Wali Kota Medan Bersama Kapolrestabes Tinjau Proses Evakuasi di Rumah di Grand Polonia
Oleh : Radar Medan | 21 Jul 2026, 16:15:00 WIB | 👁 534 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Calvinj meninjau langsung lokasi ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7/2026).
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Calvinj meninjau langsung lokasi ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Rico menyampaikan bahwa tim gabungan telah berhasil menemukan satu korban, yakni istri pemilik rumah, pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Namun hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan terhadap dua korban lainnya yang diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan.
"Korban yang ditemukan tadi dini hari adalah istri pemilik rumah. Saat ini fokus kami bersama tim gabungan adalah mencari dua korban lainnya yang masih belum ditemukan," ujar Rico.
Menurutnya, proses evakuasi menghadapi kendala karena kondisi bangunan yang mengalami kerusakan sangat parah akibat ledakan. Tim penyelamat harus membersihkan puing-puing di bagian depan bangunan terlebih dahulu sebelum dapat menjangkau area yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.
"Kondisi medannya cukup sulit. Bangunan hancur hampir di seluruh bagian sehingga tidak memungkinkan dilakukan secara manual ataupun dengan petugas langsung naik ke atas reruntuhan. Karena itu, puing-puing harus disingkirkan secara bertahap agar proses pencarian bisa dilakukan dengan aman," jelasnya.
Rico mengajak masyarakat untuk mendoakan agar proses evakuasi berjalan lancar dan dua korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," ucapnya.
Terkait penyebab ledakan, Rico mengatakan indikasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas. Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dari tim kepolisian dan laboratorium forensik.
"Indikasi awal memang mengarah pada kebocoran gas. Namun kami belum bisa menyimpulkan karena penyebab pastinya masih didalami oleh pihak kepolisian. Nanti akan dijelaskan secara resmi setelah proses penyelidikan selesai sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," tegas Rico.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, Brimob, Basarnas, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta sejumlah relawan masih terus melakukan proses pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.
Area sekitar rumah juga tetap dipasangi garis polisi guna mendukung kelancaran proses olah tempat kejadian perkara (TKP). (hm)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .