Kepuasan Publik Pada Jokowi-Maaruf Amin Dinilai Tinggi Komisi Kejaksaan Apresiasi Kejagung Berikan Kepastian Hukum
Oleh : Radar Medan | 23 Feb 2022, 18:58:49 WIB | 👁 1793 Lihat Komunitas
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Litbang Kompas merilis hasil survei pada akhir Januari 2022 terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hasil survei menunjukkan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mencapai titik paling baik.
Berdasarkan survei teranyar itu, kepuasan publik meningkat pada empat bidang, yakni politik dan keamanan (meningkat 6,8 persen), penegakan hukum (5,3 persen), ekonomi (6,1 persen), serta kesejahteraan sosial (9,7 persen). Kepuasan tertinggi berada di bidang kesejahteraan sosial (78,3 persen) serta politik dan hukum (77,6 persen).
Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Dr Barita Simanjuntak SH.MH, CFrA mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung dalam mendukung kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam survei Litbang Kompas yang memperoleh kepuasan dari masyarakat.
“Saya kira tingkat kepuasan ini demikian tinggi karena publik menilai Pak Jokowi konsisten dan berani mengambil keputusan-keputusan populis untuk rakyat secara cepat dan tepat. Kebijakan penegakan hukum terutama oleh Kejaksaan dalam kasus mega korupsi, misalnya Asabri dan Jiwasraya dinilai publik tidak main-main dan berani menuntut maksimal, bahkan hukuman mati yang monumental dalam sejarah penegakan hukum atas kasus korupsi,”kata Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak kepada wartawan, Rabu 23 Februari 2022.
Barita secara khusus memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung dalam kinerjanya yang dinilai turut serta menaikkan status kepuasan publik atas pemerintahan Joko Widodo – Ma’aruf Amin atas survei yang dilakukan Litbang Kompas beberapa waktu lalu.
Sejalan dengan itu untuk kasus-kasus kecil yang dialami rakyat kecil diterapkan Restorative Justice, sehingga publik menilai sebagai adanya akses keadilan untuk rakyat kecil. Secara objektif bagi Pemerintah ini suatu indikasi kuat seluruh kebijakan pak Jokowi terimplementasi dengan baik, tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.
Selanjutnya kebijakan-kebijakan tersebut dipertahankan atau ditingkatkan. Bagi publik ini menunjukkan bahwa publik merasakan hadirnya negara menjawab kebutuhan riel dan adanya kepastian penegakan hukum oleh Kejaksaan yang berkeadilan.
Ketua Komisi Kejaksaan RI Barita Simanjuntak secara objektif menilai kepuasan publik di bidang hukum meningkat erat kaitannya tentu adalah kinerja Kejaksaan di bawah Jaksa Agung Burhanuddin yang berhasil meyakinkan publik penegakan hukum berjalan dengan baik.
“Kepuasan publik terhadap penegakan hukum salah satunya adalah kinerja Kejaksaan Agung RI. Pasalnya, kinerja Kejaksaan menunjukkan kinerja yang postif, khususnya dalam 2 hal yang saya sebutkan tadi yaitu Pemberantasan Korupsi dan Restorative Justice,” tegas Barita. (FS/PE)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .