Oknum ASN Puskesmas di Karo Diduga Ancam Wartawan Usai Berita Kekosongan Obat
Oleh : Radar Medan | 23 Jan 2026, 11:04:28 WIB | 👁 1057 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Puskesmas Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Jumat 23/1/2025.
RADARMEDAN.COM, KARO - Seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) di Puskesmas Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, berinisial YM, diduga bersikap tidak menyenangkan terhadap seorang wartawan, Jumat 23/1/2025.
Peristiwa tersebut mencuat setelah terbitnya pemberitaan di media terkait informasi kekosongan obat di Puskesmas Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, yang sempat menjadi perbincangan publik.
Namun, di balik pemberitaan itu, muncul kesan adanya upaya menutup-nutupi informasi, sikap tidak senang terhadap pemberitaan, hingga dugaan ancaman kepada wartawan.
YM dinilai menghalangi tugas jurnalis sebagai kontrol sosial serta diduga melakukan intervensi terhadap kerja jurnalistik.
Sebelum berita ditayangkan, wartawan telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Dolat Rakyat, dr Rory Bangun.
YM sempat menyatakan akan memfasilitasi pertemuan tersebut, namun konfirmasi tidak terlaksana dengan alasan adanya rapat.
Selanjutnya, wartawan menulis berita terkait dugaan beberapa pegawai di Puskesmas tersebut yang diangkat merangkap sebagai Bendahara BOK, Bendahara JKN, dan Bendahara Pengeluaran. Atas pemberitaan itu, oknum ASN berinisial YM disebut menunjukkan kemarahan, meski dinilai tidak memiliki kapasitas untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan wartawan.
Setelah berita ditayangkan, YM menghubungi wartawan melalui pesan WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, YM menanyakan media yang menerbitkan berita dan menyampaikan sejumlah pernyataan yang dinilai bernada ancaman.
“Udah terbit beritanya ya bang? Media siapa itu bang? Punya ndu ya,” tulis YM.
Setelah dijawab bahwa itu media rekan wartawan, YM kembali mengirim pesan, “Anggota Menda dia ya, hati-hati bilang bang. Datanya ada sama kalian.”
Percakapan berlanjut dengan pesan lain dari YM, “Lanjut saja biar kami share ke pusat bahwa berita ini tidak benar. Siapkan data kalian ya, lihat aja nanti.”
Wartawan kemudian menanggapi bahwa hal tersebut bukan ranah YM, melainkan kewenangan Kepala Puskesmas Dolat Rakyat, dr Rory Bangun. Namun, YM membalas, “Namanya tempat kita kerja, wajarlah aku bela. Dan tanya sama David itu bang, kenak nanti dia.”
Seluruh pesan WhatsApp tersebut telah disimpan wartawan sebagai barang bukti dugaan pengancaman terhadap jurnalis. Atas kejadian itu, wartawan berencana menempuh jalur hukum.
Terkait peristiwa tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dr Imanuel Sinuhaji, menyampaikan kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026), bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, oknum ASN yang bersangkutan belum dikenakan sanksi disiplin.
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .