Kabupaten Toba Jadi Pilot Project LSDP, Pemkab Siapkan Lahan TPA 3,4 Hektare
Oleh : Radar Medan | 04 Sep 2026, 18:00:06 WIB | 👁 62 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Rapat Konsolidasi Kesiapan Pemkab Toba untuk pelaksanaan Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), yang dipimpin langsung Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu, Jumat (4/9/2026).
RADARMEDAN.COM,TOBA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terus mematangkan kesiapan dalam menangani persoalan persampahan melalui sistem pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam Rapat Konsolidasi Kesiapan Pemkab Toba untuk pelaksanaan Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), yang dipimpin langsung Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu, Jumat (4/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Toba saat ini menghadapi persoalan serius terkait volume timbulan sampah yang mencapai sekitar 100 hingga 120 ton per hari.
Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 45 persen yang mampu diangkut dan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sementara pengelolaan sampah di hilir masih mengandalkan sistem open dumping dan belum disertai pengolahan lanjutan.
“Sebanyak 55 persen wilayah Toba lainnya belum terjangkau layanan pengangkutan akibat keterbatasan sarana, prasarana dan sumber daya,” ujar Bupati.
Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah membuat penanganan persoalan sampah tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan kemampuan pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Toba terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Kabupaten Toba ditetapkan sebagai salah satu lokasi percontohan (pilot project) penerima program strategis LSDP melalui sinergi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Bappenas.
Sebagai bentuk kesiapan menerima program tersebut, Pemkab Toba telah memperluas lahan operasional TPA dari sebelumnya 2,5 hektare menjadi 3,4 hektare.
Selain perluasan lahan, sejumlah dokumen teknis juga telah dipersiapkan, mulai dari Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), hingga perumusan Memorandum of Understanding (MoU) dengan calon offtaker.
Kesiapan Pemkab Toba juga mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Toba melalui komitmen penyediaan anggaran operasional persampahan secara berkelanjutan.
Penguatan kelembagaan pun tengah dipersiapkan melalui rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus persampahan bersama DPRD Kabupaten Toba.
Sehari sebelumnya, Kamis (3/9/2026), tim penilai LSDP dari pemerintah pusat melakukan kunjungan lapangan ke TPA Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti. Peninjauan tersebut dilakukan untuk menilai kelayakan lokasi yang diproyeksikan menjadi sentra pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Pada hari yang sama, Pemkab Toba juga memperkuat penjajakan kerja sama internasional dalam pengelolaan sampah dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI).
Pertemuan bersama tim ahli KEITI berlangsung di Balai Data Lantai IV Kantor Bupati Toba. Pembahasan difokuskan pada rencana kerja sama alih teknologi (transfer of knowledge) dalam pengelolaan sampah yang modern, efisien dan ekonomis.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan TPST dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Produk akhir pengolahan sampah nantinya ditargetkan dapat menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang berasal dari residu sampah.
Tim KEITI juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pengelolaan air limbah di depan Puskesmas Tandang Buhit serta area TPA. Peninjauan dilakukan untuk memetakan kondisi eksisting sekaligus memastikan kesesuaian teknologi yang nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Toba.
Bupati Toba menegaskan, pembenahan infrastruktur dan penambahan armada pengangkutan bukan satu-satunya solusi dalam mengatasi persoalan sampah.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Oleh karena itu, Pemkab Toba mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat mulai membiasakan diri mengurangi dan memilah sampah langsung dari sumber terkecil, yakni rumah tangga, demi terwujudnya Kabupaten Toba yang lebih bersih, sehat, maju dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Asa)/PE
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .