Pemprov Sumut Kembalikan 141 Korban TPPO dari Myanmar ke Keluarga
Oleh : Radar Medan | 23 Mar 2025, 11:16:45 WIB | 👁 2882 Lihat Metropolitan
Keterangan Gambar : Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah memulangkan 141 warga yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar. Sabtu (22/3).
RADARMEDAN.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah memulangkan 141 warga yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar. Pemulangan ini dilakukan oleh Pemerintah Pusat bersama 423 korban lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Para korban TPPO ini diterbangkan dari Myanmar ke Jakarta pada 18-19 Maret, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah daerah masing-masing. Dari total 141 warga Sumut, sebanyak 106 orang memilih pulang secara mandiri, sedangkan 34 lainnya difasilitasi oleh Pemprov Sumut.
“Mereka merupakan korban TPPO sektor online scam, terdiri dari 120 laki-laki dan 21 perempuan. Saat ini, 33 orang telah tiba di Bandara Internasional Kualanamu, sementara sisanya kembali ke rumah masing-masing secara mandiri. Ada satu orang yang akan pulang besok dengan bus yang telah kami sediakan,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Muhammad Armand Effendy Pohan, di Bandara Kualanamu, Sabtu (22/3).
Effendy Pohan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Ia mengimbau anak-anak muda agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar di luar negeri yang tidak sesuai prosedur resmi.
“Mencari pekerjaan adalah hak setiap orang, namun kita juga harus bijak dalam memilih agar tidak terjebak dalam kasus serupa. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua, termasuk para pemangku kepentingan,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sumut, Harold Hamonangan, menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi saat bekerja di luar negeri.
“Bekerja di luar negeri itu sah-sah saja, namun wajib mengikuti aturan yang berlaku agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelas Harold.
Salah satu korban TPPO, Dio, mengungkapkan penyesalannya karena tergiur tawaran gaji besar untuk bekerja di Myanmar. Ia berharap tidak ada lagi korban lain yang mengalami nasib serupa.
“Saya menyesal, mereka menjanjikan gaji Rp16 juta per bulan dengan segala fasilitas. Nyatanya, kondisi di sana seperti neraka. Saya harap anak-anak muda tidak tergoda dengan bujukan semacam ini. Terima kasih kepada Pak Prabowo dan Pak Bobby Nasution, berkat mereka saya bisa merayakan Lebaran bersama keluarga,” ujar Dio, warga Medan.
Dalam kesempatan pemulangan ini, turut hadir Kadis Ketenagakerjaan Sumut M. Ismael Parenus Sinaga, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Dwi Endah Purwanti, serta pihak Kepolisian dari Polda Sumut dan instansi terkait lainnya.(hm/pe)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .