Dugaan Ijazah Palsu Mentok di Krimum, Fernando Sebut Penegakan Hukum Polda Sumut Lemah
Oleh : Radar Medan | 05 Sep 2024, 10:58:18 WIB | 👁 962 Lihat Umum
RADARMEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR - Adanya aduan masyarakat (Dumas) terhadap salah satu anggota DPRD Siantar terpilih masa jabatan 2024-2029 Chairudin Lubis yang diduga menggunakan ijazah palsu saat melakukan pendaftaran menjadi bakal calon legislatif dari partai Gerindra Pematangsiantar yang lalu masih mentok di meja Direktur Kriminal Umum (DIRKRIMUM) Polda Sumatera Utara.
Hal ini diketahui, Kamis, 05/9/2024 ketika salah seorang yang mengajukan Dumas Fernando Nainggolan mempertanyakan tindak lanjut terkait Dumas yang belum ada tanggapan oleh Dirkrimum Polda Sumut.
Fernando menjelaskan kepada media ini pengaduan masyarakat (Dumas) atas nama Chairudin Lubis masih tertahan di meja Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumatera Utara.
"Pada hari Rabu tanggal 4 September 2024 saya mendatangi Sekretariat Umum (Setum) Polda Sumatera Utara untuk mempertanyakan surat Dumas yang sudah dilayangkan kepada Kapolda Sumut pada tanggal 20 Agustus 2024, pegawai Setum mengatakan surat Dumas sudah diserahkan ke Dirkrimum pada tanggal 21 Agustus 2024 dengan nomor disposisi R/867/VIII/2024 Krimum," jelasnya.
Selanjutnya, setelah mendapatkan nomor disposisi tersebut Fernando mengatakan menuju bagian Renmin yang merupakan unsur pembantu pimpinan dan pelayanan staf Reskrimum Polda Sumut untuk mempertanyakan surat Dumas tersebut , tetapi salah seorang pegawai Renmin mengatakan ,"pak surat tersebut masih di meja Direktur, belum didisposisi". Mendapat jawaban tersebut Fernando mengatakan mencoba menemui Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Sumaryono guna mempertanyakan kendala kenapa Dumas belum didisposisi ,tetapi Sumaryono enggan bertemu dan mengarahkan perwira dirkrimum untuk menemui namun saat bertemu dengan perwira Dirkrimum tersebut hanya mengatakan "kita tunggu saja disposisi surat Dumas tersebut dari Dir,"
"Kita sangat kecewa dengan kinerja Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, ini menyangkut kepentingan masyarakat kota Pematangsiantar lima tahun kedepan. Seharusnya hal yang menyangkut urgensi kepentingan masyarakat umum menjadi atensi pihak penegak hukum dalam hal ini pihak Polda Sumut," ujar Fernando.
Menurutnya ini membuktikan penegakan hukum di Indonesia masih lama.
"Tetapi meskipun demikian saya tidak akan pernah berhenti hingga persoalan dugaan penggunaan ijazah palsu ini bisa terang benderang dan tidak menimbulkan kegaduhan di kota Pematangsiantar,"sebutnya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi terkait pengaduan (Dumas) yang dilayangkan HS belum memberikan tanggapan.
Selain itu, diketahui jika Chairudin Lubis sudah resmi dilantik menjadi anggota DPRD Kota Pematangsiantar periode 2024-2029 pada Senin 2 Agustus 2024 yang lalu.(Jaith)/pe
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .