Pasar Petisah Bertransformasi: Dari Tradisional Menuju Sentra Kreatif & Kuliner Medan
Oleh : Radar Medan | 12 Okt 2026, 17:23:09 WIB | 👁 377 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Groundbreaking Block Petisah oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada Senin (12/10/2026).
RADARMEDAN.COM - Pemko Medan terus mendorong kebangkitan Pasar Petisah melalui pembangunan ekosistem perdagangan baru yang lebih modern, adaptif, dan ramah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Komitmen ini diwujudkan lewat groundbreaking Block Petisah oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada Senin (12/10/2026).
Kawasan ini akan disulap menjadi pasar kreatif yang memadukan kuliner, event space, dan aktivitas ekonomi kreatif.
Menariknya, pembangunan Block Petisah tidak menggunakan APBD, melainkan skema kerja sama antara PUD Pasar Kota Medan dengan pihak swasta. Pada tahap awal, kawasan ini ditargetkan menampung sekitar 200 UMKM, dengan fokus menyasar masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, unsur Forkopimda, Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, Dirut PUD Pasar Anggia Ramadhan, serta tokoh masyarakat dan agama.
Rico Waas menegaskan, revitalisasi ini bukan sekadar polesan fisik, melainkan membangun ekosistem yang mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. “Pasar Petisah ini ikonik. Namun, pasar tradisional menghadapi tantangan. Kita ingin membangun pasar kreatif seperti Pasar Santa di Jakarta atau The Hallway Space di Bandung, yang disukai anak muda sekaligus menjadi tempat UMKM berkembang,” ujarnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya penataan agar pelaku usaha, termasuk pedagang kuliner pinggir jalan, dapat tumbuh secara tertib. "Kita sedang membangun ekosistem yang baik dengan aturan matang. Tujuannya merangkul semua, agar kualitas produk meningkat dan pendapatan pedagang semakin baik," tegas Rico.
Dirut PUD Pasar, Anggia Ramadhan, menambahkan bahwa Block Petisah akan memprioritaskan UMKM lokal Medan. "Komitmen kami adalah memfasilitasi UMKM Kota Medan. Biaya sewanya akan dibuat sangat terjangkau dengan skema per tahun," jelasnya. Ia juga memastikan pedagang lama, terutama sektor kuliner, akan diprioritaskan, sementara pedagang di lantai dua telah melalui proses zonasi dan relokasi yang tertib.
Langkah revitalisasi ini disambut antusias oleh pedagang dan warga. William, pedagang snack yang sudah merasakan sepinya pasar selama lebih dari 10 tahun, berharap Block Petisah membawa angin segar.
"Mudah-mudahan makin hidup dan banyak pengunjung," katanya.
Harapan senada diungkapkan Sundari, pelanggan setia Pasar Petisah.
“Saya berharap renovasi ini mengembalikan nama besar Petisah. Kualitas barang di sini bagus dan harganya terjangkau," ungkapnya.
Melalui perpaduan konsep kreatif, pemberdayaan UMKM lokal, dan penataan yang humanis, Block Petisah diharapkan menjadi tonggak kebangkitan kembali pasar legendaris Medan sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan.(HM)
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .