Spanyol Kerahkan Militer ke Ceuta di Perbatasan dengan Maroko untuk Atasi Krisis Migran
Permintaan muncul setelah rekaman video perlihatkan kerumunan mengelilingi bangunan pemecah ombak

Oleh : Syaiful W Harahap | 01 Agu 2026, 12:28:40 WIB | 👁 73 Lihat
Internasional
Spanyol Kerahkan Militer ke Ceuta di Perbatasan dengan Maroko untuk Atasi Krisis Migran

Keterangan Gambar : Rekaman video memperlihatkan kerumunan besar orang yang bergerak di sekitar bangunan pemecah gelombang di wilayah Ceuta, Spanyol. (Foto: dw.com/id - Atlas/REUTER)


RADARMEDAN.com – Otoritas Kota Ceuta, Spanyol, meminta pemerintah pusat di Madrid menetapkan keadaan darurat nasional dan mengirim bantuan militer setelah kerumunan orang menerobos perbatasan wilayahnya yang berbatasan dengan Maroko. Mark Hallam melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 31/7/2026).

Sejumlah pejabat di Ceuta, Spanyol, yang terletak di ujung barat laut Afrika, pada hari Kamis (30/7/2026) meminta pemerintah pusat di Madrid untuk menyatakan keadaan darurat nasional dan mengirim pasukan militer untuk membantu mengamankan perbatasannya dengan Maroko.

Permintaan itu muncul setelah rekaman video memperlihatkan kerumunan orang berjalan mengelilingi sebuah bangunan pemecah ombak dan memanjat pagar perbatasan yang memisahkan wilayah Maroko dan Spanyol.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berjanji akan langsung memberikan tanggapannya.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol kemudian mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mengirim personel angkatan bersenjata ke Ceuta untuk mendukung petugas penjaga perbatasan.

"Angkatan bersenjata akan memperkuat Guardia Civil (personel keamanan Spanyol) dalam menjalankan kewenangannya serta tindakan lain yang mungkin diperlukan untuk menjaga keamanan sipil di kota Ceuta," ungkap kementerian tersebut.

Letak Kota Ceuta di perbatasan antara Spanyol dan Maroko. (Sumber: slate.com)

Apa yang terjadi di Ceuta?

Guardia Civil mengatakan bahwa ada kerumunan orang yang menerobos pagar perbatasan dan masuk ke wilayah Spanyol. Sebuah rekaman video juga menunjukkan ratusan orang berenang dari sisi Maroko, menggunakan sejumlah alat bantu apung seperti ban.

"Situasinya benar-benar kacau balau," kata Rachid Sbihi, ketua asosiasi yang mewakili Guardia Civil Spanyol di Ceuta, kepada Associated Press.

"Tidak mungkin memberikan angka pasti, tetapi kami memperkirakan ada ribuan migran yang menyeberang," lanjutnya.

Kantor berita AFP mengutip pernyataan juru bicara delegasi pemerintah Spanyol di Ceuta yang menyebutkan bahwa sembilan orang tewas di tengah kerumunan di lepas pantai tersebut.

Adegan itu mengingatkan pada insiden serupa di pos perbatasan pada Mei 2021, ketika lebih dari 8.000 orang memasuki wilayah tersebut hanya dalam dua hari.

Dalam beberapa hari terakhir, tim penyelamat memang telah mencatat peningkatan jumlah orang yang mencoba berenang melewati pos pemeriksaan perbatasan.

Kepala pemerintah daerah mengatakan bahwa pusat penampungan migran yang dikenal sebagai CETI itu memiliki hampir seribu orang yang menunggu di luar. Di sini terlihat kerumunan yang jauh lebih sedikit di luar fasilitas tersebut pada hari Minggu. (Arsip: 26 Juli 2026) (Foto: dw.com/id - Antonio Sempere/JNA Press/Sipa USA/picture alliance)

Pemerintah Ceuta: Situasi semakin sulit

Kepala pemerintah daerah Ceuta, Juan Jesus Vivas, meminta pemerintah pusat di Madrid untuk mengumumkan keadaan darurat atas dasar keamanan nasional, serta meminta penambahan personel kepolisian dan pengerahan pasukan militer di perbatasan.

Hal ini terjadi setelah rapat dewan juru bicara kota yang mencapai kesepakatan bulat. "Kemarin, saya angkat bicara untuk memperingatkan betapa seriusnya krisis migrasi yang sedang kita hadapi," tulis Vivas di media sosial.

"Hari ini, hanya beberapa jam kemudian, situasinya bahkan lebih kritis, ada kedatangan massal pada malam hari, hampir seribu orang menunggu di luar CETI (Pusat Penampungan Migran Sementara). Sumber daya kami benar-benar kewalahan, dan satu nyawa lagi hilang di laut," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa kota kecil ini sedang menghadapi "keadaan darurat kemanusiaan dan sosial" berskala nasional.

"Kami tidak mampu menghadapi tekanan ini sendirian, tekanan yang telah mengakibatkan kedatangan antara 1.500 hingga 2.000 orang hanya dalam 10 hari, setara dengan 2% dari populasi kami."

Ia menulis bahwa "setiap jam yang berlalu, situasi menjadi semakin sulit" di wilayah yang dihuni sekitar 85.000 orang tersebut.

Seorang pejabat dari Guardia Civil Spanyol yang bertugas menjaga perbatasan menggambarkan situasi tersebut sebagai 'kekacauan total.’ (Foto: dw.com/id - Atlas/REUTERS)

PM Spanyol pastikan segera bertindak

Tak lama setelah seruan permintaan bantuan dari Ceuta, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan bahwa pemerintah di Madrid "sepenuhnya berkomitmen untuk segera memberikan tanggapan" terhadap situasi tersebut.

"Kami sedang mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan, bekerja sama dengan pihak berwenang Maroko dan internasional, serta mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan keadaan menjadi normal secepat mungkin," tulis Sanchez.

Ia juga menambahkan, "inilah saatnya untuk membangun solusi, dengan penuh tanggung jawab dan kerja sama," katanya, tanpa merinci langkah lebih lanjut.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa pemerintah Maroko "bekerja sama secara erat" dengan Spanyol untuk menangani situasi tersebut dan bahwa polisi Maroko sedang menghentikan "banyak orang” yang mencoba menyeberangi perbatasan.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk bekerja sama "agar semua orang yang masuk ke Ceuta secara ilegal dapat kembali secepat mungkin."

Selain itu, Kementerian juga menyampaikan, Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska berencana mengunjungi Ceuta hari Jumat (31/7/2026) untuk mengevaluasi situasi.

Kota Ceuta di perbatasan antara Spanyol dan Maroko. (Sumber: dw.com/id)

Kenapa terjadi sekarang?

Belum jelas mengapa dalam beberapa hari terakhir sejumlah besar kelompok orang tiba-tiba berupaya memasuki Ceuta, meskipun ada beberapa perkembangan baru yang sepertinya punya keterkaitan tidak langsung dengan isu ini.

Pada awal Juli, Mahkamah Agung Spanyol memutuskan bahwa migran yang tiba melalui laut tidak dapat langsung dipulangkan melintasi perbatasan, berbeda dengan prosedur yang berlaku di pos perbatasan darat.

Ceuta dan Melilla di Afrika Utara, yang berbatasan dengan Maroko, menjadi kasus khusus dalam putusan ini. Secara teknis, wilayah ini bisa dimasuki lewat laut, tetapi praktiknya lebih seperti menghindari pos perbatasan darat, bukan benar-benar menyeberangi Selat Gibraltar atau Laut Mediterania.

Sementara itu, ada perkembangan lain yang sebenarnya bukan hal baru, tetapi kembali jadi sorotan internasional, yaitu tawaran pemerintah Spanyol dan izin tinggal bagi migran yang bisa membuktikan bahwa mereka sudah masuk ke negara itu tanpa izin resmi.

Namun, kebijakan ini hanya berlaku bagi mereka yang sudah berada di Spanyol saat aturan itu mulai berlaku. Artinya, kebijakan ini tidak memberi peluang tambahan bagi migran yang saat ini masuk lewat jalur tidak sah.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, mengaitkan kebijakan amnesti tersebut dengan peristiwa pada Kamis (30/07). Ia bahkan menyerukan agar kawasan Schengen dengan perbatasan terbuka di Uni Eropa "ditutup bagi Spanyol," dan menuduh kebijakan itu mendorong perdagangan manusia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Spanyol, José Luis Albares, mengecam pernyataan Tajani dan menyebutnya "tidak pantas." Ia menegaskan bahwa dari "negara mitra dan sahabat," yang diharapkan adalah solidaritas Eropa, bukan retorika partisan yang bernada menghasut. (Sumber: EFE, AP, dpa, Reuters, AFP)/Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris/Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz/Editor: Muhammad Hanafi. [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas