Buka Ruang Dialog, Rektor USU Terima Audiensi MUKI Sumut Terkait Polemik Gereja POUK USU
MTQ Sumut 2026 Digelar 15-25 Juni, Targetkan Tembus Lima Besar Nasional
Bupati Deli Serdang Lepas 1.555 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Kejujuran Data Lapangan
Bobby Nasution Desak Pemkab/Pemko Tuntaskan Perkada dan Tender, Penyaluran DBH Masih Tertahan
Wali Kota Medan Kerahkan Armada Damkarmat Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
Rico Waas dan Mantan PSMS Bahas Kebangkitan Sepak Bola Medan
Rico Waas Dukung Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Medan ke Luar Negeri
Terima Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Rico Waas Dorong Kampus Cetak SDM Unggul
Pemprov Sumut dan Kemenhub Bahas Langkah Strategis, BRT Mebidang Ditargetkan Rampung 2027
Pemkab Taput Terima Penghargaan Atas Komitmen Posbankum Desa dan Kelurahan
Pembangunan RSUD Type C Bantuan Kemenkes di Anambas Berpolemik, Warga Minta Tempatnya Digeser

Keterangan Gambar : Rapat dengar pendapat membahas tentang pembangunan RSUD Type C bantuan Kemenkes di Anambas.
RADARMEDAN.COM..COM, ANAMBAS - Proses pembangunan RSUD type C hasil bantuan dari Kemenkes RI di Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini menuai polemik di kalangan masyarakat.
Pasalnya, beberapa masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dapil Dua (AMDD) tidak setuju mengenai lokasi tempat pembangunan RSUD type C tersebut.
Dimana, lokasi pembangunan RSUD type C ini awalnya diperuntukkan membangun Gelanggang Olahraga (GOR) pada tahun 2019 lalu, namun hingga saat ini tak kunjung dikerjakan karena keterbatasan anggaran.
Hal ini terungkap setelah DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan AMDD di Ruang Rapat Paripurna Lantai I Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (5/2/2025).
Muslim, tokoh masyarakat yang tergabung dalam AMDD tersebut, kesempatan itu hadir dalam RDP. Ia mengatakan, lahan Pasir Putih di Desa Tarempa Timur yang menjadi tempat pembangunan RSUD type C ini dulu diperuntukkan membangun GOR pada masa jabatan Bupati Kepulauan Anambas pertama, Tengku Mukhtaruddin.
"Pak Tengku sudah baik merencanakan tata ruang Anambas agar jadi lebih baik. Tapi sekarang sesuka hati aja dirubah," ujar Muslim.
Muslim menyampaikan bahwa alih fungsi lahan Pasir Putih ini sangat mubazir dan banyak menghabiskan anggaran daerah, sebab butuh biaya besar untuk membuat kajian dan Desaign Engineering Detail (DED) saat itu.
Selain itu, Muslim juga menyinggung soal konsep pembangunan Water Front City (WFC) yang digagas oleh Tengku Mukhtaruddin di area Pelabuhan Sri Siantan Tarempa, namun hingga saat ini juga tak kunjung dilaksanakan.
"Sebagian lahan WFC juga sebagian digunakan untuk RSUD Tarempa. Itu sempat bermasalah, karena fungsinya untuk sosial, kita diam saja waktu itu," ungkap Muslim.
Muslim pun meminta DPRD Anambas untuk berperan aktif mengawasi jalannya pembangunan di Anambas baik dari segi perencanaan hingga penyelesaian pengerjaan.
"DPRD jangan teledor dan terkesan membiarkan. Ketika DED nya untuk bangun GOR ternyata dialih fungsi untuk membangun yang lain," tegas Muslim.
Maka dari itu, AMDD meminta Bupati dan DPRD untuk kembali membahas lokasi pembangunan RSUD type C tersebut agar tidak melanggar kesepakatan tata ruang yang telah disepakati.
Sementara itu dalam RDP tersebut, Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, S.H., M.H., mengakui bahwa penentuan lokasi pembangunan RSUD type C di lahan Pasir Putih, tidak ada Koordinasi dengan DPRD.
Meski begitu, alih fungsi lahan telah selesai dilakukan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Kita pemerintah daerah telah siap untuk membangun RSUD type C di Tarempa. Alih fungsi lahan sudah selesai dan disetujui," ucapnya.
Demi menyukseskan pembangunan RSUD type C di Anambas ini, maka anggota DPRD Anambas bersama dua orang perwakilan dari AMDD akan berangkat ke Jakarta untuk menemui tim dari Kemenkes RI.
"Nanti anggota DPRD bersama dua orang perwakilan dari AMDD akan berangkat ke Jakarta menemui Kemenkes RI untuk menegosiasikan pemindahan lokasi pembangunan RSUD type C di Anambas," pungkasnya.(toy/PR)
TAGS :
