan dari Luber Sianturi, Rahmat Syah Munthe menerangkan peristiwa sebenarnya bermula saat beberapa dokter dan perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidikalang datang menjumpai Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sidikalang pada tanggal 6 April 2020 lalu terkait permintaan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD). Kemudian, Plt. Direktur RSUD Sidikalang berinisiatif datang untuk menjumpai para dokter dan perawat di IGD RSUD Sidikalang. Hingga saat itu disepakatilah dilaksanakan rapat bersama. 

Pada saat rapat itulah dr. Erna Marpaung mendesak dan meminta APD harus lengkap dan sesuai standart. Oleh, Plt. Direktur RSUD langsung memberikan jawaban bahwa kebutuhan APD kepada para dokter/ paramedis akan dilengkapi dan pihak management berusaha meminta APD dari Gugus Tugas Kabupaten dan dari seluruh lembaga-lembaga yang bersedia membantu. Karena kondisi saat itu permasalahan APD di Dairi sangat terbatas dan hampir dialami oleh setiap daerah secara nasional.

Namun, di dalam rapat itu dr. Erna Marpaung tetap ngotot meminta dan mendesak agar APD harus dilengkapi dan seluruh staff IGD harus menjalani rapit test Covid-19. Yang kemudian muncul jawaban dari Plt. Direktur RSUD yang berbicara tentang keyakinan dan kepercayaan untuk masuk surga berdasarkan kekristenan dan jangan membuat kericuhan ditengah penanganan Covid-19 terkait dengan keterbatasan APD. 

"Sehingga tidak benar ada pelecehan dan penghinaan kepada petugas medis di RSUD Sidikalang karena pada saat terjadi rapat, Plt. Direktur RSUD pada saat itu hanya bertanya kepada seorang petugas medis, apakah petugas itu yakin masuk ke surga dan petugas medis tersebut mengatakan pasti masuk surga, dan Plt. Direktur RSUD mengatakan kembali bahwa secara keimanan kekristenan seseorang menuju surga harus melalui kematian sebagai pintu dan jalan menuju surga," ujar Rahmat Syah menirukan pernyataan Luber Sianturi.

Rahmat Syah melanjutkan, berdasarkan penjelasan terkait kronologi kejadian yang diterima dari Kepala Tata Usaha RSUD Sidikalang itu, saat adanya desakan dari petugas medis di RSUD Sidikalang itu pula agar Plt. Direktur RSUD Sidikalang segera menyiapkan atau mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) di IGD, hal ini juga sudah dilakukan dengan menyediakan kebutuhan APD melalui Kepala Ruangan sepanjang ada usul permintaan walaupun tidak seluruhnya dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dan protocol covid-19. Dimana dalam protokol Covid-19 sudah diatur standar penggunaan APD oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang menjadi pedoman penggunaan APD berdasarkan pada tiga tingkat perlindungan, berdasarkan Surat Rekomendasi yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Mengingat ketersediaan APD yang terbatas sesuai dengan protokol Covid-19 dan mengacu pada rekomendasi standar penggunaan APD oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sudah mengkategorikan APD berdasarkan pada tiga tingkat perlindungan, agar efisien penggunaannya, dilaksanakan secara prosedur pendistribusian APD di RSUD dengan permohonan APD yang dilaksanakan melalui Kepala Ruangan secara tertulis dengan memberikan daftar kebutuhan APD kepada management RSUD Sidikalang, bukan secara pribadi dokter yang meminta APD, karena para Kepala Ruanganlah yang memfasilitasi kebutuhan petugas medis sesuai kategori dan tingkat perlindungan masing-masing," jelas Rahmat.

Dan dari pernyataan Kepala Tata Usaha RSUD Sidikalang juga, didapat bawah pihak management RSUD Sidikalang tidak pernah tidak mendistribusikan APD sepanjang ketersediaan APD di RSUD Sidikalang ada dan berdasarkan kebutuhan dan peruntukan APD tiap ruangan.

Mutasi Dokter Sesuai Ketentuan

Rahmat Syah juga menyampaikan terkait mutasi yang dilakukan oleh pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dairi berdasarkan Keputusan Bupati Dairi Nomor 210/821/III/2020 tanggal 30 Maret 2020 Tentang Pengangkatan kembali dalam Jabatan Fungsional Dokter yang ditetapkan di Sidikalang pada tanggal 30 Maret 2020 adalah sebuah keputusan yang telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Bahwa dokter dapat dimutasi dari RSUD Sidikalang ke Puskesmas dengan alasan bahwa Puskesmas adalah unit pelayanan sarana kesehatan, dan selanjutnya dr. Erna Marpaung yang dimutasi ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Sumbul adalah untuk mengisi tenaga dokter yang kurang dimana UPT Puskesmas Sumbul adalah Puskesmas rawat inap dan dibutuhkan tenaga dokter sebanyak tiga orang sedangkan saat ini yang tersedia masih dua orang. Maka mutasi dr. Erna Marpaung dari RSUD Sidikalang ke UPT Puskesmas Sumbul sesuai kebutuhan organisasi dan telah sesuai dengan ketentuan," jelas Rahmat.(HM/PR) 


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas