Minta Pemkot Cari Solusi, DPD IPK Gunung Sitoli Sesalkan Penggusuran PKL
Oleh : Radar Medan | 19 Feb 2022, 17:09:31 WIB | 👁 2245 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, GUNUNGSITOLI - Bayang - bayang varian Omnicorn tidak menurunkan semangat Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk segera bangkit dalam memenuhi kebutuhan setiap harinya. Namun yang terjadi kekisruhan antara Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan ikan dan sayur di Jalan Sudirman dan seputaran Pasar Beringin dengan Satpol PP Kota Gunungsitoli, Selasa (15/02).
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya Kota Gunungsitoli, Markus K. Hulu saat ditemui awak media di Kantor Sekretariat DPD IPK Kota Gunungsitoli, Jl. Pattimura No. 91 Kelurahan Ilir, Gunungsitoli - Sumatera Utara, Jumat (18/02/22).
"Tidak seharusnya terjadi kekisruhan, Pemkot harusnya melakukan pendekatan persuasif, tidak dengan main gusur saja," ujar Markus.
Ketua DPD IPK Kota Gunungsitoli Markus K. Hulu menjelaskan bahwa, akibat kisruh itu, beberapa orng PKL cidera. Terakhir dikabarkan, beberapa orang dari unsur PKL tersebut mengalami kerugian akibat dagangan mereka dibuang dan diangkut melalui Mobil Satpol PP Kota Gunungsitoli.
"Ini sangat disayangkan, tindakan Satpol PP Kota Gunungsitoli yang melakukan tindakan kekerasan serta perampasan dagangan PKL tersebut", jelasnya.
Menurut Markus, Tindakan penggusuran PKL, kini tampak menjadi rutinitas Pemkot Gunungsitoli. Ironinya, Pemkot berdalih “menertibkan” demi kenyamanan bersama.
"Kenyamanan apa yang diberikan oleh pemkot terhadap PKL ini, aduuuhhh..... sudahlah..! Tetapi kenyataan justru lain, tindakan tersebut bukannya solutif, ataupun nyaman, malah selalu menuai polemik baru," terangnya.
Lanjut Markus, dimana-mana PKL ditindas dan diseret dagangannya, bahkan tindakan Satpol PP Kota Gunungsitoli oleh sebagian komentar netizen disebut “anarkis, tidak punya hati” hal itu terlihat jelas di Video Viral yang di unggah di media sosial.
Dijelaskannya, perlawanan PKL terhadap tindakan-tindakan penggusuran atau dalam bahasanya pemerintah disebut relokasi PKL, bukan tanpa alasan. Harga kios yang tidak terjangkau, tempat penjualan yang tidak strategis dan tidak representatif yang mengakibatkan nilai jual berkurang adalah alasan untuk melawan.
Markus menilai bahwa cara pandang klasik dan keliru selama ini yang masih bersemayam dalam alam bawah sadar para pemangku kepentingan (Pejabat).
"Nilai Pandang mereka, bahwa PKL tidak lebih dari perusak pemandangan, pengganggu kenyamanan, dan tidak begitu penting dalam menyokong perekonomian nasional hingga kedaerah,pengusaha-pengusaha besar diberi tempat dan kemudahan, bahkan ada yang memakai tanah milik Pemerintah tidak digusur. Tapi PKL digusur," tegas Markus.
Atas hal itu, Markus mendesak Pemkot Gunungsitoli agar merelokasi PKL dengan pendekatan - pendekatan yang komunikatif, ditempat yang strategis dan representatif.
"Jangan asal main gusur! Saya percaya Pemkot Pasti memikirkan solusi yang terbaik," tutupnya mengakhiri.(ril/PE)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .