Gandeng UNIMED, Kelurahan Tanah Enam Ratus Bikin Kompor dari Sampah Plastik
Oleh : Radar Medan | 14 Jun 2025, 16:07:51 WIB | 👁 593 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Pemerintah Kota Medan melalui Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, menggandeng Universitas Negeri Medan (UNIMED) pengelolaan sampah sebagai sumber energi alternatif. Sabtu (14/6/2025)
RADARMEDAN.COM - Pemerintah Kota Medan melalui Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, menggandeng Universitas Negeri Medan (UNIMED) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah sebagai sumber energi alternatif.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap visi dan misi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap dalam mengatasi permasalahan persampahan di Kota Medan.
Edukasi yang berlangsung di Jalan Marelan IX, Gang Famili, Lingkungan III, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Sabtu (14/6/2025), merupakan bagian dari program Kemitraan Masyarakat 2025 yang dijalankan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMED. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025 yang mengusung tema "Hentikan Polusi Plastik".
Lurah Tanah Enam Ratus, Syawaludin Nasution, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yakni Gerakan Kantor Mandiri Kelola Sampah (GKMKS) dan Gerakan Rumah Mandiri Kelola Sampah (GRMKS), yang sebelumnya telah dijalankan di kantor kelurahan. Menurutnya, persoalan sampah perlu penanganan menyeluruh dari berbagai pihak, termasuk edukasi langsung ke masyarakat.
Dalam kegiatan ini diperkenalkan kompor sederhana berbahan bakar sampah yang memanfaatkan limbah seperti oli bekas atau minyak goreng bekas, yang dipanaskan bersama sampah plastik atau kertas. Setelah api menyala, blower kecil bertenaga listrik digunakan untuk menyempurnakan pembakaran dan menghasilkan nyala api stabil.
"Di tahap awal, kompor sederhana ini kita peruntukkan bagi pelaku usaha. Harapannya, selain mengurangi sampah, juga bisa menjadi sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan," jelas Syawaludin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah. Sampah non-organik seperti plastik dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor, sementara sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos. Dalam kegiatan tersebut, pihak kelurahan turut membagikan tong sampah untuk mendukung gerakan pemilahan sampah rumah tangga.
"Kita ingin lingkungan bersih dan sehat, dan ini dimulai dari rumah. Oleh karena itu, kita bagikan tong sampah agar masyarakat terbiasa memilah antara sampah organik dan non-organik," tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri pembimbing LPPM UNIMED Satria Mihardi, penggiat lingkungan, dan kelompok masyarakat setempat. Selain pemberian kompor dan tong sampah, demonstrasi penggunaan kompor sederhana berbahan bakar sampah turut diperlihatkan langsung kepada warga.
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .