Pemkab Toba Gandeng Korea Selatan, Bidik Teknologi Modern Atasi 120 Ton Sampah per Hari
Oleh : Radar Medan | 03 Sep 2026, 22:30:53 WIB | 👁 114 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mulai membuka jalan kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) di Balai Data Lantai IV Kantor Bupati Toba, Kamis (3/9/2026).
RADARMEDAN.COM,TOBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mulai membuka jalan kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut dinilai strategis mengingat Kabupaten Toba merupakan salah satu wilayah di kawasan Danau Toba yang memiliki nilai penting dari sisi ekologis, budaya, ekonomi hingga pariwisata.
Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu mengungkapkan, produksi sampah di Kabupaten Toba saat ini mencapai sekitar 100 hingga 120 ton per hari. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi sistem pengelolaan yang memadai karena penanganan sampah masih menggunakan pola pembuangan terbuka atau open dumping.
“Di Kabupaten Toba, tumpukan sampah mencapai 100–120 ton per hari, di mana penanganannya masih dilakukan dengan model open dumping,” ujar Effendi saat menerima tim KEITI di Balai Data Lantai IV Kantor Bupati Toba, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, persoalan sampah tidak lagi sebatas persoalan kebersihan. Pengelolaan sampah telah menjadi bagian penting dari tantangan pembangunan karena berkaitan langsung dengan lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, perubahan iklim, perekonomian, pariwisata, serta kualitas kehidupan masyarakat.
Atas dasar itu, Pemkab Toba mendorong kerja sama dengan KEITI melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), hingga pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Effendi mengakui, Pemkab Toba masih menghadapi berbagai tantangan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang ideal.
Keterbatasan sarana dan prasarana, kapasitas pengolahan, sumber daya manusia, pembiayaan, serta masih rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi sejumlah persoalan yang harus dibenahi.
Karena itu, Pemkab Toba membuka ruang transfer pengetahuan dan teknologi dari Korea Selatan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien dan berkelanjutan.
“Kami berharap kunjungan konsultan dari Korea tidak hanya menghasilkan kajian atau rekomendasi, tetapi dapat menjadi awal kerja sama yang konkret dan implementatif bagi Kabupaten Toba,” tegasnya.
Ia berharap kerja sama tersebut nantinya tidak berhenti pada pengelolaan sampah semata, tetapi dapat berkembang pada pengembangan proyek, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknologi, hingga membuka peluang investasi di sektor persampahan.
Tinjau TPA Pintu Bosi
Usai pertemuan, delegasi Korea Selatan bersama jajaran Pemkab Toba langsung turun ke lapangan. Tim meninjau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi serta proses pengelolaan sampah di lapangan. Hasil kunjungan diharapkan menjadi bahan masukan dalam penyusunan konsep kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan Kabupaten Toba.
Delegasi kemudian meninjau lokasi pemilahan sampah di depan Puskesmas Tandang Buhit, Balige.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya melihat praktik pemilahan sampah di tingkat masyarakat sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangan sistem pengelolaan berbasis pemilahan dan daur ulang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Konsul Kehormatan Republik Korea Selatan untuk Sumatera Parlindungan Purba, Kepala Perwakilan KEITI Indonesia Kang Minsoo, Staf KEITI Indonesia Winall Satriawan, Direktur Utama KECC Kim Young-Kyu, Manajer KECC Hong Jeong-Wan, serta Direktur YOOSHIN Indonesia Ahn Key.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Pemkab Toba berharap persoalan sampah dapat ditangani dengan pendekatan yang lebih efektif, modern dan berkelanjutan.
Tak hanya menyelesaikan persoalan sampah, langkah tersebut diharapkan turut menjaga kelestarian lingkungan kawasan Danau Toba, mendukung pengembangan pariwisata, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Toba. (Asa)/PE
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .