Proyek Pembangunan Tembok Belum Diberita Acarakan Sudah Ambruk
Ini Kata Inspektorat Taput: Kami tidak menyalahkan Perencana

Oleh : Radar Medan | 19 Des 2022, 18:56:30 WIB | 👁 1211 Lihat
Daerah
Proyek Pembangunan Tembok Belum Diberita Acarakan Sudah Ambruk

RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA - Dugaan kurangnya pengawasan terhadap sejumlah proyek yang saat ini sedang berjalan diwilayah Tapanuli Utara menjadi sorotan pihak publik.

Seperti halnya dengan pembangunan salah satu pagar kantor KPU Tapanuli Utara yang bersumber dari APBD tahun 2022 baru baru ini sudah ambruk, bahkan informasi proyek tersebut belum dibayarkan oleh pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tapanuli Utara sebagai penyelenggara proyek.

Sementara perencanaan kegiatan proyek tersebut Erwin Manalu memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh media.

Mengetahui bahwa Erwin Manalu sebagai perencanaan kegiatan pihak media mencoba menghubungi melalui WhatsApp pribadinya tidak merespon, bahkan dijumpai dikantornya yang bersangkutan acuh dan memilih mengutak atik ponselnya dan berpura pura tidur.

Dari keterangan Panitia Pelaksana Kegiatan PPK, B Simanjuntak proyek tersebut akan diberbaiki dengan bangunan baru.

"Itu sudah kita sampaikan kepihak rekanan dan mereka bersedia untuk memperbaiki, apabila mereka tidak mau memperbaiki maka yang dibayarkan hanya bangunan yang berdiri, itu akibat bencana kemaren,"  terang Bobby.

Ditanya apakah ada rekomendasi dari pihak penanggulangan bencana mengatakan itu akibat Gempa?

"Tidak ada" ucap Bobby.

Awak media ini juga mempertanyakan terkait dengan ambruknya tembok tersebut apakah sesuai dengan RAB?

"Setahu saya itu sesuai RAB dan juga hasil laporan dari pengawasan dilapangan, soal pengawas saya akui tidak setiap hari kelokasi proyek karena yang bersangkutan lagi prajabatan saat itu RABnya tidak bisa saya kasi karena itu bukan milik pribadi saya, saya kordinasi dulu kepimpinan lagipula saya tidak ada memegang RAB staf marga Sitompul yang pegang, lagian kok jadi formal sekali nanyanya," ucap Bobby menambahi.

Sementara pihak Inspektorat Taput melalui inspektur pembantu ( Irban 2) Nokman saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin 19 Desember 2022 membenarkan bahwa pihaknya sudah turun kelapangan untuk monitoring.

Apa penyebab tembok tersebut ambruk padahal belum diberita acarakan, apakah ada masalah mengenai pasangan material?

"Menurut informasi dari pihak KPU bahwa itu rubuh akibat Gempa, masalah spek itu tidak terlalu lari dari perencanaan buktinya itu batu bata masih lengket didinding, mungkin ada beberapa asumsi nantinya seperti pertanyaanmu, mengapa memakai diatas pasangan lama, kira-kira seperti itu. Kalau saya katakan salah bisa saya katakan tidak salah mungkin ada beberapa perhitungan dari bagian perencanaan bahwasanya ini tajam, tetapi lebih baik dia saja yang ditanya, tetapi sesuai hasil monitoring kami itulah yang pertama," ucap Nokman.

Lanjutnya, yang pertama kita monitoring kelokasi temboknya masih utuh batu bata nya masih lengket,cuman memang yang kita lihat bangunan atau pondasinya ikut, terbalik.

Sementara pada saat monitoring apakah dijumpai bangunan masih utuh atau sebagian material sudah ada yang pindah tempat?sebab saat tim media kelokasi bangunan tersebut sebagian sudah tidak ada lagi.

Amatan Media Radarmedan dilokasi pemasangan coran juga memakai batu padas.

"Kami sudah dua kali kelokasi gak tau siapa yang duluan kami atau kalian, tetapi pada saat pertama bangunan masih utuh.

"Terkait dengan pasangan material itu yang saya bilang tadi kalau dibagian pondasi berarti sudah sampai keperencanaan, kalau ada coran itu kita tulis bahwasanya ada coran yang bercampur dengan batu batu lain selain baru cor, kalo memang dibuat batu padas, ya tidak bisa bahkan kalau sesuai speknya gambar yang kami lihat pondasinya 20cm, tetapi soal perencanaan saya tidak bisa menyalahkan perencanaan, jadi sebenarnya yang mengetahui mengapa dibuat seperti itu ya merekalah yang jawab, dan sampai sekarang laporan masih kita buat, artinya begitu kita buat laporan masuk kepada mereka itu yang mesti ditanggapi pihak dinas terkait, perkim," jelas Nokman.

Namun ditanya apakah pondasi lama layak dipakai untuk bangunan baru?

"Semua harus memakai alat," terang Nokman Mengahiri.

Sebelumnya Awakmedia radarmedan pertama sekali menginformasikan kejadian tersebut langsung kepada kepala inspektorat taput E Siagian lewat Ponsel, yang bersangkutan langsung mengintruksikan anggotanya untuk segera turun kelapangan monitoring. Namun ada perbedaan tanggapan yang diberikan oleh pihak Irban 2 yang menyatakan sudah dua kali melakukan monitoring.

Dahlia Simorangkir/PE


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas