Ipda Endry Minta Maaf Usai Tampar Wartawan di Stasiun Tawang
Oleh : Radar Medan | 07 Apr 2025, 11:51:50 WIB | 👁 784 Lihat Nasional
Keterangan Gambar : Anggota tim pengamanan protokoler Kapolri, Ipda Endry, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah menampar kepala fotografer LKBN ANTARA, Makna Zaezar, saat peliputan arus balik Lebaran di Stasiun Tawang, Semarang, Sabtu (5/4).
RADARMEDAN.COM, SEMARANG – Anggota tim pengamanan protokoler Kapolri, Ipda Endry, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah menampar kepala fotografer LKBN ANTARA, Makna Zaezar, saat peliputan arus balik Lebaran di Stasiun Tawang, Semarang, Sabtu (5/4).
Peristiwa itu terjadi saat wartawan meliput kunjungan Kapolri. Ipda Endry disebut bertindak kasar, mulai dari mendorong, mencekik, hingga menampar wartawan yang sedang bertugas.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Fotografer Indonesia (PFI) Semarang menegaskan bahwa saat itu wartawan melakukan peliputan dengan wajar dan tidak mengganggu aktivitas Kapolri. Namun, tindakan kekerasan tetap terjadi.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyatakan bahwa Polda menyesalkan kejadian ini. Ia menyebut tindakan Ipda Endry sebagai bentuk teguran yang berlebihan secara verbal dan fisik.
“Situasinya memang ramai, tapi tindakan itu tetap tidak dibenarkan,” kata Artanto.
Ia menambahkan, Polri akan mengevaluasi prosedur pengamanan dan penempatan posisi wartawan saat peliputan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pada Senin (7/4), Ipda Endry datang ke kantor LKBN ANTARA Jateng bersama tim dari Mabes Polri untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Makna Zaezar.
“Saya, Ipda Endry dari tim pengamanan protokoler, mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan media atas kejadian di Stasiun Tawang. Saya menyesal dan siap bertanggung jawab,” ucapnya di hadapan awak media.
Makna Zaezar menerima permintaan maaf tersebut. “Saya sudah memaafkan. Mas Endry juga datang langsung malam ini, saya hargai itu,” katanya.
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA, Irfan Junaidi, turut hadir dalam pertemuan itu. Ia menyayangkan insiden tersebut, namun menghargai itikad baik Ipda Endry yang langsung meminta maaf secara terbuka.
“Kami anggap masalah ini selesai. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran bagi semua pihak agar ke depan penanganan terhadap wartawan bisa lebih profesional dan manusiawi,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa Ipda Endry bukan ajudan Kapolri, melainkan anggota pengamanan protokoler. Ia memastikan Polri akan mengevaluasi ulang SOP pengamanan agar wartawan bisa bekerja dengan aman, dan petugas tetap bisa menjalankan tugasnya tanpa konflik.(kbrn/PE)
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .