3.000 Personel dari 21 Kecamatan Gotong Royong Raya di Medan Helvetia
Oleh : Radar Medan | 27 Des 2025, 17:38:45 WIB | 👁 434 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Sebanyak 3.000 personel dari 21 kecamatan se-Kota Medan Gotong Royong Raya pada berbagai lokasi di Kecamatan Medan Helvetia. Sabtu, 27/12/2025.
RADARMEDAN.COM - Sebanyak 3.000 personel dari 21 kecamatan se-Kota Medan Gotong Royong Raya pada berbagai lokasi di Kecamatan Medan Helvetia. Kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar secara serentak lintas kecamatan di Kota Medan.
Gotong Royong Raya ini dipusatkan di Kecamatan Medan Helvetia, mengingat wilayah ini terdampak banjir cukup parah, terutama di Kelurahan Tanjung Gusta dan Kelurahan Cinta Damai. Seluruh kekuatan personel dari berbagai kecamatan dikerahkan untuk membantu penanganan lingkungan di wilayah tersebut.
Sebelum pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti apel yang dipimpin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Lapangan Sepak Bola Balai Desa, Kelurahan Helvetia, Sabtu (27/12/2025).
Dalam arahannya, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan gotong royong biasa.
“Ini bukan gotong royong massal, tetapi Gotong Royong Raya. Untuk pertama kalinya di Kota Medan, 21 kecamatan berkumpul dan bekerja bersama untuk satu kecamatan,” ujar Rico Waas.
Rico Waas mengatakan, Gotong Royong Raya merupakan wujud nyata semangat Medan untuk Semua, tanpa ego sektoral dan tanpa batas kewilayahan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi pascabencana.
“Hari ini Medan Helvetia membutuhkan dukungan kita. Mari bekerja bersama agar masyarakat melihat dan merasakan kehadiran pemerintah,” katanya.
Usai apel, Rico Waas meminta seluruh personel langsung bergerak ke titik-titik yang telah ditentukan. Kegiatan difokuskan pada pembersihan drainase yang mengalami sedimentasi, pengangkatan sampah dan rumput liar di lingkungan permukiman warga, serta penataan kawasan agar lebih bersih dan aman.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, Rico Waas terlebih dahulu menggelar kegiatan Sapa Warga di Kelurahan Tanjung Gusta. Selanjutnya, ia mengendarai sepeda motor untuk memantau langsung pelaksanaan Gotong Royong Raya di berbagai lokasi di wilayah Medan Helvetia guna memastikan kegiatan berjalan optimal sesuai pembagian tugas masing-masing kecamatan.
Rico Waas juga mengingatkan agar para petugas tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi turut mengajak dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan gotong royong sehingga tercipta gerakan bersama antara pemerintah dan warga.
Menurut Rico Waas, Gotong Royong Raya menjadi penyemangat bagi jajaran Kecamatan Medan Helvetia, mulai dari camat, lurah, kepala lingkungan, hingga petugas lapangan.
“Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari nilai kehidupan bermasyarakat dan keagamaan,” ucapnya.(R/PE)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .