Lindungi Konsumen, Balai Pengawasan Tertib Niaga Sudah Ada di Kota Medan
Oleh : Radar Medan | 09 Okt 2019, 17:22:42 WIB | 👁 1923 Lihat Umum
RADARMEDAN.COM - Kehadiran Balai Pengawasan Tertib Niaga di Kota Medan diharapkan dapat membantu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya Kota Medan, menciptakan iklim usaha prokonsumen, serta hubungan yang lebih berkeadilan antara pelaku usaha dan konsumen.
Harapan ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Medan, H Akhyar Nasution usai menghadiri peresmian Balai Pengawasan Tertib Niaga di Jalan Sunggal Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (9/10/2019).
Selain Kota Medan, ada 3 kota lainnya ikut diresmikannya Balai Pengawasan Tertib Niaga yakni Surabaya, Bekasi dan Makassar.
"Dengan hadirnya Balai ini dapat mempermudah melayani masyarakat kota Medan serta memberi tahu hak dan kewajiban sebagai konsumen. Konsumen Indonesia belum mampu memanfaatkan hak dan kewajiban mereka, serta belum berperan aktif memperjuangkan hak mereka sebagai konsumen," tegas Akhyar.
Sebelum diresmikannya Balai Pengawasan Tertib Niaga, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita menyampaikan dalam melakukan tertib niaga ini harus ada satu pertimbangan yang sangat tidak mudah dilakukan, salah satu hal yang perlu dilakukan yakni mempermudah konsumen dengan mempermudah dalam pengurusan perizinan.
"Meskipun nantinya pengurusan perizinan akan dipermudah, para pengusaha haruslah berperilaku jujur, jangan pernah sekalipun menyeludupkan barang-barang import untuk masuk secara ilegal ke Indonesia khususnya Kota Medan," harapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah mengucapkan rasa senang dan terima kasih kepada Menteri Perdagangan RI karena telah memilih datang ke Kota Medan untuk meresmikan secara langsung.
Disamping itu, Wagub Sumut mengungkapkan akan siap mendukung kebijakan menteri sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dengan hadirnya kantor ini, diharapkan para konsumen akan terlindungi dan pelaku usaha akan tertib melakukan transaksi.
"Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi atas kerjasama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam melakukan penegakan hukum terhadap barang yang masuk ke Sumut yang tidak sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku," jelas Musa.
Peresmian Balai Pengawasan Tertib Niaga ditandai dengan penandatanganan prasasti keempat kita yakni Medan, Surabaya, Bekasi dan Makassar. Kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Menteri Perdagangan RI Drs Enggartiasto Lukita didampingi Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Adrianto.
Selanjutnya, Wakil Wali Kota bersama Menteri Perdagangan RI, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) dan Kapolda Sumut meninjau kedalam gedung Balai Pengawasan Tertib Niaga.(humas/PR)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .