Krisis Migran Ceuta di Perbatasan Spanyol dan Maroko Reda
Selanjutnya UE bantu pengamanan perbatasan Spanyol

Oleh : Syaiful W Harahap | 05 Agu 2026, 14:39:02 WIB | 👁 60 Lihat
Internasional
Krisis Migran Ceuta di Perbatasan Spanyol dan Maroko Reda

Keterangan Gambar : Pihak berwenang meyakini bahwa para pencari suaka di Ceuta dibujuk untuk datang ke sana oleh sindikat penyelundupan manusia. (Foto: dw.com/id - Bernat Armangue/AP Photo/picture alliance)


RADARMEDAN.com - Kawasan Schengen "sama sekali tidak terganggu" selama insiden penerobosan di Ceuta, ungkap Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, setelah melakukan konferensi video dengan para mendagri Uni Eropa. Elizabeth Schumacher melaporkannya untuk Deutsceh Welle (DW, 5/8/2026).

Para menteri dalam negeri Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk memperkuat keamanan perbatasan eksternal setelah menggelar konferensi video pada hari Selasa (4/8/2026). Kesepakatan tersebut diumumkan dalam sebuah pernyataan resmi.

"Terdapat kesepahaman mengenai perlunya upaya tanpa henti untuk terus memerangi jaringan penyelundupan migran, meningkatkan upaya pemulangan, memperkuat perbatasan Uni Eropa, membangun kemitraan yang erat dengan negara-negara ketiga, serta memperbaiki langkah antisipasi," tulis mereka dalam sebuah siaran pers.

Para menteri juga "menyoroti bahwa komunikasi pada masa krisis dapat ditingkatkan melalui koordinasi yang cepat dan lebih terpadu, terutama untuk melawan aktor eksternal yang terlibat dalam manipulasi dan campur tangan informasi asing."

Organisasi tersebut sepakat untuk memberikan bantuan darurat kepada Spanyol guna mendukung peningkatan keamanan perbatasan.

 

Apa yang terjadi di Ceuta?

Pertemuan tersebut diadakan untuk mengatasi kekhawatiran terkait keamanan di dalam kawasan pergerakan bebas Schengen setelah sekitar 60.000 orang menyerbu gerbang perbatasan di Cueta, yang merupakan wilayah eksklave Spanyol atau wilayah suatu negara yang terpisah dan dikelilingi oleh wilayah negara lain.

Baca juga: Spanyol Kerahkan Militer ke Ceuta di Perbatasan dengan Maroko untuk Atasi Krisis Migran

Berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Eropa menyebutkan bahwa terdapat ratusan anak di bawah umur di antara orang-orang yang menerobos masuk tersebut.

Insiden ini memicu serangkaian kritik tajam dari para pemimpin negara anggota Uni Eropa berhaluan kanan-tengah dan sayap kanan terhadap Perdana Menteri Spanyol yang berhaluan kiri, Pedro Sanchez. Negara-negara seperti Italia dan Finlandia mendesak penangguhan segera keanggotaan Spanyol dalam perjanjian Schengen.

Namun, para pejabat dan lembaga penegak hukum dari seluruh penjuru Uni Eropa menyatakan bahwa jebolnya pengawasan perbatasan disebabkan oleh misinformasi yang diberikan kepada para pencari suaka yang menunggu di perbatasan. Pihak berwenang juga menyampaikan kecurigaan bahwa sindikat perdagangan manusia sengaja menyesatkan para calon migran tersebut.

Eksklave Ceuta milik Spanyol terletak di benua Afrika, yang berbatasan langsung dengan Maroko di satu sisi dan lautan di sisi lainnya. Wilayah ini memberlakukan prosedur masuk dan keluar Schengen yang lebih ketat dari biasanya, serta melakukan pemeriksaan identitas bagi para penumpang yang menyeberang ke daratan utama Spanyol.

Spanyol mengonfirmasi pada hari Selasa (04/08) bahwa sekitar 60.000 orang telah dipulangkan ke Maroko sejak akhir pekan dan menyisakan 2.500 orang yang masih berada di Ceuta.

Letak Kota Ceuta di perbatasan antara Spanyol dan Maroko. (Sumber: slate.com)

Kawasan Schengen tidak terganggu

"Sangat jelas bahwa kawasan Schengen sama sekali tidak terganggu oleh krisis ini," kata Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, setelah melakukan pembicaraan dengan mitranya dari negara-negara Uni Eropa lainnya.

Pernyataan tersebut diamini oleh Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez: "Kami semua sepakat bahwa kawasan Schengen sebenarnya bukanlah masalah utamanya."

Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi, Magnus Brunner, mengatakan bahwa terdapat "solidaritas penuh dengan Spanyol di meja perundingan" pada pertemuan tersebut. Ia menambahkan bahwa peningkatan keamanan perbatasan yang difasilitasi oleh Frontex (badan perbatasan Uni Eropa) telah diterapkan di Ceuta dan "siap untuk berbuat lebih banyak."

Ia menyebut pertemuan itu sebagai "kesempatan yang bermanfaat" untuk memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang menyeberang dari Ceuta ke daratan utama.

"Beberapa hari terakhir merupakan ujian bagi ketahanan Eropa, sebuah ujian terhadap keamanan perbatasan eksternal kita," ujar Brunner. "Menurut saya, Eropa jelas telah berhasil melewati ujian ini." (Sumber: AFP, Reuters)/Artikel ini diadaptasi dari artikel bahasa Inggris/Diadaptasi oleh Algadri Muhammad/Editor: Hani Anggraini)/dw.com/id. [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas