Protes Kenaikan Kacang Kedelai, Perajin Tahu Mabar Hilir Mogok Produksi

Oleh : Radar Medan | 09 Feb 2021, 17:53:10 WIB | 👁 1686 Lihat
Ekonomi
Protes Kenaikan Kacang Kedelai, Perajin Tahu Mabar Hilir Mogok Produksi

Keterangan Gambar : Bisnis /cristin evafania Manik


RADARMEDAN.COM - Perajin tahu kembali memprotes kenaikan harga kacang kedelai. Perajin tahu di Kelurahan Mabar Hilir melakukan aksi mogok produksi sejak Senin (8/2/2021).

Total pabrik tahu yang tidak melakukan aktivitas produksi adalah 17 pabrik. Aksi ini akan dilakukan selama satu minggu.

Salah satu perajin tahu sumedang di Kelurahan Mabar Hilir, Suyanto mengatakan harga kedelai terakhir yang dibelinya adalah Rp10.000 per kilo. Menurutnya harga ini adalah harga yang paling mahal sejak dia mendirikan pabrik tahu sumedang sekitar 15 tahun yang lalu.

"Kacang udah mencapai Rp10.000 satu kilo. Tadinya cuma Rp7.000. ini melambung terus satu bulan bisa 10 kali naik, awak cuma sekali," kata Suyanto dikutip dari bisnis.com, di pabrik tahu miliknya di Gang Ali, Jalan Mangaan 1 Kelurahan Mabar Hilir, Selasa (9/2/2021).

Sementara harga kacang kedelai terus melonjak, para perajin tidak bisa menaikkan harga tahu lantaran akan kehilangan pelanggan. Akibatnya, perajin malah harus menombok biaya produksi dan gaji karyawan.

Hal tersebut juga merupakan alasan utama perajin melakukan mogok produksi. Karenanya, Suyanto meminta Pemerintah Kota Medan ikut memerhatikan lonjakan harga kedelai tersebut

"Selama tiga tahun naik itu, kami naik sekali, dia (kedelai) sepuluh kali. Ya gak dapat apa apa. Kami mau naikkan lagi, gak laku di pajak. Karena yang beli rakyat kecil semua," imbuh Suyanto.

Mengenai stok kedelai dari agen distributor, Suyanto mengaku tidak ada kelangkaan dan kuota pembelian kedelai kepada tiap perajin.

Dalam satu hari, pabrik tahu milik Suyanto dapat memproduksi sekitar 250 hingga 300 kilogram, atau lima sampai enam goni tahu sumedang dengan jumlah pekerja hingga tujuh orang.

Suyanto bersama perajin lain akan menunggu respon pemerintah dalam waktu satu minggu. Pekan berikutnya, mereka akan kembali memproduksi tahu dengan memanfaatkan bahan baku yang ada dan mengurangi ukuran tahu bila pemerintah belum merespon keluhan perajin.

Hal senada juga dinyatakan oleh perajin tahu bernama Iwan. Katanya, dalam sehari harga kedelai bisa naik hingga Rp10.000 per goni.

"Misalnya satu goni itu 50 kg Rp450.000 besoknya lagi Rp460.000, besoknya lagi naik," kata Iwan, Selasa (9/2/2021).

Seharusnya, dalam sehari pabriknya bisa memproduksi 150 kg hingga 350 kg. Artinya, selama dua hari melakukan mogok, pabriknya sudah kehilangan omzet penjualan dari 700kg tahu sumedang.

Kedepannya, bila harga kedelai tetap mahal, Iwan akan menyesuaikan harga tahu produksi pabriknya dengan biaya operasional produksi tahu tersebut.

"Kalau menaikkan (harga) sistem hitunglah. Pengeluaran saya berapa, uang minyak, gaji pekerja, itupun melihat pembeli, kalau pembeli itu terima," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah mengeluarkan surat edaran yang menyatakan harga kedelai di tingkat perajin adalah Rp8.500 per kg.(bisnis.com/PR) 

 

 


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya
jeanhakim.jpg

Dalam 10 Hari Polisi Tuntaskan Kasus Pembakaran Rumah Hakim PN Medan, Ini Kronologinya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔15:13:13, 21 Nov 2025

RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas