Peneliti: Sumut Surplus Bahan Pangan, Bukti Kerja Kolaboratif Gubernur Bobby

Oleh : Radar Medan | 31 Okt 2025, 19:06:45 WIB | 👁 1082 Lihat
Ekonomi
Peneliti: Sumut Surplus Bahan Pangan, Bukti Kerja Kolaboratif Gubernur Bobby

RADARMEDAN.COM - Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (JASKOP) di Sumut menjadi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Bobby Nasution. Surplus bahan pangan di sejumlah komoditi merupakan bukti kerja kolaboratif yang dijalankan Bobby Nasution.

Informasi dihimpun pada Jumat, 30 Oktober 2025, menunjukkan sejumlah harga bahan pangan, terutama komoditi cabai merah, mengalami penurunan setelah sempat meroket tinggi beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, ketersediaan bahan pangan seperti beras dan cabai merah periode Januari-September 2025 berada pada kondisi surplus. Pada periode itu, produksi setara beras di Sumut sebanyak 1.754.689 ton, sementara kebutuhan 1.288.609 ton, artinya surplus 466.080 ton.

Proyeksi Oktober 2025 menunjukkan konversi beras 145.632 ton, untuk kebutuhan 145.534 ton, sehingga surplus tipis 98 ton.

Bergeser ke cabai merah, periode Januari sampai September 2025, produksi mencapai 183.846 ton, sedangkan kebutuhan 91.085 ton, surplus 92.760 ton.

Untuk proyeksi Oktober 2025, produksi cabai merah 17.152 ton, sedangkan kebutuhan 10.247 ton, artinya surplus 6.904 ton.

Rencana panen cabai sudah dijadwalkan 27 Oktober sampai 10 November 2025 untuk menjaga kontinuitas pasokan.

"Dari proyeksi dan catatan surplus itu menggambarkan bahwa kerja kolaboratif Gubsu kita tidak sekadar slogan. Tinggal bagaimana instansi terkait menjaga kestabilan ini ke depan," kata Peneliti Lembaga Kajian Masyarakat Marginal (LKMM), Ika Anshari.

Menurutnya, kunci surplus itu terletak pada langkah sinergitas dan kolaborasi Bobby Nasution dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan. Ditambah lagi, sejumlah faktor pendukung produksi bahan pangan di Sumut sangat memadai.

"Ketersediaan air menurut BMKG cukup baik hingga Desember 2025, ini tentu mendukung pola tanam. Maka dari itu, pemantauan stok harus dilakukan secara berkala oleh TPID dan dinas terkait," tukas Ika Anshari.

Terpisah, mahasiswa Ekonomi UMSU, Baginda Siregar, menilai bahwa ketersediaan stok pangan ini harus mendapat perhatian penuh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut. Hal itu dimaksudkan untuk memperkuat kerja-kerja kolaboratif Bobby Nasution dan menutup celah oknum mafia mempermainkan harga pasar.(HM/pe)

"Kondisi saat ini surplus cabai merah. Namun, kemarin harganya naik meskipun kini trennya menurun. Kami mensinyalir ada mafia yang mau mengambil keuntungan besar dari upaya-upaya anomali harga ini," kata Baginda.

Menurutnya, keuntungan besar yang dicari mafia-mafia tersebut bukan hanya pada keuntungan ekonomi, tetapi juga politik.

"Keuntungan politik sudah pasti. Sebab, situasi beberapa hari lalu (harga cabai naik dan inflasi) mengarah pada kinerja Pemprov Sumut. Kita harus mewaspadai mafia-mafia yang justru makin menyulitkan rakyat kita sendiri," ujar Baginda.

Dia mendorong Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumut untuk mencermati situasi ini. Apalagi di dalam TPID sendiri ada unsur kepolisian yang bisa langsung menindak ulah mafia tersebut.

Sebelumnya juga, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, menegaskan pihaknya tak akan tinggal diam menghadapi praktik spekulatif yang membuat harga cabai meroket di pasar-pasar tradisional.

"Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus, unit Industri dan Perdagangan, sudah lama membentuk Satgas Pangan," ujar Ferry di Medan, Senin malam, 27 Oktober 2025.

Biasanya, lanjut dijelaskan Ferry, satgas ini menangani persoalan beras, jagung, dan bahan pokok lainnya.

"Sekarang kami fokus pada cabai. Pengawasan tengah digencarkan di sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi dan distribusi cabai," jelas Kabid Humas.

Menurut Ferry, polisi menelusuri potensi adanya permainan harga dan dugaan penimbunan.

"Untuk masalah cabai yang naik atau langka, kami sedang melakukan pemantauan intensif," tegasnya.


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas