Oleh : Radar Medan | 14 Mei 2020, 07:53:58 WIB | 👁 1159 Lihat Komunitas
RADARMEDAN.COM – Pers menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak dan kesulitan untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19, termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers Nasional, 71% perusahaan pers omsetnya turun lebih dari 50%. Selain itu, 43,2% perusahaan pers sudah dan sedang mengkaji opsi merumahkan karyawan tanpa menggaji.
Hal ini disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) Hermansjah dalam pertemuan antara PWI Sumut dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Selasa (12/5), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumut Sofyan Harahap, Ketua Serikat Perusahaan Pers/ Surat Kabar (SPS) Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut Zulfikar Tanjung dan para pemimpin redaksi media di Sumut. Mendampingi Gubernur, Asisten Administrasi dan Pemerintahan Arsyad Lubis, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Hendra Dermawan Siregar dan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut M Ayub.
“Media memiliki peran strategis dan penting, khususnya pers Sumut yang sudah memiliki histori panjang. Namun, media cetak saat ini sulit bertahan apalagi di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, kita berharap dalam pertemuan ini menemukan solusi,” ucap Hermansjah mengawali pertemuan.
Ada beberapa usulan solusi alternatif yang dibahas dalam diskusi tersebut. Di antaranya kerja sama dengan pemerintah dan institusi pendidikan dalam penyebaran dan sosialisasi informasi khususnya yang berkaitan dengan Covid-19. Kerja sama di antaranya bisa berupa iklan, advetorial dan langganan koran.
Apresiasi pun disampaikan oleh beberapa peserta pertemuan kepada Gubernur Edy yang dinilai peduli terhadap kelangsungan hidup pers di Sumut. Salah satunya dengan menggelar pertemuan ini untuk menemukan solusi.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sepakat bahwa dalam perjalannya pers memiliki peran penting dan strategis dalam membangun bangsa. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers harus diselamatkan agar bisa bertahan di tengah pandemi ini.
“Selama tidak menyalahi aturan, tak ada salahnya kita bicarakan solusi ini bersama. Tapi memang tak bisa kita pungkiri bahwa semua kita saat ini sedang dalam kondisi sulit. Seperti guru honor, mereka juga kesulitan. Harus kuat dan semangat kita,” ujar Edy.
Dalam kesempatan tersebut Edy pun mengingatkan bahwa meski dalam situasi krisis saat ini, masyarakat berharap pers tetap dapat membantu menyebarkan informasi terkait Covid-19. “Selain tenaga medis, kalian juga garda terdepan untuk mencerahkan masyarakat kita di tengah pandemi ini,” ucapnya.
Di akhir pertemuan, Gubsu meminta untuk segera dilaksanakan pertemuan teknis membahas bentuk kerja sama yang bisa diwujudkan untuk membantu menyelamatkan pers di Sumut dalam situasi saat ini.(Humas)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .