Sempat DPO, Dayu Pelaku Penganiayaan Serahkan Diri
Oleh : Radar Medan | 16 Nov 2022, 00:00:03 WIB | 👁 2159 Lihat Hukum dan Kriminal
RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - WDA alias Dayu (28) warga Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Bilah Hilir, Polres Labuhanbatu, Senin (14/11/2022) pukul 21.00 WIB.
Satu dari lima pelaku penganiayaan secara bersama sama itu sempat menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian.
Dari keterangan Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir Ipda Rocardo Sirait mengatakan, kedatangan tersangka Dayu didampingi orang tua serta kerabatnya.
"Semua pelaku penganiayaan terhadap korban Ponidi berjumlah lima orang dan semua sudah ditangkap, yakni tiga pelaku sudah di LP Lobusona dan dua pelaku, termasuk Dayu sedang menjalani proses penyidikan," ungkap Ricardo, Selasa (15/11/2022).
Adapun kelima pelaku yakni MAR alias Ipin, S alias Roki dan H alias Jeki sebelumnya sudah diamankan, mendekam di LP Lobusona. Kemudian HN alias Dogol dan WDA alias Dayu saat ini masih menjalani proses penyidikan di Polsek Bilah Hilir
"Ini yang terakhir menyerahkan diri atas nama Dayu. pertama tiga orang sudah di sidang (LP) dan dua orang lagi baru ditangkap Dogol dan Dayu," tutup Ipda Ricardo.
Sebelumnya diberitakan, seorang terduga pelaku penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama, berhasil diamankan petugas Polsek Bilah Hilir. Pelaku inisial HD alias Dogol (43) diduga merupakan otak yang mengakibatkan korban bernama Ponidi warga Desa Sei Rakyat, mengalami luka berat.
Kapolsek Bilah Hilir melalui Kanit Reskrim Ipda Ricardo Sirait saat dikonfirmasi, Jumat (11/11/2022) mengatakan, pelaku Dogol warga Desa Sei Kasih Luar tersebut diamankan di seputaran Jalan Dusun Amal, Desa Tanjung Sarangelang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (10/11/2022) sekira pukul 21.00 WIB. Namun, seorang lagi, inisial WD alias Dayu masih dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Dayu melarikan diri yang ketangkap abangnya. Masih kita buru (DPO)," ungkap Ipda Ricardo Sirait.
Katanya, penangkapan pelaku Dogol berawal saat petugas mendapat informasi keberadaan pelaku, hingga Kanit Reskrim dan anggota melakukan pengejaran ke lokasi yang disebutkan yakni di Jalan Umum Dusun Amal Desa Tanjung Sarangelang Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu,
Tambahnya lagi, hal tersebut atas dasar laporan korban Ponidi ke Polsek Bilah Hilir dengan No:LP/B/139/VI/2022/SPKT//SEK-Bilah HILIR/RES-LABUHANBATU/POLDA SUMUT. TANGGAL 17 JUNI 2022.
Sebelumnya, tiga terduga pelaku telah berhasil diamankan yakni yakni MA alias Ipin, S alias Roki (ditangkap Senin, 20 Juni 2022) dan HP alias Jeki (ditangkap pada Jumat 17 Juli 2022)
Pelaku Dogol dan Dayu sendiri tergolong licin, sebab, sejak peristiwa penganiayaan, Jumat (17/6/2022) lalu. Dogol dan Dayu diduga bebas berkeliaran di seputaran Kecamatan Bilah Hilir-Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. (BS)/pe
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .