Instruksi Gubsu, Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi 55 Ribu, Ayam Potong 35 Ribu
Oleh : Radar Medan | 12 Okt 2026, 13:38:48 WIB | 👁 310 Lihat Ekonomi
Keterangan Gambar : Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumut melakukan intervensi untuk menekan harga cabai merah dan daging ayam potong yang mengalami kenaikan di pasaran. Intervensi dilakukan di sejumlah pasar di Kota Medan dan sekitarnya, Senin (12/10/2026)
RADARMEDAN.COM — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melakukan intervensi untuk menekan harga cabai merah dan daging ayam potong yang mengalami kenaikan di pasaran. Langkah ini berhasil menurunkan harga cabai merah menjadi Rp55.000/kg dan daging ayam potong menjadi Rp35.000/kg.
Intervensi dilakukan di sejumlah pasar di Kota Medan dan sekitarnya, Senin (12/10/2026), menindaklanjuti arahan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Dalam intervensi tersebut, TPID Sumut menyalurkan cabai merah yang dipasok langsung dari kelompok petani. Cabai merah tersebut dijual dengan harga Rp55.000/kg di pasar-pasar yang menjadi sasaran intervensi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap mengatakan, intervensi dilakukan untuk merespons tingginya harga cabai merah dan daging ayam potong di pasaran.
Sebelum intervensi, harga cabai merah berada pada kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000/kg, bahkan lebih di sejumlah lokasi. Setelah intervensi dilakukan, harga komoditas tersebut turun menjadi Rp55.000/kg.
Sementara itu, harga daging ayam potong yang sebelumnya berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000/kg kini turun menjadi Rp35.000/kg.
“Hari ini, TPID Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan intervensi harga cabai merah dan daging ayam sekaligus memantau perkembangan harga bahan pokok penting lainnya di sejumlah pasar di Kota Medan,” ujar Dedi saat menjawab wartawan di sela-sela monitoring di Pasar Sukaramai, Medan.
Menurut Dedi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat sesuai arahan Gubernur Sumut.
Intervensi melibatkan Disperindag ESDM Sumut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Pertapang) Sumut, Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) Sumut, Bank Indonesia, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut.
Pasar yang menjadi lokasi intervensi antara lain Pasar Sukaramai, Pasar Palapa atau Brayan, Pasar Petisah, Pasar Sei Sikambing, Pasar Delitua, Pasar Tanjung Morawa, dan Pasar Kampung Lalang.
Dedi menegaskan, pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan intervensi berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap stabilisasi harga pangan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar intervensi ini tepat sasaran serta memberikan dampak nyata terhadap stabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi di Sumatera Utara,” katanya.
Pemantauan harga bahan pokok juga akan terus dilakukan hingga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember mendatang.
Pasokan Langsung dari Petani
Direktur Utama PD AIJ Sumut Swangro Lumbanbatu mengatakan, intervensi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk pengendalian inflasi, mengingat cabai merah dan daging ayam termasuk komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi.
“Sebagaimana tadi disampaikan Pak Kadis Perindag bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi di Sumut, mengingat dua komoditas tersebut merupakan bagian dari penyumbang inflasi,” ucapnya.
Menurut Swangro, cabai merah yang disalurkan dalam kegiatan intervensi berasal langsung dari kelompok petani di daerah dengan jumlah hampir mencapai satu ton.
“Disamping monitoring yang dilakukan secara terus menerus, kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan untuk menjaga daya beli masyarakat lewat kolaborasi aktif dengan pihak-pihak terkait seperti Disperindag ESDM dan Bank Indonesia,” katanya.
Pedagang Harapkan Harga Tetap Stabil
Turunnya harga cabai merah dan daging ayam potong disambut positif para pedagang. Mereka berharap stabilitas harga dapat terus terjaga dan tidak hanya berlangsung selama kegiatan intervensi.
Rahmiyati, pedagang cabai merah yang telah berjualan selama 35 tahun di Pasar Sukaramai, berharap harga tetap stabil sehingga menguntungkan petani dan pedagang sekaligus tetap terjangkau masyarakat.
“Kami berharap harga ini tetap stabil sehingga semuanya mampu membeli. Petani tidak rugi dan pedagang seperti kami enak menjualnya, masyarakat pun tetap bisa membeli,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah TPID Sumut dalam menjaga harga pangan. “Tentunya kami sangat berterimakasih kepada pemerintah, semoga harganya terus stabil seperti ini,” pungkasnya.
Harapan serupa disampaikan pedagang ayam potong di Pasar Sukaramai, Siti Khadijah. Ia berharap harga ayam Rp35.000/kg dapat dipertahankan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Mudah-mudahan jangan sifatnya sementara, kalau sudah mahal pembeli nggak ada. Kalau Rp35 ribu/kg ini sudah standar, tolong jangan sifatnya ini sementara,” ucapnya.
Pemprov Sumut bersama TPID akan terus memantau ketersediaan pasokan dan perkembangan harga bahan pokok. Upaya tersebut dilakukan agar stabilitas harga dapat terjaga secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. (FS)/PE
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .